Sabtu, 28 Agustus 2010

Adenium Tumpuk


Adenium Tumpuk Tetap Ditunggu

Setelah menikmati booming dalam tahun-tahun terakhir, kini para pedagang tanaman hias mengalami masa sulit. Bisnis mereka tengah terpuruk. Hanya beberapa jenis tanaman hias saja yang masih bisa bertahan.

Adenium, salah satu yang bertahan. Tanaman berjulukan mawar gurun ini tetap ditunggu para pecinta dan kolektor tanaman hias karena warna dan keanekaragaman bentuk bunganya. Harganya relatif stabil. Kalau naik pun, tidak fantastis tanaman hias lain. Pebisnis tentu masih ingat dengan anthurium yang dua tahun lalu harganya naik gila-gilaan, tetapi setahun terakhir nyaris tidak laku.

Memang, adenium, menurut Ir. Slamet Budiarto dari Godong Ijo Nursery di Parung, Bogor, mempunyai kelebihan dibandingkan tanaman lainnya, “Mulai dari bonggol, batang hingga daunnya bisa dinikmati pecintanya.” Sementara itu, Furqon dari Fatih Nursery juga di Poltangan, Jakarta Selatan ini. mengamati, di beberapa pameran tanaman hias dan kontes adenium banyak diminati hobiis pemula maupun yang sudah kawakan. Rata-rata hobiis baru membeli adenium untuk dibawa pulang. “Pasar adenium ini akan bergairah lagi dengan adanya bunga jenis baru tumpuk dua dan tumpuk tiga,” ungkap Ipunk, sapaan akrabnya.

Didominasi Bunga Tumpuk

Slamet berpendapat, adenium mempunyai penggemar tersendiri. Ini terlihat dari ketertarikan mereka pada keindahan bunga, bonggol, dan batangnya yang bisa dibuat suatu karya seni nan indah. “Selain itu perawatan adenium sangat mudah sehingga bisa menjadi tanaman yang memiliki tren jangka panjang,” tambahnya.

Tahun ini, menurut Ipunk, pasar adenium akan diramaikan oleh jenis bunga tumpuk dengan berbagai corak. Ia memprediksi, sekitar dua bulan mendatang, adenium jenis ini akan mengalami perkembangan permintaan yang cukup signifikan. “Bunga tumpuk akan terus dicari hobiis setelah mereka bosan dengan tanaman adenium dengan bunga satu petal. Bahkan bunga yang ditampilkan nanti layaknya bunga mawar,” jelas pemilik kebun di Poltangan, Jakarta Selatan ini.

Ipunk menambahkan, “Pertama kali jenis amazing triple keluar dibandrol dengan harga Rp300 juta per 10 batang. Inilah yang membuat tidak semua orang bisa memilikinya, tapi setelah kami bisa mengembangkannya, harga pun turun drastis.” Saking tingginya permintaan, beberapa jenis adenium berbunga tumpuk miliknya ludes meskipun bunga belum terlihat atau mekar. “Kami sampai kehabisan stok, dari 100—300 tanaman yang kami jual, semuanya sudah dipesan. Bahkan masih ukuran bonggol besar dan entres yang baru tumbuh sekitar 5—10 cm,” jelas pria yang sudah lima tahun mengembangkan adenium.

Kini pasaran adenium jenis valentine rose, Black Cristal, double violet, triple violet, triple dark lord, triple amazing, blushing bride, double santa claus, dan fluter berkisar Rp150 ribu—Rp250 ribu per pot

Agar Rajin Berbunga

Supaya hobiis mendapatkan adenium sesuai keinginannya, Ipunk menyarankan membeli di tempat yang terpercaya dan melihat sendiri bunganya. Soalnya, “Masih banyak penjual nakal yang mengatakan jenis double santa claus misalnya, setelah bunga itu mekar ternyata jenis lain,” katanya.

