<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546</id><updated>2012-01-16T10:48:20.139+07:00</updated><category term='Artikel Aglaonema'/><category term='Artikel Okulasi'/><category term='Harga Anthurium Gel Cinta'/><category term='Artikel Sirih Merah'/><category term='Artikel Kambium'/><category term='Harga Hookeri'/><category term='Harga Samia Gulcas'/><category term='Harga Anthurium Corong'/><category term='Harga Philodendron'/><category term='Artikel Tanaman Hias'/><category term='Harga Bakalan Bonsai'/><category term='Artikel Pupuk'/><category term='Harga Pachypodium'/><category term='Artikel Tokoh'/><category term='Artikel Pachypodium'/><category term='Harga Sirih Merah'/><category term='Artikel Zodia'/><category term='Artikel Philodendron'/><category term='Harga Sikas'/><category term='Artikel Euphorbia'/><category term='Berita'/><category term='Artikel Pameran'/><category term='Harga Anthurium Hookeri'/><category term='Artikel Puring'/><category term='Harga Jenmanii'/><category term='Herbal'/><category term='Harga Anthurium Jenmanii'/><category term='Artikel Bromelia'/><category term='Harga Aglaonema'/><category term='Artikel Soka'/><category term='Harga Anthurium Black Beauty'/><category term='Artikel Adenium'/><category term='Harga Puring'/><category term='Artikel Kemuning'/><category term='Harga Bougenvile'/><category term='Artikel Alokasia'/><category term='Artikel Klengkeng'/><category term='Artikel Gardenia'/><category term='Artikel Anthurium'/><category term='Artikel Kaktus'/><category term='Artikel Bugenvil'/><category term='Artikel Bonsai'/><category term='Harga Anthurium'/><category term='Harga Euphorbia'/><category term='Artikel Media Tanam'/><category term='Artikel Vertical Garden'/><category term='Artikel Sansevieria'/><category term='Suplier'/><category term='Artikel Kacapiring'/><category term='Harga Adenium'/><category term='Artikel Suflir'/><title type='text'>Petani-Bunga</title><subtitle type='html'>Anthurium Gelombang Cinta Anthurium Hookeri Anthurium Jemanii Aglaonema Siam Aurora Aglaonema Legacy Adenium Tumpuk Puring Oscar Puring Concorde Puring Raja Puring Polkadot Sansevieria Biji Adenium Biji Anthurium</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>290</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2619171129062393481</id><published>2011-07-17T10:46:00.005+07:00</published><updated>2011-07-17T11:09:33.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Vertical Garden'/><title type='text'>Membuat Taman Di Lahan Sempit : Vertical Garden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kclJ7FAFaY0/TiJbNCTcm7I/AAAAAAAADA0/xQ-CweK1eqI/s1600/Vertical%2BGarden%2Bc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kclJ7FAFaY0/TiJbNCTcm7I/AAAAAAAADA0/xQ-CweK1eqI/s320/Vertical%2BGarden%2Bc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630162763681405874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Vertical Garden atau kebun vertikal seperti menyalahi kodrat dimana tanaman umumnya tumbuh secara horisontal. Namun, solusi ini menjadi jawaban penghijauan di lahan-lahan terbatas akibat pertumbuhan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum dikenal di Indonesia, masyarakat dari negara-negara yang memiliki lahan terbatas sudah memanfaatkan solusi ini, contohnya di Jepang. Pemerintah Singapura menunjukkan dukungan dengan memberikan insentif kepada masyarakat atau bangunan yang menggunakan vertical garden. Di negara-negara yang lahannya mahal, vertical garden bukan lagi pilihan tapi sebuah keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vertical Garden mulai dikenalkan pada tahun 1994 oleh ahli botani Perancis bernama Patrick Blanc. Blanc berpendapat tak semua tumbuhan membutuhkan tanah dalam keadaan tertentu. Dengan pengaturan dan perancangan khusus, tanaman menjelma indah menjadi kebun di seluruh bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Asroel Alamsjah dari Tropica Greeneries, masyarakat di Indonesia dapat menggunakan solusi ini untuk menghadirkan nuansa segar dan hijau di rumah. Juga membantu menghasilkan udara segar di antara pekatnya polusi kota. "Untuk vertical garden, Indonesia beruntung karena memiliki banyak tanaman tropis," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui oleh Asroel untuk membuat vertical garden masih terganjal tingginya biaya. Biaya yang tinggi dikarenakan teknik pemasangan juga media tanam yang masih impor. Kisaran harganya, kata Asroel Rp 1 juta  - Rp 4 juta per meter persegi, itu termasuk sistem penggantungan di dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan vertical garden seperti tertera pada gambar pastinya membutuhkan biaya sangat tinggi. Namun, tetap ada beberapa teknik penghijauan di dinding yang disebut Vertical Greenery. Tekniknya antara lain, Green Fasade, Sling system , Wire Mess System, Rack System , Pipe System, Kawat Loket, dan Geo Bag System.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya mungkin mahal, namun melihat keuntungan vertical garden sebagai investasi hijau untuk masa depan, mengapa takut mencoba?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://regional.kompas.com/read/2011/04/16/17095865/Atasi.Lahan.Terbatas.Dengan.Vertical.Garden&gt; kompas.com &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2619171129062393481?