Minggu, 17 Juli 2011

Vertical Garden


VERTICAL GARDEN

Nature is fantastic…….!!!

Kemampuan tumbuh dan hidup pada tanaman sungguh menginspirasi seorang Patrick Blanc untuk menciptakan kreasi yang kreatif dengan berusaha menemukan sebuah system pertumbuhan dan menata taman pada dinding yang vertikal, selama ini kita mengenal taman yang tumbuh pada bidang yang datar seperti Taman Rumah,Taman Kota dan Roof Garden dan juga tanaman yang merambat pada dinding atau biasa terlihat pada sebuah pergola.

Taman Vertikal atau Vertical Garden dan kadang disebut Vertical Landscape merupakan hasil kreasi inovatif untuk menumbuhkan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan, dengan keberhasilan menemukan sistem pertumbuhan tersebut menyebabkan berkurangnya beban yang harus ditopang pada sebuah dinding sehingga memudahkan dalam penataan disain taman vertikal dalam skala dinding yang luas serta jalan keluar bagi pembuatan taman pada lokasi yang terbatas ketersedian lahannya.

Sebenarnya Taman vertical bukanlah hal yang baru jika kita sering berjalan-jalan dan memasuki suatu wilayah yang alami di Indonesia,banyak terlihat ekpose Taman vertikal pada ngarai-ngarai atau pada dinding alam sebuah pengunungan.

Dari segi lingkungan taman vertikal ini merupakan sistim yang hidup untuk mengurangi kadar polusi pada sebuah ruangan atau sebuah wilayah dan dengan adanya keberadaan taman vertical pada satu area dapat menciptakan iklim mikro yang lebih menyejukan

Tentu saja keindahan sebuah taman vertical kembali tergantung kepada imajinasi dan kreativitas para arsitek lansekap, pengetahuan tentang jenis tanaman dan pertumbuhannya sangat dibutuhkan dalam mendisain sebuah dinding yang kosong. Dan kreasi taman vertical ini dapat dilakukan pada ruang luar (exterior) maupun ruang dalam (interior).

Patrick Blanc mengubah lapisan permukaan vertikal bangunan menjadi sebuah tampilan hijau yang cantik. Apa yang telah dia buat, sangat jauh dari konsep hortikultura secara umum. Karya vertical gardennya ini bisa dibilang sebuah eco-art atau nilai seni dari sebuah ekologi dengan mengkombinasikan beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada media vertikal baik ternaungi maupun terbuka.

vertikal garden merupakan penjabaran modern dari taman gantung di babylonia, yang merupakan taman sejarah dalam dunia arsitektur lansekap. Akan tetapi bagi Patrick, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah untuk bisa meletakkan beragam jenis tanaman pada media vertikal dengan kondisi yang terkadang bisa menjadi ekstrem.

Pada dasarnya, vertikal garden terdiri dari tiga elemen penting sebagai pembentuknya. Metal Frame sebagai kerangka penyangganya yang di tempelkan ke dinding atau terkadang juga berdiri sendiri. elemen yang kedua adalah lapisan PVC yang berfungsi menjaga agar tanaman atau akar tanaman tidak menembus kedalam dinding. Lapisan ketiga adalah felt sejenis bahan organik dari bahan hewan ternak sebagai media tanam. akar tanaman akan dapat tumbuh dengan baik pada media felt tersebut.

Sistem Penyiraman

Sistem penyiraman dilakukan dari atas ke bawah melalui beberapa tap atau sparyer pada titik-titik yang telah ditentukan. sistem penyiraman dilakukan secara otomatis. Bahan untuk penyiraman terdiri atas air dan pupuk yang dilarutkan pada air yang digunakan. Berat basah Vertical garden ini tidak lebih dari 30 kg per meter perseginya, sehingga sangat memungkinkan untuk diaplikasikan pada berbagai media vertikal tanpa batasan ketinggian.

Penggunaan Media Tanah

Pada dasarnya, tanaman tidak membutuhkan tanah untuk proses hidupnya. Tanah hanyalah merupakan media mekanis untuk mengangkut material mineral dari akar sampai ke daun melalui proses kapilaritas, serta media untuk pijakan tempat tumbuh tanaman tersebut. Tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan melaksanakan proses fotosintesis dengan air, bahan mineral yang dibutuhkan, karbondioksida, sinar matahari dan nutrisi lain yang penting.

Dari : godongijo.com

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...