Setelah jenisnya pas, tinggal dirawat sebaik-baiknya. Cara perawatannya tidak istimewa. Lakukan pemangkasan pada tanaman. Jangan biarkan batangnya tumbuh memanjang karena terkesan berantakan. Selain itu, penyiraman tidak disarankan terus menerus lantaran tanaman ini tidak begitu suka air berlebih. “Kalau mau rajin berbunga, media tanam harus kering selama satu minggu. Minggu berikutnya siram dengan pupuk yang memiliki kandungan PK tinggi,” Ipunk membagi tipsnya.

Pupuk dengan kandungan PK itu tinggi dicampur air. Pemberiannya berselang satu sampai dua hari jika musim kemarau. Sebaliknya pas hari-hari hujan, tidak perlu disiram. Penyiraman larutan pupuk tersebut dilakukan saat hari panas.

Untuk memperoleh bunga dalam satu tanaman dengan beragam warna dan bentuk, hobiis bisa melakukan penempelan beberapa entres dari jenis adenium yang disukai. Penempelannya dengan cara flat ataupun V yang seperti penempelan adenium bunga petal satu. Hasil tempelan tersebut ditutup dengan plastik dan diikat. Setelah 10 hari dilepas karena tempelan sudah merekat. “Begitu dilepas dua tiga hari akan keluar mata tunas. Dan rata-rata tiga bulan, tanaman tersebut akan bisa mengeluarkan bunga,” ungkap Ipunk berdasar pengalamannya.

Batang induk yang ditempeli sebaiknya dipilih bonggol yang besar. Semakin besar bonggol bawah, semakin cepat tumbuh entresnya. “Pertumbuhan entresnya pun semakin pesat,” katanya. Sedangkan entres yang akan ditempelkan, pilih entres yang sehat dan panjang agar bisa mendapatkan sambungan yang banyak dalam satu batangnya. Batang yang akan ditempelkan tersebut sebaiknya yang gemuk.

Tri Mardi Rasa

Dari : agrina-online.com

Rabu, 18 Agustus 2010

Bingkisan Dari Kawasan Tropis


Bentuk daun beragam ada perubahan warna dari muda hingga tua. Di habitat` aslinya, tumbuh di bawah naungan hutan tropis. Kehadirannya di taman menjadikan suasana tropis Lebih kental. Suplir sudah menjadi tanaman hias sejak lama dan penggemar setianya selalu bejibun.

Walaupun tanaman ini 'hanya' nampak hijau, namun punya detail yang menarik. Bentuk daunnya beragam. Untuk beberapa jenis, ada pertumbuhan warna dari daun muda (pucuk) menjadi tua. Dari merah muda, menjadi hijau keputihan lantas menjadi hijau. Lebih dari itu, merawat suplir memang punya tantangan tersendiri.

Jika terpapar terlalu banyak sinar matahari, daunnya terbakar. Jika terlalu banyak air pun, daun akan busuk. Karenanya, formula yang tepat menjadi antangan hobiis.

Media porus
Suplir bisa ditampilkan sebagai tanaman pot maupun elemen taman. Kehadirannya membuat suasana tropis langsung terasa. Di habitat aslinya, suplir tumbuh di kawasan lembap hutan tropis. Sebagai tanaman pot, Wiwiek Afianto, hobiis suplir di Malang menggunakan media kompos (kaliandra), tanah, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Ada juga yang menambahkan dengan pasir jika tanah terlalu lengket.

"Suplir suka tempat teduh. Makanya ini saya taruh di rumah plastik," kata Anita Siregar, kolektor suplir di Ciwidey, Bandung. Menurutnya, kebutuhan hidup suplir tak jauh beda dengan begonia koleksinya. Memang, di kawasan berhawa sejuk, suplir tumbuh lebih bagus. Walaupun ada beberapa jenis yang daptif, dari daerah panas hingga suhu rendah. Sebenarnya tak harus punya rumah plastik untuk merawat suplir. Anda bisa meletakkannya di teras rumah yang ternaungi tetapi masih terkena sinar matahari pagi.