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2619171129062393481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2011/07/vertical-garden-atau-kebun-vertikal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2619171129062393481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2619171129062393481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2011/07/vertical-garden-atau-kebun-vertikal.html' title='Membuat Taman Di Lahan Sempit : Vertical Garden'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kclJ7FAFaY0/TiJbNCTcm7I/AAAAAAAADA0/xQ-CweK1eqI/s72-c/Vertical%2BGarden%2Bc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6076251566305214632</id><published>2011-07-17T10:38:00.005+07:00</published><updated>2011-07-17T10:42:00.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Vertical Garden'/><title type='text'>Cara Membuat Vertical Garden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-qybQagA_Lzg/TiJZbh-OB8I/AAAAAAAADAs/1_u61Nj6OYE/s1600/Vertical%2BGarden%2Bb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qybQagA_Lzg/TiJZbh-OB8I/AAAAAAAADAs/1_u61Nj6OYE/s320/Vertical%2BGarden%2Bb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630160813677217730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membangun vertical garden bukan sekadar mimpi, apalagi sekarang alternatif media tanamnya semakin banyak. Tinggal disesuaikan saja dengan budget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda bayangkan dalam pembuatan vertical garden ? Kesulitan konstruksi dan sistem penyiramannya? Lantas, bagaimana cara menanamnya dan media tanam yang harus digunakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja, akhirnya Anda putus asa sebelum mencoba. Padahal dengan berbagai cara yang sederhana, vertical garden  yang indah, asri dan awet bisa dibuat, lho. Ikuti saja trik berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan Hidroponik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya sistem penanaman pada vertical garden  tidak berbeda dengan penanaman pada umumnya. Asalkan semua kebutuhan tanaman terpenuhi, maka tanaman akan tumbuh secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah terheran-heran dengan sistem penanaman hidroponik, di mana tanaman bisa tumbuh dengan sangat subur tanpa menggunakan media tanah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasianya, unsur hara tanaman (pupuk) disuplai dengan melalui penyiraman tanaman. Akar tanaman menancap pada berbagai jenis media tanam yang digunakan. Di mana media tersebut hanya berfungsi sebagai alat untuk berpegangan akar tanaman sehingga bisa menopang tubuh tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sistem penanaman pada vertical garden  pun identik dengan sistem hidroponik. Semua kebutuhan nutrisi tanaman disuplai melalui penyiraman tanaman. Berbagai bahan bisa digunakan sebagai media untuk tempat akar mencengkeram dan menopang tubuh tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif Media Tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media tanam berikut bisa kita gunakan untuk vertical garden :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tali Ijuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering melihat tanaman anggrek atau bromelia ditanam di batang pohon dengan menempelkannya pada tali ijuk yang dililit-lilit pada batang pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya selain kedua jenis tanaman tersebut, masih ada beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam menggunakan media tali ijuk. Kita bisa menggunakan pipa paralon berdiameter 3 inci atau lebih yang dililit dengan tali ijuk membentuk taman vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis tanaman yang bisa digunakan diantaranya kadaka, aneka jenis pakis, begonia, dan berbagai jenis philodendron. Walaupun fungsinya bisa digantikan oleh batang/akar pakis, namun ini tidak dianjurkan, karena penggunaannya lama-kelamaan akan merusak vegetasi pakis di alam. Harganya pun terjangkau, Rp 5000/ikatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rockwoll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rockwoll  adalah bahan berbentuk lembaran dengan ketebalan sekitar 7 cm. Bahan ini biasa digunakan untuk media hidro­ponik atau pelapis dinding untuk pe­redam suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media tanam ini bersifat sangat menyerap air, sehingga akar tanaman akan sangat mudah tumbuh dan dan menyerap air dari media tersebut. Namun media ini juga menjadi sangat berat ketika sudah menyerap air. Oleh karena itu untuk penggunaan pada bidang vertikal yang cukup luas diperlukan konstruksi yang sangat kuat. Harganya di pasaran adalah Rp 75 ribu/m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VGM (Vertical Garden Module)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya seperti keranjang plastik tempat menampung media tanam. Modul ini sangat praktis dan awet untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama (10 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kotak ini 50 cm x 55 cm dengan ketebalan 12,5-25 cm. Karena berbentuk modul maka kita mudah mencopot dan menggantinya dengan tanaman lain jika sudah bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modul ini sangat berat sehingga kurang praktis digunakan pada taman vertikal yang tinggi. Bentuknya yang kotak juga membuat taman vertikal berkesan kaku. Dan, VGM harganya cukup mahal, sekitar Rp 1 juta/m2, sehingga kita harus merogoh kocek lebih dalam bila