Senin, 17 Mei 2010

Cara Cepat Merawat Aglaonema

Kenali Pantangan si Ratu Daun
Pesona aglaonema akan senantiasa terpancar. Itu selama si pemilik memenuhi syarat penting untuk tumbuh kembang si ratu daun ini, yaitu teknik perawatan.
Perawatan aglaonema memang terkenal sulit. Sebab, ia termasuk tanaman ‘manja’. Namun bila si pemilik tahu kelemahan, kelebihan, dan pantangan tanaman ini, sinar daunnya akan terpancar indah nan mengkilap. Kolektor Aglaonema di Purwokerto Jawa Tengah (Jateng) – Eni, siap memberikan tips dan trik tepat cara tangani si ratu daun ini.
Hindarkan Air Kaporit
Agar agalonema terlihat segar setiap saat, banyak yang menggunakan alternatif dengan menyiram bagian daunnya. Namun siapa mengira kalau jenis air untuk menyiram aglaonema juga penting diperhatikan. Intinya, tak sembarang jenis air bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan aglaonema. Meski hanya untuk kebutuhan estetika.
Memilih jenis air sebaiknya menghindari yang mengandung kaporit. Lebih baik menggunakan air murni ataupun air sumur yang belum terkontaminasi bahan kimia. Namun bagi Anda yang di daerahnya hanya terdapat air ledeng, dimana sudah dipastikan kadar kaporit yang terkandung di dalamnya, yaitu bisa menggunakan alternatif dengan mendiamkan air selama 2-4 hari. Itu dilakukan untuk mengendapkan unsur kaporit di dalam air. Barulah air bisa digunakan dengan mengambil bagian atasnya dan sisakan endapan airnya. Maka, air aman disemprotkan pada aglaonema.
Periksa Media Tanam
Pasti bukan hal yang menyenangkan jika daun aglaonema terlihat lebih kecil dari semula. Banyak faktor yang berpotensi untuk mempengaruhi tampilan aglaonema ini. Salah satunya berhubungan dengan unsur media tanam. Langkah awal yang bisa dilakukan jika menemui perubahan tampilan pada aglaonema adalah dengan memeriksa media tanam.
Jika media terasa keras dan padat, itu menandakan harus segera diganti. Pasalnya, media yang keras dan padat bisa menyebabkan pertumbuhan akar berhimpitan dan sulit untuk berkembang. Jika struktur akarnya banyak percabangan dan kesannya semrawut, sebaiknya dipangkas.
Sebab, rimbunnya akar akan menghambat pertumbuhan tanaman, meski unsur hara yang ada dalam media bisa terserap dengan cepat. Barulah aglaonema yang dipangkas akarnya dapat ditanam lagi pada pot yang lebih besar, agar memberikan kemudahan bergerak pada fase pertumbuhan akar nantinya. Siram hingga air menetes dari pot, maka tanaman akan segar kembali. Periksa Akar
Hampir serupa dengan kasus sebelumnya, hanya kali ini bagian daun aglaonema terlihat layu dan lemas, sehingga berdampak pada tampilan tanaman yang tak menunjukkan aura dan karakternya. Kebanyakan menduga, tanaman kekurangan asupan vitamin ataupun pupuk hingga hal fatal pun terjadi, yaitu pemberian dosis pupuk atau vitamin melebihi prosedur yang dianjurkan, dimana banyak yang menggunakan bahan kimia untuk mempercepat efeknya.
Bukannya semakin membaik, kondisi aglaonema malah semakin parah. Bahkan tak sedikit aglaonema mati, karena keracunan unsur kimia. Itu seringkali dikeluhkan para penggemar aglaonema. Untuk mengetahui penyebab layu dan lemasnya daun aglaonema, coba periksa bagian akarnya. Bila akar lodoh (bola akar, red) berwarna coklat kehitaman, tandanya cendawan sudah bersarang, sehingga langkah yang diambil adalah dengan membuang akar yang bersarang dan oleskan fungisida di bagian bekas potongan hingga menutup permukaan.
“Tanam kembali aglaonema di pot dan media yang baru. Tentunya, media yang dapat digunakan adalah non pupuk kandang. Biasanya, bisa diaplikasikan dengan arang sekam, cocopeat (serbuk sabut kelapa, red), pasir malang serta kapur untuk menetralisir kadar keasaman media,” terang Eni. [santi]
tabloidgallery.wordpress.com

Dari : daunbagus.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...