Suplir yang ditanam di pot lebih fleksibel untuk diatur. Sebagaimana yang dilakukan Muhammad Suwed di Bogor, suplir diletakkan di teras dan sekitar tangga. Lain halnya jika ditanam di tanah, tidak mudah untuk dipindah-pindah. Apa lagi jika sudah besar. Di taman, suplir digunakan sebagai tanaman
filler maupun border. Syarat penamannya pun sama, harus ada naungan. Karenanya, biasanya diletakkan di bawah pohon besar. Kehadiran suplir di taman menghadirkan suasanan alam tropis yang teduh.

Tips: Merawat suplir

1. Penyiraman dilakukan dengan disemprot (hindari pengguyuran). Pastikan air tidak menggenang.
2. Bila tidak tahu pasti, hindari pemupukan dengan pupuk kimia buatan. Karena tanaman ini rentan, bisa mengkibatkan kebusukan. Lebih bagus bila menggunakan pupuk alami.
3. Ganti media jika sudah sesak rumpunnya.


Teks: Titik K
Majalah Garden


http://www.floralimages.co.uk/images/adiantum_venustum_1076.jpg

Jumat, 13 Agustus 2010

Okulasi TEKNOLOGI PEMBIBITAN JERUK BESAR BALI

I. PENDAHULUAN
Jeruk besar Bali (citrus maxima. Merr) yang lazim disebut dengan nama jeruk
Bali merupakan salah satu buah yang hampir dikenal oleh seluruh Iapisan
masyarakat Bali dan sebagian besar masyarakat di luar Bali. Prospek
pemasarannya cukup baik dan yang perlu mendapatkan perhatian adalah
bagaimana meningkatkan produksinya.
Penanaman jeruk Bali, baik yang berskala kecil maupun besar (berorientasi
agribisnis), harus diawali dengan pembibitan. Keberhasilan pengusahaan
tanaman jeruk ditentukan oleh tersedianya bibit bermutu, yaitu bibit yang bebas
penyakit, murni, identik dengan induknya, tidak cacat serta penangkarannya
telah dilakukan dengan benar dan tepat melalui program sertifikasi bibit.
Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari okulasi dan sambung pucuk. Bibit
tersebut merupakan gabungan bibit semai dan cabang entris dari varietas
unggul, yang produksi dan mutu buahnya baik. Dengan bibit asal okulasi dan
sambung pucuk akan diperoleh tanaman yang berakar kuat, tumbuhnya subur,
buahnya banyak dan mutu buahnya tinggi. Salah satu dari cara diatas yaitu
okulasi akan disajikan di bawah ini
II. OKULASI
Okulasi adalah menempelkan mata tunas tanaman lain kepada batang muda dan
dari varietas yang sama, atau antara varietas dalam species. Dengan okulasi
sifat-sifat baik dari kedua tanaman (batang bawah dan mata tunas dari batang
lain disatukan).
1. Syarat-syarat tanaman batang bawah
- Mempunyai pertumbuhan yang baik dan perakaran yang kuat.
- Tahan terhadap kekurangan dan kelebihan air.
- Berasal dari tanaman yang subur serta tahan terhadap penyakit
sehingga dapat hidup bersama (compatible).
- Bibit yang berasal dari biji nuselus dijadikan batang bawah,
biasanya jeruk Rough Lemon (RL) atau Japanesche Citroen (JC).
- Jenis jeruk ini mempunyai beberapa keunggulan yaitu penyebaran
akar dalam tanah cukup lugs, baik secara lateral maupun vertikal.
- Mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap kekeringan.
a. Cabang untuk mata tempel yang sesuai untuk okulasi.
b. Batang bawah yang sudah dikelupaskan kulitnya dan dipotong.
c. Mata tempel yang sudah jadi.
2. Penyemaian dan pemeliharaan benih batang bawah
- Penyemaian benih dilakukan dalam bak persemaian atau
bedengan.
- Media persemaian, merupakan campuran pupuk kandang dan pasir
yang telah diayak dengan perbandingan 1:1.
- Media persemaian sudah disuci-hamakan baik secara kimia
maupun fisik dan belum pernah ditanami jeruk.
- Persemaian diberi naungan plastik yang dapat dibuka atau ditutup.