ingin menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karpet &amp; Textile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan textile atau geotextile  untuk media vertical garden  sudah banyak diterapkan. Ya, ini merupakan alternatif media tanam taman vertikal yang cukup baik, dan bahkan bisa menggunakan bahan karpet mobil. Plus, bahan ini cukup kuat dan awet digunakan. Harganya, Rp 40 ribu/m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggunakannya, Anda tinggal mengelar karpet 2 rangkap pada dinding (konstruksi besi tahan karat). Pada lapisan luar karpet tersebut, disobek selebar 10 cm, dengan jarak 15-20 cm (jarak tanam tanaman), sehingga menyerupai kantong/ saku baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tanaman dikurangi media tanamnya dan ditanam di kantong-kantong tersebut. Namun media ini harus disiram dengan periodik (3-5 kali dalam sehari), sehingga disarankan menggunakan timer  otomatis, sehingga kita tidak repot merawatnya. Di luar negeri, taman vertikal yang sudah eksis selama belasan tahun juga menggunakan media textile  sintetik yang tidak lapuk/terdegradasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari sekian banyak pilihan media tanam ini, Anda tinggal memilih mana yang paling cocok dengan budget . Selamat membuat vertical garden .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah: Ir. Hari Harjanto, WongTani Nursery, Jln. Cepit Raya, Kampung Sawah, Depok, Jawa Barat (021-7088 2939, 9313 6354, 0815 1019 7634), Studio Landscape, Taman Sinawang, Jln Raya Sawangan-Depok, Perum Grand Depok City (GDC), Cluster Jasmine Blok A1 No. 11, Depok, (021-7088 2939), email : wongtaninursery@yahoo.com, www.wongtanilandscape.com, Foto: Dok. Wongtani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari : &lt;a href=http://www.tabloidnova.com/Nova/Griya/Taman/Mudah-Membuat-Vertical-Garden&gt;tabloidnova.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6076251566305214632?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6076251566305214632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2011/07/cara-membuat-vertical-garden.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6076251566305214632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6076251566305214632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2011/07/cara-membuat-vertical-garden.html' title='Cara Membuat Vertical Garden'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qybQagA_Lzg/TiJZbh-OB8I/AAAAAAAADAs/1_u61Nj6OYE/s72-c/Vertical%2BGarden%2Bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4649434814100151388</id><published>2011-07-17T09:58:00.002+07:00</published><updated>2011-07-17T10:01:11.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Vertical Garden'/><title type='text'>Penanaman Vertical Garden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-CPGWEVhWtRo/TiJQTJY0r9I/AAAAAAAADAk/0thGfz6k5bo/s1600/Peneneman%2Bvertical%2Bgarden.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CPGWEVhWtRo/TiJQTJY0r9I/AAAAAAAADAk/0thGfz6k5bo/s320/Peneneman%2Bvertical%2Bgarden.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630150774034313170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;VERTICAL GARDEN (VEGA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Vega adalah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan elemen taman lainnya yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ruang hijau sangat diperlukan untuk keseimbangan kehidupan manusia.  Ironisnya, di kota-kota besar, lahan terbuka hijau makin sempit.  Perumahan-perumahan di kota besar juga menyisakan lahan terbuka hijau yang sangat terbatas.  Terbatasnya lahan yang dapat digunakan untuk menanam tanaman, menjadi kendala serius dan harus dicari jalan agar rumah hunian tetap dapat memiliki taman yang cukup.  Ruang hijau tidak hanya dibutuhkan untuk resapan air serta keindahan semata.  Tanaman juga memiliki fungsi untuk memperbaiki struktur udara di perkotaan. Tanaman hidup dapat mengurangi dampak polusi udara dan sebagai sumber oksigen bagi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Salah satu cara menanam tanaman dalam jumlah yang cukup, walaupun ruang yang ada sangat terbatas, adalah dengan konsep taman vertikal atau vertical garden (Vega).  Vega adalah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan elemen taman lainnya yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak.  Dengan konsep ini, ruang tanam/space bisa jauh lebih besar dibanding dengan taman konvensional, bahkan jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat, sehingga dapat menambah ruang hijau secara sangat signifikan.  Vega dapat diaplikasikan di berbagai bangunan (out door maupun indoor), pagar, carport, serta dinding-dinding pembatas lainnya, sehingga terlihat lebih indah dan tidak monoton berupa dinding yang keras, tapi lebih terkesan alami, bahkan dapat menyerupai lukisan yang sangat artistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://www.godongijo.com/index2.php?task=news&gt; godongijo.com &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4649434814100151388?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4649434814100151388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2011/07/penanaman-vertical-garden.