Selasa, 29 Juni 2010

Kisah Penyilang Puring Gandung Paryono



Setelah sering mendengar nama besar bapak Gandung Paryono dari Jogja sebagai penyilang puring yang ternama, baru malam ini saya berjumpa dengan beliau. Bapak Gandung datang ke Purwokerto menemui bapak Sahlan sahabatnya. Dalam cuaca yang basah karena hujan sejak sore itulah saya berbincang-bincang dengan beliau.
Ternyata pak Gandung menyilang puring sejak tahun 2005, ketika dia menemukan satu pohon puring yang tumbuh dari biji. Pohon tersebut dibesarkan dan ternyata daunnya cantik, maka lahirlah : Magenta, puring temuan bapak Gandung yang pertama.
Selain karena "menemukan tikilan (tetumbuhan) puring" tersebut, penyebab Pak Gandung akhirnya jadi penyilang puring juga karena membaca tulisan dari sebuah majalah, tentang seorang wanita dari Malang yang rajin menyilang puring. Sejak itulah pak Gandung mulai menyilang puring dan lahirlah "Diana" puring silangan pak Gandung yang pertama...
Ditanya tentang kapan waktu yang tepat untuk menyilang, jawabnya adalah pagi hari dan sore hari. Itu ditinjau dari waktu mekarnya bunga puring. Menurut pak Gandung menyilang puring tidak sulit. Karena itulah harga puring silangan tidaklah mungkin semahal harga aglaonema. Tidak seperti Greg Hambali penyilang aglaonema, pak Gandung sebagai penyilang puring tidak pernah menerima pembayaran hingga 660 juta seperti yang pernah terjadi ketika Greg Hambali menjual silangannya : Harlequin. Penjualan puring hasil silangannya hanya berkisar dibawah 150 juta saja. Itupun pembayarannya dicampur dengan tanaman, tidak seluruhnya berwujud uang kontan.
Sayang sekali pak Gandung tidak suka dengan internet dan website. Dia ingin seperti kisah seorang pembuat dasi di Amerika yang terkenal istimewa buatannya. Pelanggannya orang-orang besar termasuk Obama, tapi orang ini tidak banyak melakukan publikasi. Menurut pak Gandung, bila ingin tahu silangan puring terbaru, silahkan telepon saja dia .... Ingin tahu nomornya ? Ini dia : 08122729555
Pak Gandung pria yang sopan dan santun, pintu rumahnya terbuka untuk semua orang yang ingin berkunjung. Alamatnya di Medari Sleman jogjakarta. (Ahita Teguh Susilo)

Senin, 28 Juni 2010

Bougenvile




Bakalan Bonsai 2




Bakalan bonsai ini bernama Rukem, atau Gondorukem...
Harga Rp 300.000,-

Bakalan Bonsai




Harga Rp 150.000,- Belum termasuk ongkos kirim

Euphorbia Putih


Harga Rp 20.000,- per pohon

Sabtu, 26 Juni 2010

Puring Apel



Harga Rp 40.000,-

Puring Apel Tiger


Harga Rp 30.000,-

Puring Raja



Harga Rp 50.000,-

Puring Banglor




Harga Rp 60.000,- Belum termasuk ongkos kirim

Samia Gulcas Albino




Harga : Rp 100.000,- per pohon

Bibit Sikas

Sudah Terjual

Harga Rp belum termasuk ongkos kirim
Sudah Terjual

Hookeri Tangkai Merah




Ukuran pohon : Panjang daun sekitar 60 cm
Kondisi : beberapa sudah bertongkol
Harga Rp 30.000,- belum termasuk ongkos kirim

Jumat, 25 Juni 2010

Membuat Tanaman Kemuning Anda Terus Berbunga


Kemuning adalah sejenis tanaman tropis yang sangat mudah dikembang biakan baik secara vegetatif maupun generatif. Bunga dari tanaman ini mempunyai bau yang sangat khas yang membuat wangi lingkungan di sekitarnya.

Pertanyaan sering muncul dari orang-orang yang hanya gemar menikmati baunya tanpa tahu bagaimana cara memunculkan bunganya sebanyak mungkin.

