Selasa, 29 Juni 2010

Kisah Penyilang Puring Gandung Paryono



Setelah sering mendengar nama besar bapak Gandung Paryono dari Jogja sebagai penyilang puring yang ternama, baru malam ini saya berjumpa dengan beliau. Bapak Gandung datang ke Purwokerto menemui bapak Sahlan sahabatnya. Dalam cuaca yang basah karena hujan sejak sore itulah saya berbincang-bincang dengan beliau.
Ternyata pak Gandung menyilang puring sejak tahun 2005, ketika dia menemukan satu pohon puring yang tumbuh dari biji. Pohon tersebut dibesarkan dan ternyata daunnya cantik, maka lahirlah : Magenta, puring temuan bapak Gandung yang pertama.
Selain karena "menemukan tikilan (tetumbuhan) puring" tersebut, penyebab Pak Gandung akhirnya jadi penyilang puring juga karena membaca tulisan dari sebuah majalah, tentang seorang wanita dari Malang yang rajin menyilang puring. Sejak itulah pak Gandung mulai menyilang puring dan lahirlah "Diana" puring silangan pak Gandung yang pertama...
Ditanya tentang kapan waktu yang tepat untuk menyilang, jawabnya adalah pagi hari dan sore hari. Itu ditinjau dari waktu mekarnya bunga puring. Menurut pak Gandung menyilang puring tidak sulit. Karena itulah harga puring silangan tidaklah mungkin semahal harga aglaonema. Tidak seperti Greg Hambali penyilang aglaonema, pak Gandung sebagai penyilang puring tidak pernah menerima pembayaran hingga 660 juta seperti yang pernah terjadi ketika Greg Hambali menjual silangannya : Harlequin. Penjualan puring hasil silangannya hanya berkisar dibawah 150 juta saja. Itupun pembayarannya dicampur dengan tanaman, tidak seluruhnya berwujud uang kontan.
Sayang sekali pak Gandung tidak suka dengan internet dan website. Dia ingin seperti kisah seorang pembuat dasi di Amerika yang terkenal istimewa buatannya. Pelanggannya orang-orang besar termasuk Obama, tapi orang ini tidak banyak melakukan publikasi. Menurut pak Gandung, bila ingin tahu silangan puring terbaru, silahkan telepon saja dia .... Ingin tahu nomornya ? Ini dia : 08122729555
Pak Gandung pria yang sopan dan santun, pintu rumahnya terbuka untuk semua orang yang ingin berkunjung. Alamatnya di Medari Sleman jogjakarta. (Ahita Teguh Susilo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...