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4649434814100151388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4649434814100151388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2011/07/penanaman-vertical-garden.html' title='Penanaman Vertical Garden'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CPGWEVhWtRo/TiJQTJY0r9I/AAAAAAAADAk/0thGfz6k5bo/s72-c/Peneneman%2Bvertical%2Bgarden.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5344768061410503058</id><published>2011-07-17T09:52:00.004+07:00</published><updated>2011-07-17T10:02:24.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Vertical Garden'/><title type='text'>Vertical Garden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ZzFiAaueI5Q/TiJPP_DaNQI/AAAAAAAADAc/bGtejIpBQWY/s1600/vertikal%2Bgarden.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZzFiAaueI5Q/TiJPP_DaNQI/AAAAAAAADAc/bGtejIpBQWY/s320/vertikal%2Bgarden.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630149620208907522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;VERTICAL GARDEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nature is fantastic…….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan tumbuh dan hidup pada tanaman sungguh menginspirasi seorang Patrick Blanc untuk menciptakan kreasi yang kreatif dengan berusaha menemukan sebuah system pertumbuhan dan menata taman pada dinding yang vertikal, selama ini kita mengenal taman yang tumbuh pada bidang yang datar seperti Taman Rumah,Taman Kota dan Roof Garden dan juga tanaman yang merambat pada dinding atau biasa terlihat pada sebuah pergola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Vertikal atau Vertical Garden dan kadang disebut Vertical Landscape merupakan hasil kreasi inovatif untuk menumbuhkan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan, dengan keberhasilan menemukan sistem pertumbuhan tersebut menyebabkan berkurangnya beban yang harus ditopang pada sebuah dinding sehingga memudahkan dalam penataan disain taman vertikal dalam skala dinding yang luas serta jalan keluar bagi pembuatan taman pada lokasi yang terbatas ketersedian lahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebenarnya Taman vertical bukanlah hal yang baru jika kita sering berjalan-jalan dan memasuki suatu wilayah yang alami di Indonesia,banyak terlihat ekpose Taman vertikal pada ngarai-ngarai atau pada dinding alam sebuah pengunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi lingkungan taman vertikal ini merupakan sistim yang hidup untuk mengurangi kadar polusi pada sebuah ruangan atau sebuah wilayah dan dengan adanya keberadaan taman vertical pada satu area dapat menciptakan iklim mikro yang lebih menyejukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja keindahan sebuah taman vertical kembali tergantung kepada imajinasi dan kreativitas para arsitek lansekap, pengetahuan tentang jenis tanaman dan pertumbuhannya sangat dibutuhkan dalam mendisain sebuah dinding yang kosong. Dan kreasi taman vertical ini dapat dilakukan pada ruang luar (exterior) maupun ruang dalam (interior).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patrick Blanc mengubah lapisan permukaan vertikal bangunan menjadi sebuah tampilan hijau yang cantik. Apa yang telah dia buat, sangat jauh dari konsep hortikultura secara umum. Karya vertical gardennya ini bisa dibilang sebuah eco-art atau nilai seni dari sebuah ekologi dengan mengkombinasikan beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada media vertikal baik ternaungi maupun terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vertikal garden merupakan penjabaran modern dari taman gantung di babylonia, yang merupakan taman sejarah dalam dunia arsitektur lansekap. Akan tetapi bagi Patrick, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah untuk bisa meletakkan beragam jenis tanaman pada media vertikal dengan kondisi yang terkadang bisa menjadi ekstrem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, vertikal garden terdiri dari tiga elemen penting sebagai pembentuknya. Metal Frame sebagai kerangka penyangganya yang di tempelkan ke dinding atau terkadang juga berdiri sendiri. elemen yang kedua adalah lapisan PVC yang berfungsi menjaga agar tanaman atau akar tanaman tidak menembus kedalam dinding. Lapisan ketiga adalah felt sejenis bahan organik dari bahan hewan ternak sebagai media tanam. akar tanaman akan dapat tumbuh dengan baik pada media felt tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Penyiraman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem penyiraman dilakukan dari atas ke bawah melalui beberapa tap atau sparyer pada titik-titik yang telah ditentukan. sistem penyiraman dilakukan secara otomatis. Bahan untuk penyiraman terdiri atas air dan pupuk yang dilarutkan pada air yang digunakan.  Berat basah Vertical garden ini tidak lebih dari 30 kg per meter perseginya, sehingga sangat memungkinkan untuk diaplikasikan pada berbagai media vertikal tanpa batasan ketinggian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Media Tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, tanaman tidak membutuhkan tanah untuk proses hidupnya. Tanah hanyalah merupakan media mekanis untuk mengangkut material mineral dari akar sampai ke daun melalui proses kapilaritas, serta media untuk pijakan tempat tumbuh tanaman tersebut. Tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan melaksanakan proses fotosintesis dengan air, bahan mineral yang dibutuhkan, karbondioksida, sinar matahari dan nutrisi lain yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://www.godongijo.com/index2.php?task=news&gt; godongijo.com &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5344768061410503058?