Senin, 17 Mei 2010

Anthurium Superbum

Memilih Aman dengan Bibit Spesies

United States Department of Agriculture Animal&Plant Health Inspection “Phytosanitary Certificate” mengeluarkan satu jenis anthurium yang konon selama ini tak boleh keluar dari negara asalnya, Florida Amerika Serikat (AS). Kini, pesona anthurium spesies ini sudah hadir di Indonesia.

Jenis anthurium ini lebih dikenal dengan nama lokal superbum. Diambil dari nama genusnya, Botanical Superbum. Jenis ini tergolong anthurium langka, karena memang spesiesnya tak bisa sembarang diadopsi oleh banyak negara. Indonesia beruntung memperoleh kesempatan memiliki varian anthurium asli Florida AS ini. Itu juga untuk memperkaya jenis anthurium Tanah Air.
Di tangan Pebisnis Anthurium di Malang Jawa Timur (Jatim), Prayogi, sertifikat kepemilikan anthurium botanical supebum sudah dikantongi. Hanya prayogi berhak membawa jenis bibitan superbum. Meski begitu, hal ini tak jadi soal. Toh di Indonesia sendiri, superbum masih membuat sebagian penggemar anthurium penasaran.
“Untuk indukan, memang sulit untuk membawanya langsung dari Florida. Sebab, selain tak ada ijin, jenis indukan akan lebih sulit untuk beradaptasi,” kata Prayogi.
Jenis Spesies Lebih Rentan
Pertimbangan untuk memilihara anthurium jenis spesies bukanlah perkara mudah, sehingga ia lebih memilih membawa pulang anthurium superbum dalam bentuk bibitan daripada indukan. Pertimbangan tak membawa indukan, karena rentannya struktur tanaman. Ditambah, proses adaptasi yang juga mempertimbangkan resiko yang dihadapi indukan.
Bisa jadi, tanaman akan mengalami perubahan selama proses adaptasi berlangsung. Ditambah pula, jenis anthurium superbum ini merupakan kategori spesies yang rentan pada perubahan, dimana banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan ini. Bisa dari faktor internal ataupun eksternal tanaman. Faktor internal bisa disebabkan oleh susunan genetik tanaman. Sedangkan faktor eksternal, cenderung dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.
Hampir semua jenis anthurium spesies, kata Prayogi, mengalami masa ini, dimana perubahan tampilan akibat banyak faktor ini berdampak juga pada proses pertumbuhan tanaman yang tak optimal. Berbeda jika proses adaptasi lingkungan dilakukan dari usia bibitan. Sifat perubahan pada tanaman bisa diminimalisir sekecil mungkin. Pemilihan tanaman usia bibit inilah jadi alternatif bagi sebagian orang saat mengimpor jenis spesies dari negara lain.
“Mengimpor anthurium usia bibit, jadi alternatif aman. Selain resiko perubahannya tak terlalu besar, biaya yang dikeluarkan pun tak terlalu besar juga,” imbuh Prayogi.
Untuk superbum bibit dengan 5-6 daun, harganya mencapai sekitar Rp 2,5 juta per tanaman. Harga ini sebanding dengan kualitas barangnya yang sudah menunjukkan karakter. [santi]
Jangan Terkecoh Pilih Bibit
Alternatif membeli tanaman usia bibit, bukan tanpa resiko. Masih ingat dengan kasus penipuan berkedok bibit anthurium? Banyak yang jadi korban tindak kriminal ini. Sebagai langkah aman yang bisa Anda lakukan jika tertarik dengan salah satu jenis bibit anthurium, yaitu pilih tanaman yang sudah menunjukkan karakter.
Misalnya, anthurium superbum, dimana karakternya sudah bisa dilihat ketika masih berusia 7-8 bulan. Adapun karakter yang ditampilkan pada superbum, terlihat dari tekstur daun yang bergelombang, baik di permukaan ataupun belakang daun. Dari segi kombinasi warna, anthurium superbum cenderung mengeluarkan karakter dengan dominasi merah keunguan.
Keunikan lain yang dimiliki dan jadi ciri tanaman ini ada di permukaan daunnya, dimana jika dilihat secara detil akan terlihat lapisan lilin berwarna putih. Konon, lapisan lilin di anthurium superbum ini berfungsi untuk mempertahankan karakter. Maka jangan heran, jika ada larangan untuk tak menyentuh bagian permukaan daun.
“Boleh saja disentuh, tapi jangan terlalu keras. Sebab, permukaan daun dipegang terlalu keras akan beresiko menghilangkan lapisan lilinnya,” ujar Prayogi. [santi]
Adaptasi lingkungan
Karena habitat aslinya ada di Florida, dimana struktur suhu dan cuacanya berbeda dengan Indonesia, bukan tak mungkin terjadi perubahan tampilan. Ditinjau secara fisiologis, perubahan akibat prsoses adapatasi ini pasti terjadi. Hanya jika diterapkan sejak bibit, perubahannya tak akan menyimpang jauh dari indukan.
Itupun, masih menurut Prayogi, tak berlangsung lama. Sebab, jika bibit sudah bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, ia akan tumbuh optimal di habitat barunya. Tentu proses ini akan melalui fase yang tak pendek. Alangkah baiknya bagi Anda yang membeli anthurium jenis impor untuk lebih memperhatikan kebutuhan tanaman, sehingga secara tak langsung akan memahami karakternya juga.
Seperti halnya penerapan media tanam yang juga membutuhkan perhatian. Karena anthurium merupakan jenis tumbuhan yang habitatnya di hutan, usahakan untuk menerapkan media sesuai dengan komposisi tanam aslinya. Untuk itulah, media dengan sifat porous (berongga) seperti pakis, pupuk kompos, dan kandang bisa dijadikan alternatif.
Prayogi mempunyai rahasia khusus dalam menerapkan pupuk urea yang berasal dari pembusukan tanaman. Ia lebih suka menggunakan rontokan daun mahoni untuk membuat pupuk kompos bagi anthuriumnya, dimana dalam mahoni terdapat kandungan unsur Nitrogen (N) yang tinggi dan berfungsi sebagai perangsang proses vegetatif tanaman, seperti pembentukan tunas dan buah.
Caranya, dengan memendam daun mahoni ke dalam tanah dan mendiamkannya hingga 2-3 hari. Itu dilakukan sebagai tahapan fermentasi dalam pembuatan pupuk kompos, barulah pupuk bisa digunakan. Namun ada satu alternatif bagi Anda yang ingin menerapkan pupuk mahoni, tapi tak memiliki lahan luas, yaitu hanya dengan menaburkan rontokan daun mahoni di atas permukaan media tanam.Biarkan hingga beberapa hari hingga membusuk dan mengering. [santi]

Dari : tabloidgallery.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...