Bersama dengan tulisan ini, saya akan memberikan sedikit trik-trik agar kemuning anda akan berbunga terus dan dalam jumlah yang banyak:

1. Yang paling penting adalah tingkat kesuburan tanah media tumbuh kemuning tersebut. Maka jangan lupa untuk memberikan campuran pupuk kandang setahun sekali di sekitar areal tumbuhnya. Lalu juga berikan pupuk NPK secukupnya (sesuai dengan dosis anjuran yang ada di dalam kemasan NPK tersebut).

2. Rajinlah untuk menggemburkan tanah disekitar batang tanaman kemuning tersebut. Hal ini berguna supaya akar-akar kemuning dapat tumbuh dengan baik dan daya serap akar-akar tersebut terhadap unsur hara disekitarnya juga menjadi maksimal.

3. Ini yang paling penting menurut saya. Rajinlah untuk memangkas tanaman kemuning tersebut, paling tidak 4 bulan sekali. Hal ini berguna, agar kemuning ini segera memunculkan pucuk baru, karena dari pucuk-pucuk inilah akan muncul bunga-bunga yang akan menyegarkan indera penciuman anda.

Tips dari saya ini telah saya lakukan selama 4 tahun dan membuat tanaman kemuning saya menjadi pengharum alami bagi rumah saya.

Dari : kompasiana.com

Kaca Piring Si Pengharum Ruangan


Mungkin Anda punya koleksi tanaman hias yang cukup lengkap di kebun Anda. Namun, tak semua berhenti, lalu membayangkan: Bagaimana caranya dari halaman rumah ini bukan hanya tampil asri tetapi sekaligus bisa memancarkan semerbak wangi?

Nah, kenapa Anda tak mencoba menanam kaca piring saja? Pasalnya, tanaman ini memiliki senyawa kandungan zat minyak terbang. Dan dalam minyak terbang itu antara lain terkandung unsur linalol dan styrolyl. Nah, unsur-unsur itulah yang mampu memancarkan aroma wangi. Maka jadilah, seputar halaman rumah beraroma wangi.

TEMPAT TERBUKA

Tanaman kaca piring (Gardenia augusta) diperkirakan berasal dari Cina atau Jepang, namun sudah lama tumbuh di Indonesia dan sudah ditanam di berbagai tempat. Misalnya, selain di halaman rumah, juga di halaman kantor, di taman-taman rekreasi, atau dipinggir-pinggir jalan sebagai tanaman hias. Kadang-kadang tumbuh secara liar di antara semak-semak dan tegalan.
Tanaman ini termasuk familia Rubiaceae dan mempunyai beberapa nama asing maupun nama daerah, antara lain:

- Belanda: Kaapse Jasmijn
- Inggris: Cape Jasmine
- Sansekerta: Gandharaj
- Sumatera: Menlu Bruek, Raja Putih, Sang Klapa
- Nusa Tengara: Jempiring
- Jawa: Peciring, Cepiring, Ceplok Piring

Kaca piring termasuk tanaman perdu tegak, tingginya sekitar 0,5 - 1,5 meter. Berbunga putih cerah, tunggal, tangkai pendek, dan berbau wangi. Tabung kelopak bunga kecil, pendek, dan berusuk. Mahkota bunga menyerupai terompet, leher bunga berambut, panjang daun mahkota bunga 6 - 9 cm.
Pohon ini berdaun tunggal, duduk daun berhadapan atau berkarang tiga-tiga, serta bertangkai pendek. Helaian daun berbentuk lonjong-bulat telur, bulat telur terbalik atau lanset memanjang. Pangkal daun runcing, berujung runcing, permukaan bagian atas berwarna hijau tua, dan dilapisi oleh hars yang mengkilat.

Tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat-tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Juga cocok ditanam di daerah yang tingginya sekitar 400 - 600 meter di atas permukaan laut. Seandainya ditanam di tempat yang agak terlindung, kendati masih bisa hidup dan berbunga, namun hasilnya tidak sebaik di lokasi yang terbuka.