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5344768061410503058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2011/07/vertikal-garden.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5344768061410503058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5344768061410503058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2011/07/vertikal-garden.html' title='Vertical Garden'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ZzFiAaueI5Q/TiJPP_DaNQI/AAAAAAAADAc/bGtejIpBQWY/s72-c/vertikal%2Bgarden.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4980135134962855985</id><published>2010-09-04T13:35:00.001+07:00</published><updated>2010-09-04T13:37:38.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Anthurium Corong'/><title type='text'>Anthurium Corong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TIHpAzSOhYI/AAAAAAAABvg/y33n_rWmhys/s1600/Corong+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TIHpAzSOhYI/AAAAAAAABvg/y33n_rWmhys/s320/Corong+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512943618854126978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TIHoze3exdI/AAAAAAAABvY/15QtfDHAYvU/s1600/Corong+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TIHoze3exdI/AAAAAAAABvY/15QtfDHAYvU/s320/Corong+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512943390034937298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 50.000,- belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4980135134962855985?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4980135134962855985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/09/anthurium-corong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4980135134962855985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4980135134962855985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/09/anthurium-corong.html' title='Anthurium Corong'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TIHpAzSOhYI/AAAAAAAABvg/y33n_rWmhys/s72-c/Corong+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-7253941124018538583</id><published>2010-08-28T06:07:00.002+07:00</published><updated>2010-08-28T06:11:17.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Adenium'/><title type='text'>Adenium Tumpuk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THhGD-vCZ3I/AAAAAAAABuQ/21CJbjgQgj4/s1600/Santa+Claus.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 137px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THhGD-vCZ3I/AAAAAAAABuQ/21CJbjgQgj4/s320/Santa+Claus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510231178281641842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adenium Tumpuk Tetap Ditunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikmati booming dalam tahun-tahun terakhir, kini para pedagang tanaman hias mengalami masa sulit. Bisnis mereka tengah terpuruk. Hanya beberapa jenis tanaman hias saja yang masih bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adenium, salah satu yang  bertahan. Tanaman berjulukan mawar gurun ini tetap ditunggu para pecinta dan kolektor tanaman hias karena warna dan keanekaragaman bentuk bunganya. Harganya relatif stabil. Kalau naik pun, tidak fantastis tanaman hias lain. Pebisnis tentu masih ingat dengan anthurium yang dua tahun lalu harganya naik gila-gilaan, tetapi setahun terakhir nyaris tidak laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, adenium, menurut Ir. Slamet Budiarto dari Godong Ijo Nursery di Parung, Bogor, mempunyai kelebihan dibandingkan tanaman lainnya, “Mulai dari bonggol, batang hingga daunnya bisa dinikmati pecintanya.”  Sementara itu, Furqon dari Fatih Nursery juga di Poltangan, Jakarta Selatan ini. mengamati, di beberapa pameran tanaman hias dan kontes adenium banyak diminati hobiis pemula maupun yang sudah kawakan. Rata-rata hobiis baru membeli adenium untuk dibawa pulang. “Pasar adenium ini akan bergairah lagi dengan adanya bunga jenis baru tumpuk dua dan tumpuk tiga,” ungkap Ipunk, sapaan akrabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didominasi Bunga Tumpuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet berpendapat, adenium mempunyai penggemar tersendiri. Ini terlihat dari ketertarikan mereka pada keindahan bunga, bonggol, dan batangnya yang bisa dibuat suatu karya seni nan indah. “Selain itu perawatan adenium sangat mudah sehingga bisa menjadi tanaman yang memiliki tren jangka panjang,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, menurut Ipunk, pasar adenium akan diramaikan oleh jenis bunga tumpuk dengan berbagai corak. Ia memprediksi, sekitar dua bulan mendatang, adenium jenis ini akan mengalami perkembangan permintaan yang cukup signifikan. “Bunga tumpuk akan terus dicari hobiis setelah mereka bosan dengan tanaman adenium dengan bunga satu petal. Bahkan bunga yang ditampilkan nanti layaknya bunga mawar,” jelas pemilik kebun di Poltangan, Jakarta Selatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipunk menambahkan, “Pertama kali jenis amazing triple keluar dibandrol dengan harga Rp300 juta per 10 batang. Inilah yang membuat tidak semua orang bisa memilikinya, tapi setelah kami bisa mengembangkannya, harga pun turun drastis.” Saking tingginya permintaan, beberapa jenis adenium berbunga tumpuk miliknya ludes