- Setelah benih ditanam di persemaian, disiram setiap hari agar tidak
kering.
- Pemupukan dengan NPK diberikan dengan takaran 2 gr/liter air
disiramkan merata.
- Lakukan pengendalian jika terdapat serangan hama/penyakit.
- Setelah batang bawah berumur 6 bulan sudah dapat disambung
atau diokulasi.
3. Syarat-syarat tanaman batang atas
- Berproduksi tinggi/berbuah banyak.
- Bentuk buah baik/sempurna dan rasanya enak.
- Tahan terhadap hama dan penyakit.
- Digemari oleh banyak orang karena mempunyai sifat-sifat unggul.
- Ranting/cabang yang baik berbentuk bulat dan silendris.
4. Peralatan dan bahan-bahan yang perlu disiapkan
- Pisau okulasi yang tajam dan bersih.
- Tali plastik atau rafia untuk mengikat mata tempel ke batang
bawah.
- Kain lap untuk membersihkan batang pangkal bawah.
- Gunting pangkas untuk membuang tunas-tunas liar.
5. Cara kerja
- Pangkal bawah pohon yang akan ditempel terlebih dahulu
dibersihkan dengan kain lap.
- Kira-kira 20 cm diatas tanah, kulit pohon pangkal bawah dipotong
melintang atau diiris seperti bentuk huruf U terbalik.
- Sebelah kiri dan kanan potongan/irisan kulit dikorek ke bawah
dengan ujung pisau sepanjang 3 cm.
- Bagian kulit yang telah dipotong dan ditoreh itu kemudian diangkat
dan dikelupaskan ke bawah sepanjang 3 cm.
- Kira-kira 2/3 bagian dari kulit yang telah dikelupaskan tadi dipotong
dan sisanya yang 1/3 lagi digunakan untuk menjepit kulit mata yang
akan ditempelkan.
- Setelah cabang/dahan untuk batang atas tersedia, mata tunasnya
segera disayat dari dahan tersebut. Kulit dahan bermata tunas
(eritris) diiris tipis-tipis beserta kayunya sepanjang 3 cm, kemudian
dipotong.
- Irisan kulit bermata dicongkel dan dilepaskan dengan ujung pisau.
Pekerjaan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, jangan
sampai kulit rusak, robek atau kotor.
- Kulit tempelan segera diletakkan pada celah batang bawah yang
telah disiapkan hingga benar-benar pas dan dijepit dengan bagian
kulit yang disisakan. Cara menaruhnya jangan sampai terbalik.
- Setelah kulit calon batang atas menempel, tempelan tersebut harus
segera diikat. Cara mengikatnya dari bawah ke atas, kira-kira 1 cm
diatas tempelan. Mata tunas jangan tertutup oleh tali pengikat tetapi
harus tersembul.
- Setelah 3 minggu sejak penempelan tali ikatan dibuka dan
tempelan diperiksa. Apabila keadaannya tetap hijau segar, berarti
tempelan berhasil, tetapi bila warnanya coklat atau kuning, berarti
penempelan gagal.
- Apabila tempelan berhasil, batang bawah dilengkungkan atau
dipatahkan pada ketinggian 2-3 cm diatas tempelan. Hal ini
dimaksudkan agar mata tunas tempelan dapat tumbuh tanpa
disaingi oleh tunas-tunas lain.
- Apabila tempelan tidak jadi masih dapat dibuat tempelan lagi pada
tempat yang lain, misalnya di bagian samping atau belakangnya.
- Setelah tempelan berhasil menjadi tanaman baru dan keadaannya
sudah cukup dewasa (jumlah cabang dan ranting cukup serta
berdaun banyak untuk berasimilasi) batang yang dilengkungkan
atau dipatahkan tadi dipotong miring dan dibuang.
- Bekas potongan harus dilumuri atau ditutup dengan parafin atau
cat.
- Beberapa lama kemudian tanaman dapat dipindahkan ke dalam
kantong plastik hitam (polybag) dan diisi tanah yang dicampur
pupuk secukupnya, disirami setiap tanahnya keying.
- Bibit yang sudah cukup besar dalam kantong plastik siap untuk
dipasarkan.
Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Denpasar
Jl. By Pass Ngurah Rai P.O Box 3480, Denpasar Bali
Sumber : A. Supriyanto (2000). Budidaya Jeruk Besar IPPTP Tlekung
Dari : pustaka-deptan.go.id