SAMBUNG PUCUK

Perbanyakan kaca piring lazimnya dilakukan dengan stek batang dan pencangkokan. Tapi, tidak tertutup kemungkinan perbanyakan tanaman dilakukan dengan cara sambung pucuk. Apa maksudnya?
Akhir-akhir ini para pecinta tanaman hias rela mengeluarkan uang untuk mengimpor beberapa jenis kaca piring hibrida dari Belanda. Ada yang memiliki bunga lebih besar dan lebih putih cerah. Ada pula yang tingkat kewangiannya mencolok, dan sebagainya. Nah, dengan cara sambung pucuk ini, dimaksudkan agar dalam satu pohon mempunyai beberapa jenis kaca piring. Dengan demikian, wanginya bisa bertambah dan nilai estetikanya makin cantik.

Tata cara melakukan sambung pucuk tanaman kaca piring sebagai berikut:
- Pilih cabang sehat, lurus, dan berdiameter 1 - 1,5 cm.
- Potong cabang tersebut, lalu belah ujungnya pada bagian tengah sedalam 1,5 cm sehingga membentuk celah.
- Potong sepanjang 15 cm, dan tajamkan kedua sisinya.
- Tancapkan pucuk tersebut pada celah batang bawah, hingga kedua sisi kulitnya bersinggungan.
- Ikat menggunakan tali plastik, lalu pucuk entres ditutup plastik bening selama 4 - 7 hari
- Silakan diamati: bila batang pucuk tampak hijau berarti ada tanda-tanda kehidupan, tapi bila pucuknya mengering berarti gagal.
- Plastik tutup dilepas, setelah ada tanda-tanad entres tumbuh.

PENANANAMAN DAN PEMELIHARAAN

Tanah halaman rumah diolah dan diberi pupuk kandang. Kemudian, buat lubang sedalam 30cm, dengan jarak antar-lubang 50 cm. Setelah itu, bibit yang telah siap pun bisa ditanam. Di tahap ini jangan lakukan penyiraman. Sebaiknya lakukan pemupukan, yakni berupa pupuk NPK sebanyak 1 sendok teh per tanaman. Lakukan setiap 2 - 3 bulan sekali. Jika perlu, tambah dengan pupuk daun, misalnya Gandasil B dengan konsentrasi 2 gram per liter air.

Yang menjengkelkan, adanya serangan hama thrips. Dia menghisap cairan dari permukaan daun, hingga muncul bercak putih. Bercak itu akan berubah menjadi cokelat, lalu daun mati dan gugur. Tindak pengendaliannya bisa disemprot dengan insektisida, misalnya Thiodan 2 cc/liter air, atau Decis 0,5 cc/liter air.

KHASIAT DAUN

Siapa sangka dari kaca piring, terutama daun-daunnya, bisa dipakai untuk pengobatan? Mau bukti, silakan coba:

- Diabetes
Ambil saja 12 lembar daun kaca piring, kemudian direbus dalam dua gelas air. Biarkan mendidih sampai tinggal setengahnya. Silakan diminum sekaligus, dan ulangi secara rutin setiap hari.

- Demam
Sediakan 7 lembar daun kaca piring dan satu potong gula batu. Daun itu diremas-remas dengan `segelas air, lalu saring. Tambahkan gula batu, diaduk-aduk sampai merata. Saringlah, kemudian minum hingga rasa demamnya amblas.

- Sariawan
Siapkan 7 lembar daun kaca piring, 2 sendok makan madu, dan 1 potong gula batu. Caranya, daun diremas-remas dan ditambah dengan 1 cangkir air, lalu disaring. Hasil saringan dicampur dengan madu dan gula batu, lalu diaduk sampai merata. Silakan diminum, dan dilakukan setiap 2 hari sekali.

Dari : tamanroyal.com

Teknik Perbanyakan Sirih Merah


Tanaman sirih merah (Piper crocatum) lebih umum dikembangbiakkan secara vegetatif atau aseksual. Secara alami tanaman sirih merah sulit diperbanyak dengan biji. Perbanyakan dengan cara tersebut mempunyai keuntungan yang terpenting adalah mewarisi sifat genetik dari tanaman induknya.

Perbanyakan tanaman sirih merah secara vegetatif dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni stek, cangkok dan perundukan.

1. Stek
Stek merupakan potongan organ vegetatif (akar, batang, daun, dll) tanaman yang digunakan untuk perbanyakan tanaman, dengan maksud agar bagian tersebut membentuk akar. Stek yang dapat digunakan untuk tanaman sirih merah ini adalah dengan cara stek batang.