meskipun bunga belum terlihat atau mekar. “Kami sampai kehabisan stok, dari 100—300 tanaman yang kami jual, semuanya sudah dipesan. Bahkan masih ukuran bonggol besar dan entres yang baru tumbuh sekitar 5—10 cm,” jelas pria yang sudah lima tahun mengembangkan adenium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pasaran adenium jenis valentine rose, Black Cristal, double violet, triple violet,  triple dark lord, triple amazing, blushing bride, double santa claus, dan fluter berkisar Rp150 ribu—Rp250 ribu per pot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Rajin Berbunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya hobiis mendapatkan adenium sesuai keinginannya, Ipunk menyarankan membeli di tempat yang terpercaya dan melihat sendiri bunganya. Soalnya, “Masih banyak penjual nakal yang mengatakan jenis double santa claus misalnya, setelah bunga itu mekar ternyata jenis lain,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jenisnya pas, tinggal dirawat sebaik-baiknya. Cara perawatannya tidak istimewa. Lakukan pemangkasan pada tanaman. Jangan biarkan batangnya tumbuh memanjang karena terkesan berantakan. Selain itu, penyiraman tidak disarankan terus menerus lantaran tanaman ini tidak begitu suka air berlebih. “Kalau mau rajin berbunga, media tanam harus kering selama satu minggu. Minggu berikutnya siram dengan pupuk yang memiliki kandungan PK tinggi,” Ipunk membagi tipsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk dengan kandungan PK itu tinggi dicampur air. Pemberiannya berselang satu sampai dua hari jika musim kemarau. Sebaliknya pas hari-hari hujan, tidak perlu disiram. Penyiraman larutan pupuk tersebut dilakukan saat hari panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh bunga dalam satu tanaman dengan beragam warna dan bentuk, hobiis bisa melakukan penempelan beberapa entres dari jenis adenium yang disukai. Penempelannya dengan cara flat ataupun V yang seperti penempelan adenium bunga petal satu.  Hasil tempelan tersebut ditutup dengan plastik dan diikat. Setelah 10 hari dilepas karena tempelan sudah merekat. “Begitu dilepas dua tiga hari akan keluar mata tunas. Dan rata-rata tiga bulan, tanaman tersebut akan bisa mengeluarkan bunga,” ungkap Ipunk berdasar pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang induk yang ditempeli sebaiknya dipilih bonggol yang besar. Semakin besar bonggol bawah, semakin cepat tumbuh entresnya. “Pertumbuhan entresnya pun semakin pesat,” katanya. Sedangkan entres yang akan ditempelkan, pilih entres yang sehat dan panjang agar bisa mendapatkan sambungan yang banyak dalam satu batangnya. Batang yang akan ditempelkan tersebut sebaiknya yang gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tri Mardi Rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://agrina-online.com/redesign2.php?rid=14&amp;aid=2223&gt;agrina-online.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-7253941124018538583?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/7253941124018538583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/adenium-tumpuk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7253941124018538583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7253941124018538583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/adenium-tumpuk.html' title='Adenium Tumpuk'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THhGD-vCZ3I/AAAAAAAABuQ/21CJbjgQgj4/s72-c/Santa+Claus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-8437897085544320957</id><published>2010-08-24T06:42:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T20:35:56.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Widuri 3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMHcchn1uI/AAAAAAAABto/aKLXN4dqgVg/s1600/Widuri+3+Kcl.pg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMHcchn1uI/AAAAAAAABto/aKLXN4dqgVg/s320/Widuri+3+Kcl.pg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508754954479195874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-8437897085544320957?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/8437897085544320957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-widuri-3.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8437897085544320957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8437897085544320957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-widuri-3.html' title='Aglaonema Widuri 3'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMHcchn1uI/AAAAAAAABto/aKLXN4dqgVg/s72-c/Widuri+3+Kcl.pg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3364599296098854169</id><published>2010-08-24T06:41:00.002+07:00</published><updated>2011-02-05T20:36:11.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Widuri 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMHM5r-dGI/AAAAAAAABtg/z7kBVLA2cIQ/s1600/Widuri+3+Kcl.pg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMHM5r-dGI/AAAAAAAABtg/z7kBVLA2cIQ/s320/Widuri+3+Kcl.pg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508754687429342306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3364599296098854169?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3364599296098854169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-widuri-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3364599296098854169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3364599296098854169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-widuri-2.html' title='Aglaonema Widuri 2'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMHM5r-dGI/AAAAAAAABtg/z7kBVLA2cIQ/s72-c/Widuri+3+Kcl.pg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5665096738128061480</id><published>2010-08-24T06:39:00.002+07:00</published><updated>2011-02-05T20:35:37.