Minggu, 17 Juli 2011

Cara Membuat Vertical Garden


Membangun vertical garden bukan sekadar mimpi, apalagi sekarang alternatif media tanamnya semakin banyak. Tinggal disesuaikan saja dengan budget.

Apa yang Anda bayangkan dalam pembuatan vertical garden ? Kesulitan konstruksi dan sistem penyiramannya? Lantas, bagaimana cara menanamnya dan media tanam yang harus digunakan?

Mungkin saja, akhirnya Anda putus asa sebelum mencoba. Padahal dengan berbagai cara yang sederhana, vertical garden yang indah, asri dan awet bisa dibuat, lho. Ikuti saja trik berikut.

Mirip dengan Hidroponik

Pada prinsipnya sistem penanaman pada vertical garden tidak berbeda dengan penanaman pada umumnya. Asalkan semua kebutuhan tanaman terpenuhi, maka tanaman akan tumbuh secara optimal.

Mungkin kita pernah terheran-heran dengan sistem penanaman hidroponik, di mana tanaman bisa tumbuh dengan sangat subur tanpa menggunakan media tanah sama sekali.

Rahasianya, unsur hara tanaman (pupuk) disuplai dengan melalui penyiraman tanaman. Akar tanaman menancap pada berbagai jenis media tanam yang digunakan. Di mana media tersebut hanya berfungsi sebagai alat untuk berpegangan akar tanaman sehingga bisa menopang tubuh tanaman.

Sebenarnya sistem penanaman pada vertical garden pun identik dengan sistem hidroponik. Semua kebutuhan nutrisi tanaman disuplai melalui penyiraman tanaman. Berbagai bahan bisa digunakan sebagai media untuk tempat akar mencengkeram dan menopang tubuh tanaman.

Alternatif Media Tanam

Media tanam berikut bisa kita gunakan untuk vertical garden :

Tali Ijuk

Kita sering melihat tanaman anggrek atau bromelia ditanam di batang pohon dengan menempelkannya pada tali ijuk yang dililit-lilit pada batang pohon.

Sebenarnya selain kedua jenis tanaman tersebut, masih ada beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam menggunakan media tali ijuk. Kita bisa menggunakan pipa paralon berdiameter 3 inci atau lebih yang dililit dengan tali ijuk membentuk taman vertikal.

Jenis-jenis tanaman yang bisa digunakan diantaranya kadaka, aneka jenis pakis, begonia, dan berbagai jenis philodendron. Walaupun fungsinya bisa digantikan oleh batang/akar pakis, namun ini tidak dianjurkan, karena penggunaannya lama-kelamaan akan merusak vegetasi pakis di alam. Harganya pun terjangkau, Rp 5000/ikatnya.

Rockwoll

Rockwoll adalah bahan berbentuk lembaran dengan ketebalan sekitar 7 cm. Bahan ini biasa digunakan untuk media hidro­ponik atau pelapis dinding untuk pe­redam suara.

Media tanam ini bersifat sangat menyerap air, sehingga akar tanaman akan sangat mudah tumbuh dan dan menyerap air dari media tersebut. Namun media ini juga menjadi sangat berat ketika sudah menyerap air. Oleh karena itu untuk penggunaan pada bidang vertikal yang cukup luas diperlukan konstruksi yang sangat kuat. Harganya di pasaran adalah Rp 75 ribu/m2.

VGM (Vertical Garden Module)

Bentuknya seperti keranjang plastik tempat menampung media tanam. Modul ini sangat praktis dan awet untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama (10 tahun).

Ukuran kotak ini 50 cm x 55 cm dengan ketebalan 12,5-25 cm. Karena berbentuk modul maka kita mudah mencopot dan menggantinya dengan tanaman lain jika sudah bosan.

Modul ini sangat berat sehingga kurang praktis digunakan pada taman vertikal yang tinggi. Bentuknya yang kotak juga membuat taman vertikal berkesan kaku. Dan, VGM harganya cukup mahal, sekitar Rp 1 juta/m2, sehingga kita harus merogoh kocek lebih dalam bila ingin menggunakannya.

Karpet & Textile

Penggunaan textile atau geotextile untuk media vertical garden sudah banyak diterapkan. Ya, ini merupakan alternatif media tanam taman vertikal yang cukup baik, dan bahkan bisa menggunakan bahan karpet mobil. Plus, bahan ini cukup kuat dan awet digunakan. Harganya, Rp 40 ribu/m2.

Untuk menggunakannya, Anda tinggal mengelar karpet 2 rangkap pada dinding (konstruksi besi tahan karat). Pada lapisan luar karpet tersebut, disobek selebar 10 cm, dengan jarak 15-20 cm (jarak tanam tanaman), sehingga menyerupai kantong/ saku baju.

Selanjutnya tanaman dikurangi media tanamnya dan ditanam di kantong-kantong tersebut. Namun media ini harus disiram dengan periodik (3-5 kali dalam sehari), sehingga disarankan menggunakan timer otomatis, sehingga kita tidak repot merawatnya. Di luar negeri, taman vertikal yang sudah eksis selama belasan tahun juga menggunakan media textile sintetik yang tidak lapuk/terdegradasi.

Nah, dari sekian banyak pilihan media tanam ini, Anda tinggal memilih mana yang paling cocok dengan budget . Selamat membuat vertical garden .

Naskah: Ir. Hari Harjanto, WongTani Nursery, Jln. Cepit Raya, Kampung Sawah, Depok, Jawa Barat (021-7088 2939, 9313 6354, 0815 1019 7634), Studio Landscape, Taman Sinawang, Jln Raya Sawangan-Depok, Perum Grand Depok City (GDC), Cluster Jasmine Blok A1 No. 11, Depok, (021-7088 2939), email : wongtaninursery@yahoo.com, www.wongtanilandscape.com, Foto: Dok. Wongtani

dari : tabloidnova.com

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...