Alasan mengapa perbanyakan melalui stek batang adalah karena stek merupakan cara yang sederhana, murah dan cepat. Jumlah bibit yang dihasilkan dari satu tanaman induk lebih banyak. Seluruh bibit yang dihasilkan memiliki sifat genetis yang sama dengan tanaman indukknya.

Tahap-tahap pembibitan tanaman sirih merah dengan cara stek dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Pilih tanaman induk yang sehat dan memiliki batang kokoh sebesar tusuk sate bambu atau lebih baik bisa lebih besar. Lebar daun sedang atau bisa lebih dan tebal. Berdasarkan pengalaman penulis, bahan stek dengan batang dan ukuran daun kecil, maka akan menghasilkan bibit yang berukuran kecil pula dan cenderung tanaman kurang mampu berkembang dengan baik.

b. Potong batang tersebut menjadi satu atau dua ruas dengan syarat masing-masing ruas masih memiliki daun. Jika bahan stek yang digunakan 2 ruas, minimal salah satu ruasnya memiliki daun tetapi lebih baik kedua ruas berdaun. Bahan stek dengan ruas tanpa daun, prosentase tumbuh sangat kecil, atau bahkan tidak dapat tumbuh sama sekali. Karena proses fotosintesis yang terjadi tidak sempurna, sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan bibit stek.

c. Rendam bahan stek tersebut ke dalam air bersih selama 15 – 30 menit. Untuk hasil yang lebih baik dan mengurangi resiko kegagalan pertumbuhan bibit stek, air rendaman dapat ditambah vitamin B1 yang khusus untuk tanaman atau yang biasa dijual di apotik dalam bentuk tablet. 1 ml vitamin B1 dilarutkan dalam 1 liter air bersih. Atau 1 tablet /1 liter air. Rendam bahan stek tersebut selama 30 menit atau lebih. Vitamin B1 mengandung tiamin yang berfungsi untuk mempercepat pembelahan sel pada meristem akar.
Berdasarkan uji coba dan pengalaman penulis, bahan stek yang direndam dalam larutan vitamin B1 selama ± 24 jam dengan 1 ruas diperoleh tingkat keberhasilan 90%. Selain itu pertumbuhan tunas dan akar lebih cepat bila dibandingkan dengan yang tidak direndam dengan vitamin B1.
Bahan stek dapat juga direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) terlebih dahulu seperti Rootone F atau Atonik. Cara menggunakan Rootone F adalah olesi pangkal stek dengan ZPT tersebut yang telah dibuat pasta agak encer, karena Rootone F berbentuk serbuk. Kemudian diangin-anginkan sebentar. Bila menggunakan ZPT Atonik, caranya adalah larutkan Atonik sebanyak 1 ml dalam 1 liter air bersih, kemudian rendam bahan stek tersebut selama 15 menit. Setelah itu angkat dan diangin-anginkan sebentar, baru ditanam. Tujuan perlakuan ZPT adalah untuk merangsang pembentukan akar sehingga mempercepat pertumbuhan tunas stek.

d. Siapkan tempat penyemaian berupa pot bibit berdiameter 10 cm atau polybag yang sudah dilubangi bagian bawah dan samping. Kemudian diisi campuran media semai berupa hasil ayakan pakis (berupa serbuk menyerupai tanah), pasir,arang sekam,pupuk organik dengan perbandingan 4:2:2:1. Selain media diatas dapat juga menggunakan campuran humus daun bambu, arang sekam, pasir, pupuk organik dengan perbandingan 4:4:2:1. Atau bisa juga dimodifikasi sendiri oleh pembibit. Untuk mencegah adanya hama dalam media semai tersebut, sebaiknya ditabur Furadan 3G sebanyak satu ujung sendok teh per polybag. Kemudian media disiram dengan air bersih hingga cukup basah.