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Widuri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMG8VgFx_I/AAAAAAAABtY/70S8EIwY-1o/s1600/Widuri+Kcl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMG8VgFx_I/AAAAAAAABtY/70S8EIwY-1o/s320/Widuri+Kcl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508754402837907442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5665096738128061480?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5665096738128061480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-widuri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5665096738128061480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5665096738128061480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-widuri.html' title='Aglaonema Widuri'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMG8VgFx_I/AAAAAAAABtY/70S8EIwY-1o/s72-c/Widuri+Kcl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6813555272275311486</id><published>2010-08-24T06:38:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T20:35:14.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Tiara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMGsUio7UI/AAAAAAAABtQ/wflh2IwlWu8/s1600/Tiara+1+Kcl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMGsUio7UI/AAAAAAAABtQ/wflh2IwlWu8/s320/Tiara+1+Kcl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508754127702256962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6813555272275311486?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6813555272275311486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-tiara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6813555272275311486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6813555272275311486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-tiara.html' title='Aglaonema Tiara'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMGsUio7UI/AAAAAAAABtQ/wflh2IwlWu8/s72-c/Tiara+1+Kcl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3327584056478836819</id><published>2010-08-24T06:36:00.002+07:00</published><updated>2011-02-05T20:34:55.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Rindu 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMGOxsAWNI/AAAAAAAABtI/J5IgMiMd6S8/s1600/Rindu+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMGOxsAWNI/AAAAAAAABtI/J5IgMiMd6S8/s320/Rindu+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508753620130093266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3327584056478836819?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3327584056478836819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-rindu-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3327584056478836819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3327584056478836819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-rindu-2.html' title='Aglaonema Rindu 2'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMGOxsAWNI/AAAAAAAABtI/J5IgMiMd6S8/s72-c/Rindu+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1686840865709898915</id><published>2010-08-24T06:35:00.002+07:00</published><updated>2011-02-05T20:34:34.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Rindu 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMF6k3Xf_I/AAAAAAAABtA/5uyh_foo97k/s1600/Rindu+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMF6k3Xf_I/AAAAAAAABtA/5uyh_foo97k/s320/Rindu+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508753273090703346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1686840865709898915?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1686840865709898915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-rindu-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1686840865709898915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1686840865709898915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/aglaonema-rindu-1.html' title='Aglaonema Rindu 1'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/THMF6k3Xf_I/AAAAAAAABtA/5uyh_foo97k/s72-c/Rindu+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3003165108360022295</id><published>2010-08-18T07:03:00.002+07:00</published><updated>2010-08-18T07:07:08.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suplier'/><title type='text'>Bingkisan Dari Kawasan Tropis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TGsjzZa4yYI/AAAAAAAABs4/KShGwpMaJak/s1600/adiantum_venustum_1076.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TGsjzZa4yYI/AAAAAAAABs4/KShGwpMaJak/s320/adiantum_venustum_1076.