Jumat, 06 Agustus 2010

Jaringan Pada Tumbuhan


Jaringan Meristem

Jaringam meristem adalah jaringan muda yang terdiri dari sekelompok sel-sel tumbuhan yang aktif membelah. Ciri-ciri sel yang menyusun jaringan meristem adalah ukuran selnya kecil,sel berdinding tipis, mempunyai nukleus yang relatif besar,vakuola berukuran kecil, banyak mengandung sitoplasma, selnya berbentuk kubus.

Sel-sel meristem membelah terus untuk menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil pembelahan akan tetap berada dalam jaringan meristem dan disebut sel inisial atau sel permulaan. Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristem disebut derivati


Berdasarkan asal pembentukannya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu :

1. Promeristem.
2. Meristem primer.
3. Meristem skunder.

Promeristem adalah jaringan meristem yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio.

Meristem primer adalah jaringan meristem yang terdapat pada tumbuhan dewasa yang sel-selnya masih membelah. Pada umumnya jaringan meristem primer terdapat pada ujung akar dan ujung batang yang dapat mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi.

Meristem skunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer.Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium.
Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.


Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka ).

Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.

Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.

Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.

Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga. Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.

Jaringan Permanen



Jaringan permanen adalah jaringan yang bersifat non meristematik. Jaringan non meristematik yaitu jaringan yang sel-selnya tidak membelah lagi. Jaringan permanen dibentuk dari hasil defensiasi sel-sel meristem, yang terdiri dari meristem primer dan meristem skunder.

Yang termasuk jaringan permanen :
a. Jaringan epidermis.
b. Jaringan parenkim.
c. Jaringan penyokong.
d. Jaringan pengangkut.
e. Jaringan gabus.

Dari : dhanitroy.blogspot.com

Kambium


Kambium adalah lapisan sel atau lapisan jaringan pada tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem. Ada 2 jenis kambium, yaitu:

* Kambium gabus (cork cambium dalam bahasa Inggris)
* Kambium vaskular/pembuluh (vascular cambium dalam bahasa Inggris)

Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.

kambium (zat kayu) hanya dimiliki oleh tumb dikotil. lihat saja semua pohon-pohon misalnya jati, mangga, jambu, dll itu tumbuhan dikotil. kalau monokotil misalnya perdu2an: cabai, terung, pacar air, dll kan tidak ada kayunya. tapi,sebenarnya ada tumbuhan monokotil yg berkayu misal kelapa, palem,dll.

perbedaan tumbuhan dikotil& monokotil dilihat dari struktur luarnya,
-dikotil: batang pasti berkayu (berkambium), bercabang, akar tunggang, pohon besar.
-monokotil: batang tidak berkayu (sedikit yg berkayu)/ tidak berkambium, tidak pernah bercabang, akar serabut, perdu.

jadi, kambium dijadikan pembeda tumbuhan dikotil & monokotil karena tumbuhan dikotil pasti punya kambium sedangkan monokotil tidak.

Pertumbuhan Sekunder


Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.

- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.

- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.

- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þ bentuk konsentris.

Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.

- ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup
- ke luar membentuk felem : sel-sel mati

Dari : Dari : dhanitroy.blogspot.com dan berbagai sumber.

