Minggu, 23 Mei 2010

Meramu Media Tanam Suflir


Selain pupuk dan air, kesuburan tanaman suflir juga ditentukan oleh mutu media tanamnya. Bagaimana cara menyiapkan media yang sehat bagi tanaman yang dijuluki “rambut Dewi Venus” ini? Nanny J. Lomboan akan menuntun kita cara meramu medianya.
Di alam, tanaman suflir (Adiantum spp) tumbuh dalam beragam kondisi. Lingkungan tumbuhnya pun tidak kelewat khusus. Di alam bebas bisa kita temui jenis suflir yang bisa tumbuh subur, baik di keteduhan maupun langsung tertimpa sinar matahari.

Sementara suflir budidaya umumnya lebih menyukai lingkungan yang cukup terang, tetapi tidak langsung terkena sinar matahari. Kecuali sinar matahari pagi sampai pukul 09.00. media tumbuh yang disukainya pun khusus, yaitu tanah kaya hara yang sarang. Ada 2 jenis campuran media yang bisa dibuat sendiri, yakni ramuan siap pakai dan ramuan tradisional peram.

MEDIA SIAP PAKAI
Untuk membuat media siap pakai, kita harus menyiapkan antara lain mos dari tanaman pakis (alias spagnum), vermikulit, dan perlit. Ketiganya bisa dibeli di toko tanaman hias, khususnya yang menyediakan sarana hidroponik. Kalau sulit mendapatkannya, mos bisa diganti dengan tanah berserasah. Misalnya, tanah dari timbunan sampah organik yang sudah lama. Sedang vermikulit bisa ditukar dengan tanah kebun. Perlit pun bisa diganti dengan pasir.

Campurkan 2 bagian mos/serasah, 1 bagian vermikulit/tanah kebun, dan 1 bagian perlit/pasir. Aduk sampai tercampur benar. Agar cukup mengandung zat hara, campuran media ini mesti dipupuk. Bahan pupuk yang diperlukan adalah NPK (komposisinya bisa 2-10-5, 6-12-6, 10-10-10), TSP, dan kapur pertanian.(contohnya dolomit).

Ke dalam setiap 5 kaleng susu bubuk campuran media tadi bubuhkan 2 sendok teh rata NPK, 1 sendok teh rata TSP, dan 1 sendok teh rata kapur pertanian. Campuran ini lalu diaduk-aduk dan bisa langsung dimanfaatkan sebagai media tanam. Selain itu ia bisa pula digunakan untuk mengecambahkan spora suflir.

MEDIA TRADISIONAL PERAM
Media peram yang dibuat dari campuran tanah dan serasah ini di kalangan pedagang dan pecinta suflir populer dengan sebutan gambut. Untuk meramunya diperlukan tanah kebun, humus serasah bambu (sampah daun-daun bambu yang telah lapuk), pupuk kandang matang, dan sekam padi. Lebih baik lagi kalau ditambahkan juga tanah bekas timbunan tanah organik.

Bila sulit diperoleh, humus serasah bambu bisa diganti dengan cacahan daun bambu kering. Kalau mau, pupuk kandang pun bisa ditukar dengan kompos dedaunan, seperti daun lamtoro, turi, atau kaliandra. Sebagai pengganti sekam padi, bisa dipakai pasir. Keuntungan penggunaan pasir, zat hara mineralnya lumayan tinggi. Cuma sayangnya, pot akan jadi berat.

Campurkan 3 bagian tanah kebun, 2 bagian humus serasah bambu, 2 bagian pupuk kandang, dan 1 bagian sekam padi. Kalau tanah bekas timbunan sampah organiknya ada, tambahkan sebanyak 2 bagian. Aduk rata. Masukkan ke lubang galian yang sudah disiapkan, kemudian siram asal basah. Tutup rapat dengan lembaran plastik hitam dan timbun dengan tanah.

Masih ada cara lain. Campuran disimpan dalam kerobongan kawat ayam berlapis plastik hitam yang sekelilingnya diperkuat dengan patok kayu. Jangan lupa, bagian atas mesti ditutup rapat dengan lembaran plastik hitam. Cara lain lagi yang jauh lebih praktis, campuran cukup digundukkan saja di permukaan tanah lalu ditutup rapat dengan lembaran plastik hitam.

Setelah terperam demikian selama 2-4 minggu, campuran dibongkar dan dibolak-balik. Taburkan pupuk urea, kira-kira 1 sendok makan penuh untuk setiap 1 ember (volume 20 liter) tanah campuran. Selanjutnya, peram lagi selama 1-2. Bongkar campuran media dan taburi dengan insektisida untuk memberantas hama dan fungisida guna mematikan bibit jamur yang ada dalam media. Masing-masing cukup 1 sendok makan rata untuk setiap 1 ember media.

Setelah diangin-anginkan sampai kering, tanah campuran ini baru bisa digunakan. Kalau hendak dipakai sebagai media pengecambahan spora suflir, tanah campuran sebaiknya diremas-remas dan diayak dulu.

Dok. NOVA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...