Minggu, 23 Mei 2010

Bugenvil Tanpa Duri 2



Stek Batang
Perbanyakan bugenvil dilakukan dengan stek batang/ cabang, cangkok, atau penyambungan pucuk. Perbanyakan dengan stek merupakan cara perbanyakan yang cepat dan mudah. Selain itu, perbanyakan dengan stek juga akan menghasilkan bibit yang seragam dalam ukuran serta tahan terhadap penyakit.

Caranya, pilih batang yang usianya tidak terlalu tua, tapi juga tidak terlalu muda. Rendam batang stek tadi ke dalam larutan perangsang akar. “Tujuannya supaya akar bisa keluar lebih cepat. Setelah direndam, tancapkan batang ke dalam media tanam. Bisa juga menggunakan busa yang sudah disiram dengan air sebagai media tanam supaya batang kuat. Kalau memakai tanah, batangnya masih belum kuat,” jelas Bazuli.

Setelah itu, tutup calon bibit bugenvil tadi dengan sungkup plastik. Fungsi sungkup plastik adalah untuk menjaga agar bibit bugenvil tidak terkena udara. “Kalau kena udara, bibit bisa layu karena belum ada akar yang cukup kuat untuk menahan terpaan angin. Bibit juga harus ditempatkan di tempat teduh lebih dulu supaya tidak mati. Setelah seminggu, barulah bibit tadi dipindahkan ke pot-pot sendiri.”

Perawatan bugenvil tanpa daun tak ada bedanya dengan bugenvil lain. Selain rajin menyiram 2 kali sehari, sebaiknya Anda juga rajin memberi pupuk. “Bisa menggunakan pupuk NPK atau organik, dua minggu sekali. Penyakit atau hama bugenvil nggak banyak, kok. Paling hanya jamur yang membuat daun bugenvil dihiasi bercak berwarna hitam.” Selain jamur, yang sering datang mengganggu adalah ulat atau kutu. “Untuk mengatasinya cukup menyemprot dengan menggunakan insektisida,” kata Bazuli.

Yang tak kalah penting dalam merawat bugenvil adalah pemangkasan. Sekurang-kurangnya ada tiga model pemangkasan, antara lain:
Pemangkasan tunas liar
Bugenvil termasuk tanaman yang rajin menghasilkan tunas-tunas liar. Membiarkan tunas-tunas liar ini tumbuh justru akan menghambat pembungaan, jadi rajin-rajinlah memangkas tunas-tunas liar tersebut.

Pemangkasan bentuk
Pemangkasan bentuk dilakukan untuk memperoleh bentuk tanaman yang diinginkan. Misalnya, Anda menginginkan bentuk bulat, mirip bonsai, atau dibiarkan tumbuh menjalar seperti pergola. Untuk memperoleh bentuk-bentuk tersebut, lakukan pemangkasan sebagian daun, tunas, cabang atau ranting. Pembentukan bisa dibantu dengan bilahan-bilahan bambu.

Pemangkasan pembungaan
Tujuan pemangkasan ini adalah untuk merangsang tumbuhnya bunga-bunga bugenvil. Sebab, ada kemungkinan pertumbuhan bugenvil amat subur, daunnya tampak hijau kelam, dan cabangnya amat banyak. Maka, pangkaslah sebagian daun dan cabang. Dengan demikian, diharapkan aneka bunga dapat keluar secara serentak dalam jumlah banyak.

Hasto Prianggoro
Foto: Daniel Supriyono/ NOVA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...