Kunci Sukses Okulasi : Butuh Ketepatan





Okulasi termasuk cara perbanyakan tanaman yang cukup populer. Pasti sudah banyak yang tahu cara okulasi. Hanya saja okulasi tak bisa sembarangan dilakukan. Harus tahu langkah-langkahnya. Ada beberapa rahasia yang bisa mempengaruhi keberhasilan okulasi. Yuk, kita simak H. Abdul Ghani, dari Sanggar Buana Flora, berbagi rahasia sukses mengokulasi buah.

1. Memilih mata
Ketepatan memilih mata tunas yang akan ditempel merupakan salah satu kunci keberhasilan okulasi. Mata tunas yang dipilih harus yang berpotensi tumbuh. Ciri-cirinya? Pada tanaman jambu dan mangga, pilih mata tunas yang sudah keluar tunas kecil.

Sementara untuk tanaman lain, Adung alias Abdul Ghani menyarankan mata yang sama sekali belum bertunas. Untuk mangga dan duren sering diakali dengan cara perompesan/pelerengan. Caranya? Pangkas habis daun pada pucuk pohon mangga. Perompesan daun akan memacu tumbuhnya tunas baru. Nah, tunas baru itulah yang bisa dipakai.

2. Cara menyayat
Perhatikan juga cara membuat sayatan batang induk dan batang atas. Kayu dari pohon induk tak boleh tersayat. Bahkan kambium, semacam lendir licin yang menempel pada kayu induk tak boleh hilang. Soalnya kambium berfungsi untuk lalu-lintas makanan dari daun ke tubuh tanaman. Kalau kambium hilang suplai makanan ke mata tempel tidak ada. Tunas baru pun tidak bakal tumbuh. Tak boleh ada kayu yang tertinggal di kulit mata tempel. Supaya mudah dalam membuat sayatan, potong cabang yang akan diambil mata tempelnya. Siapkan dulu mata tempel dari cabang atas. Baru kemudian sayat pohon induk. Tujuannya agar kambium tidak kering. Pakailah pisau yang tajam dan steril supaya hasil sayatannya rapi dan higienis.

3. Cara mengikat
Mengikat mata tempel juga tidak boleh sembarangan. Ikatan harus rapat sampai angin tak bisa masuk ke tempelan. Harus pas, tidak boleh terlalu kencang tidak juga terlalu longgar. Kulit mata tunas menempel dengan sempurna sudah cukup. Kalau
terlalu kencang, bisa tercekik.

Mata tunas boleh ikut ditutup, boleh juga tidak ditutup. Mata tunas yang ditutup punya kelebihan. Gangguan dari luar, terutama air tidak bisa masuk. Tapi ikatan pada mata tunas tak boleh kencang. Supaya tunas bisa tumbuh. Kalau mata tunas tidak ditutup harus dipastikan air tidak menyentuh tempelan. Soalnya, entres bisa busuk kalau kena air.

4. Kecepatan kerja
Sewaktu melakukan okulasi, kerja harus cepat. Sayatan di pohon induk tidak boleh terlalu lama di udara terbuka. Begitu juga dengan sayatan mata tempel. Kalau terlalu lama kambium pada kayu bisa kering. Agar kerja bisa cepat dan tak terganggu, sebaiknya siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Agar sewaktu bekerja tak lagi perlu cari-cari alat
yang dibutuhkan. Siapkan dulu mata tempel, baru sayat batang induk. Ada lagi cara untuk menyiasati kelambatan kerja. Bekerjalah di tempat yang teduh. Sebaiknya lakukan pada pagi atau sore hari. Terik matahari tentu akan mempercepat, kambium menjadi kering. Sebaiknya letakkan hasil okulasi di tempat teduh. Selain menghindari terik matahari, juga agar tak ada air yang masuk ke sambungan.
Tidak ada rahasia lagi okano (Rudi/ FLONA)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...