Pada dasarnya, media semai yang digunakan untuk stek sirih merah ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Cukup kompak (firm and dense)
2. Mempunyai kapasitas pegang air (Watter holding capacity) yang baik/tinggi.
3. Mempunyai aerasi yang baik.
4. Bebas dari benih gulma, nematoda, jamur, bakteri patogenik dan musuh alami lainnya.
5. Menyediakan unsur hara esensial bagi tanaman.

e. Tanam bahan stek tadi pada media semai dengan tepat dan benar. Perhatikan letak mata tunas pada ketiak daun menghadap keatas dan jangan sampai terbalik. Usahakan buku (letak daun, mata tunas dan akar serabut) tertutup media sedalam 0,5 cm – 1 cm dari permukaan media. Hal ini disebabkan jika terlalu dalam, maka mata tunas dan akar cepat membusuk. Setelah ditanam, siram kembali dengan air bersih agar stek tidak layu. Letakkan bibit stek tersebut di tempat yang teduh dan sejuk, jangan terkena sinar matahari langsung.

f. Pemeliharaan bibit stek. Penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau. Pada musim hujan cukup 1 kali sehari atau sesuai kondisi, jika media terlalu basah tidak perlu disiram. Untuk memperkuat pertumbuhan bibit, dapat disiram dengan larutan vitamin B1 seminggu sekali. Kurang lebih pada umur 2 minggu, tunas akan muncul kepermukaan media. Pada umur 4 minggu memiliki daun 2 sampai 3 lembar berasal dari tunas baru (daun asal bahan stek tidak dihitung), dan akar tanaman dari pangkal batang sudah panjang memenuhi bagian dasar polybag / pot. Bibit siap untuk dipindah tanam ke pot yang berukuran lebih besar atau langsung ke tanah.

2. Cangkok ( Marcottage atau air layerage)
Perbanyakan sirih merah dapat juga dilakukan dengan cara mencangkok. Cangkok pada prinsipnya adalah mengusahakan perakaran dari suatu cabang tanaman tanpa memotong cabang tersebut dari tanaman induknya. Perbanyakan dengan cara ini memiliki kelebihan diantaranya, tanaman memiliki sifat-sifat unggul tanaman induknya dan tanaman lebih cepat berproduksi.
Teknik pencangkokan tanaman sirih merah ini berbeda dengan tanaman lain pada umumnya, yaitu hanya menempelkan media tanam pada bagian buku tanaman dan dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.

Tahap-tahap pencangkokan sirih merah dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Bagian buku tanaman yang akan dicangkok, sebaiknya terlebih dahulu disemprot dengan larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) perangsang akar dengan konsentrasi 1 ml/liter air (sesuai anjuran) atau larutan vitamin B1. Penggunaan ZPT atau vitamin B1 ini berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan dan pembentukan akar sehingga akan mempercepat pula terhadap pembentukan tunas pada ketiak daun. Bila tidak menggunakan cara tersebut juga tidak apa.

b. Siapkan media tanam. Media yang digunakan hampir sama dengan pembibitan stek, yaitu hasil ayakan akar pakis (berbentuk serbuk seperti tanah, arang sekam dan pupuk kandang kambing halus dengan perbandingan 4:2:1. atau dapat juga menggunakan campuran media tanah dan pupuk kandang saja dengan perbandingan 2:1. Campuran media tersebut kemudian ditempelkan pada buku dan bungkus dengan plastik yang sudah dilubangi.

c. Selanjutnya siram cangkokan tersebut dengan menggunakan air bersih hingga seluruh media basah.

d. Setelah satu bulan, akar sudah tumbuh memenuhi media. Potonglah batang yang berada di bawah cangkokan. Buka bungkus cangkokan tersebut dan tanam dalam pot atau langsung di tanah. Bibit dengan cara cangkok, memiliki persentase tumbuh 90% sampai 100%.

3. Merunduk (Layering)
Perbanyakan sirih merah ini dapat pula menggunakan sistem runduk. Prinsip dari perundukan adalah merangsang (menstimulasi) terbentuknya akar atau tunas sebelum dipisahkan dari induknya.

