Minggu, 23 Mei 2010

Bugenvil Tanpa Duri


Bunganya selalu mekar sepanjang musim. Warnanya beragam, dari putih hingga ungu. Kini, Anda tak perlu takut terkena duri bugenvil. Pasalnya, ada varian bugenvil tanpa duri. Bunganya? Tetap menawan!

Bugenvil (Bougainvillea glabra Choisy) merupakan jenis tanaman tropis yang memiliki bunga indah berwarna-warni, dari merah, putih, ungu, kuning, dan sebagainya. Tak heran jika tanaman yang dikenal bisa menyembuhkan hepatitis ini, kerap ditanam sebagai pajangan halaman rumah atau ditanam di dalam pot.

Bunga bugenvil terdiri dari lembaran kelopak bunga tipis seperti kertas, sehingga di beberapa daerah juga dikenal sebagai bunga kertas. Meski bugenvil tak mengenal musim bunga (berbunga sepanjang musim), namun bunganya yang tipis membuatnya mudah rontok. Akar bugenvil sangat kuat, batangnya tegak, dengan daun tunggal lonjong yang memiliki ujung runcing, dengan panjang sekitar 4 cm. Batang bungevil dihiasi dengan duri-duri lembut tajam. Ini yang kerap membuat kita terkecoh, jari tangan tersayat saat hendak memetik bunganya.

Tanpa Duri
Namun, ternyata tak semua bugenvil berduri. Buktinya, ada bugenvil yang tidak memiliki duri pada batang-batangnya. Secara umum, bugenvil ini tak ada bedanya dengan bugenvil kebanyakan yang dikenal berduri. Menurut Bazuli dari Dara Flora, Kebon Jeruk, Jakarta, bugenvil tanpa duri ini menarik karena beberapa hal. Yang pertama, “Berbeda dengan bugenvil yang selama ini kita kenal, ia tidak memiliki duri. Ia juga memiliki daun yang lebih kecil serta rapat. Warna daunnya juga jauh lebih segar dan gelap ketimbang bugenvil kebanyakan,” tambahnya.

Bunga dan daun yang lebih kecil dan rapat membuatnya terlihat lebih rimbun, sehingga kumpulan bunganya terlihat lebih menyala. “Ukurannya, sih, nggak jauh beda dengan bugenvil kebanyakan,” lanjut Bazuli yang kini sedang memperbanyak bugenvil tanpa duri ini.

Mekar Saat Kemarau
Secara umum, tak ada yang berbeda dari bugenvil tanpa duri ini. Bentuk pohon dan bunganya sama. Cara menanamnya pun sama saja dengan menanam bugenvil kebanyakan yang memiliki duri. Yang pertama, siapkan media tanam berupa campuran antara sekam, tanah, dan pupuk kandang (2:1:1). Bisa pula menggunakan pupuk organik.

Setelah itu, tanam bibit yang sudah disiapkan ke dalam pot lalu letakkan bugenvil di tempat yang panas. Bugenvil dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan, namun tanaman ini paling baik ditanam di daerah yang mempunyai ketinggian antara 700-1000 dpl.

Bugenvil merupakan tanaman yang menyukai sinar matahari langsung, sehingga cocok ditanam di tempat terbuka. Tak heran jika ia justru akan produktif berbunga pada musim kering atau kemarau. Sebaliknya, pada musim hujan, tanaman yang akar dan kulit batangnya mengandung saponin (busa pada tanaman) dan polifenol ini malah kurang produktif berbunga.

Hasto Prianggoro.

Foto: Daniel Supriyono/NOVA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...