Tahap-tahap merunduk dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Sediakan beberapa polybag atau pot dengan diameter 12 cm yang sudah diberi media tanam dan dijajar di sebelah tanaman induk. Media tanam yang digunakan sama dengan cara stek atau cangkok. Dapat juga hanya menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1. Sebagai bahan tanaman induk adalah tanaman sirih merah yang mempunyai sulur dengan panjang 2 meter atau lebih.

b. Rentangkan sulur tanaman sirih merah, kemudian tanam ruas-ruas batang yang berakar dengan dirundukkan pada polybag-polybag yang telah dipersiapkan.

c. Kemudian siramlah tanaman tersebut sehari sekali atau melihat kondisi. Apabila media masih basah tidak perlu disiram. Secara umum, pada musim kemarau kondisi media cenderung lebih cepat mengering, sehingga perlu penyiraman lebih intensif. Begitu juga sebaliknya, pada saat musim hujan media cenderung lebih lembab, dan penyiraman dilakukan bila perlu.

d. Setelah kurang lebih 1 bulan, pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman sudah mulai banyak dan kuat. Selanjutnya masing-masing bibit dapat dipisahkan per polybag. Tanam bibit-bibit tersebut pada media yang lebih besar atau dapat langsung ditanam di pekarangan rumah yang telah disediakan.

Dari : rawabelong.com

Tabulampot Klengkeng


Secara umum terdapat dua tipe klengkeng yaitu klengkeng tropika dan subtropika (temperate). Namun akhir-akhir ini kian populer dengan adanya klengkeng yang sudah diadaptasikan dengan iklim tropika. Untuk jenis yang pernah populer adalah klengkeng pimpong dan diamond river. Keduanya dapat berbuah dengan mudah didalam pot tanpa induksi pembungaan.Berbeda dengan jenis unggul klengkeng itoh dimana harus ada proses induksi pembungaan dengan diberi Kalium Klorat (KCL03) atau Natrium Klorat (NaCL03). Induksi adalah proses perangsangan pada pohon agar berbuah / berbunga.


Lantaran sifat unggulnya, klengkeng diamond river, pimpong,dan itoh sempat laris di pasaran. Dalam setahun, ada nursery yang bisa menjual kurang lebih 35.000 batang dimana kebanyakan pembelinya adalah para hobiis. Namun akhir-akhir ini banyak pekebun-pekebun mulai membeli pohon tersebut guna memenuhi permintaan buah klengkeng yang sampai sekarang masih diimport dari negara-negara tetangga.

Untuk klengkeng pimpong, pada umur 3 tahun perpohonnya bisa menghasilkan buah sampai 25 kg dan untuk klengkeng diamond river bisa mencapai 40 kg perpohonnya, itu belum termasuk bila ada panen susulan. Kedua klengkeng tersebut selain jumlah buahnya yang banyak juga sangat mudah ditanam di pekarangan rumah atau di dalam pot karena tidak memerlukan perlakuan yang khusus,cukup dengan pemberian pupuk kandang secara berkala. Untuk klengkeng pimpong, dalam kondisi prima buahnya bisa mencapai diameter 3-4 cm, sedangkan untuk klengkeng jenis lain hanya bisa mencapai diameter 2.5 cm. Namun untuk ukuran banyaknya dompolan buah, diamond river tetap lebih unggul meski untuk klengkeng itoh bisa mencapai 4 kg setiap dompolannya yang berisi kurang lebih 80 butir buah klengkeng.

Semoga catatan ini bisa menginspirasi anda untuk memilikinya dimana bisa anda tanam di pekarangan rumah anda ataupun di dalam pot sebagai penghias pekarangan rumah anda.

SELAMAT MENCOBA.

Agus Sudarto

Dari kebonkembang.com

Kamis, 17 Juni 2010

Kebun Anthurium Jemani

Gambar-gambar disebuah kebun Anthurium
Indukan Anthurium

Indukan Anthurium Jemani

Indukan Anthurium Jemani

Deretan Anthurium Jemani dengan harga bervariasi mulai dari 20.000 hinga Rp 100.000

Puring Concord Brasil


Harga Rp 75.000,-

Puring Victorian Lobster


Harga Rp 100.000,-

Minggu, 13 Juni 2010

Aglaonema Siam Aurora



Harga mulai 15.000,-

Puring Arwana

Harga mulai 15.000,-

Puring Arwana


Harga mulai Rp 35.000,-

Puring Mawar


Puring Mawar Rp 40.000,- belum termasuk ongkos kirim

Puring Oscar


Puring Oscar Harga Rp 10.000,- belum termasuk ongkos kirim

Puring Sendok Mas

Puring Sendok Mas, harga mulai Rp 5.000,- sampai 15.000,- belum termasuk ongkos kirim

Puring Walet



Puring Walet Harga Rp 15.000,- belum termasuk ongkos kirim
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...