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506534335294523778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bentuk daun beragam ada perubahan warna dari muda hingga tua. Di habitat` aslinya, tumbuh di bawah naungan hutan tropis. Kehadirannya di taman menjadikan suasana tropis Lebih kental. Suplir sudah menjadi tanaman  hias sejak lama dan penggemar setianya selalu bejibun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tanaman ini 'hanya' nampak hijau, namun punya detail yang menarik. Bentuk daunnya beragam. Untuk beberapa jenis, ada pertumbuhan warna dari daun muda (pucuk) menjadi tua. Dari merah muda, menjadi hijau keputihan lantas menjadi hijau. Lebih dari itu, merawat suplir memang punya tantangan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terpapar terlalu banyak sinar matahari, daunnya terbakar. Jika terlalu banyak air pun, daun akan busuk. Karenanya, formula yang tepat menjadi antangan hobiis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media porus&lt;br /&gt;Suplir bisa ditampilkan sebagai tanaman pot maupun elemen taman. Kehadirannya membuat suasana tropis langsung terasa. Di habitat aslinya, suplir tumbuh di kawasan lembap hutan tropis. Sebagai tanaman pot, Wiwiek Afianto, hobiis suplir di Malang menggunakan media kompos (kaliandra), tanah, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Ada juga yang menambahkan dengan pasir jika tanah terlalu lengket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suplir suka tempat teduh. Makanya ini saya taruh di rumah plastik," kata Anita Siregar, kolektor suplir di Ciwidey, Bandung. Menurutnya, kebutuhan hidup suplir tak jauh beda dengan begonia koleksinya. Memang, di kawasan berhawa sejuk, suplir tumbuh lebih bagus. Walaupun ada beberapa jenis yang daptif, dari daerah panas hingga suhu rendah. Sebenarnya tak harus punya rumah plastik untuk merawat suplir. Anda bisa meletakkannya di teras rumah yang ternaungi tetapi masih terkena sinar matahari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suplir yang ditanam di pot lebih fleksibel untuk diatur. Sebagaimana yang dilakukan Muhammad Suwed di Bogor, suplir diletakkan di teras dan sekitar tangga. Lain halnya jika ditanam di tanah, tidak mudah untuk dipindah-pindah. Apa lagi jika sudah besar. Di taman, suplir digunakan sebagai tanaman&lt;br /&gt;filler maupun border. Syarat penamannya pun sama, harus ada naungan. Karenanya, biasanya diletakkan di bawah pohon besar. Kehadiran suplir di taman menghadirkan suasanan alam tropis yang teduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips: Merawat suplir    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyiraman dilakukan dengan disemprot (hindari pengguyuran). Pastikan air tidak menggenang.&lt;br /&gt;2. Bila tidak tahu pasti, hindari pemupukan dengan pupuk kimia buatan. Karena tanaman ini rentan, bisa mengkibatkan kebusukan. Lebih bagus bila menggunakan pupuk alami.&lt;br /&gt;3. Ganti media jika sudah sesak rumpunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks: Titik K&lt;br /&gt;Majalah Garden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;http://www.floralimages.co.uk/images/adiantum_venustum_1076.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3003165108360022295?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3003165108360022295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/bentuk-daun-beragam-ada-perubahan-warna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3003165108360022295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3003165108360022295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/bentuk-daun-beragam-ada-perubahan-warna.html' title='Bingkisan Dari Kawasan Tropis'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TGsjzZa4yYI/AAAAAAAABs4/KShGwpMaJak/s72-c/adiantum_venustum_1076.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5406564481477373001</id><published>2010-08-13T00:55:00.002+07:00</published><updated>2010-08-13T01:00:02.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Okulasi'/><title type='text'>Okulasi TEKNOLOGI PEMBIBITAN JERUK BESAR BALI</title><content type='html'>I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Jeruk besar Bali (citrus maxima. Merr) yang lazim disebut dengan nama jeruk&lt;br /&gt;Bali merupakan salah satu buah yang hampir dikenal oleh seluruh Iapisan&lt;br /&gt;masyarakat Bali dan sebagian besar masyarakat di luar Bali. Prospek&lt;br /&gt;pemasarannya cukup baik dan yang perlu mendapatkan perhatian adalah&lt;br /&gt;bagaimana meningkatkan produksinya.&lt;br /&gt;Penanaman jeruk Bali, baik yang berskala kecil maupun besar (berorientasi&lt;br /&gt;agribisnis), harus diawali dengan pembibitan. Keberhasilan pengusahaan&lt;br /&gt;tanaman jeruk ditentukan oleh tersedianya bibit bermutu, yaitu bibit yang bebas&lt;br /&gt;penyakit, murni, identik dengan induknya, tidak cacat serta penangkarannya&lt;br /&gt;telah dilakukan dengan benar dan tepat melalui program sertifikasi bibit.&lt;br /&gt;Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari okulasi dan sambung pucuk. Bibit&lt;br /&gt;tersebut merupakan gabungan bibit semai dan cabang entris dari varietas&lt;br /&gt;unggul, yang produksi dan mutu buahnya baik. Dengan bibit asal okulasi dan&lt;br /&gt;sambung pucuk akan diperoleh tanaman yang berakar kuat, tumbuhnya subur,&lt;br /&gt;buahnya banyak dan mutu buahnya tinggi. Salah satu dari cara diatas yaitu&lt;br /&gt;okulasi akan disajikan di bawah ini&lt;br /&gt;II. OKULASI&lt;br /&gt;Okulasi adalah menempelkan mata tunas tanaman lain kepada batang muda dan&lt;br /&gt;dari varietas yang sama, atau antara varietas dalam species. Dengan okulasi&lt;br /&gt;sifat-sifat baik dari kedua tanaman (batang bawah dan mata tunas dari batang&lt;br /&gt;lain disatukan).&lt;br /&gt;1. Syarat-syarat tanaman batang bawah&lt;br /&gt;- Mempunyai pertumbuhan yang baik dan perakaran yang kuat.&lt;br /&gt;- Tahan terhadap kekurangan dan kelebihan air.&lt;br /&gt;- Berasal dari tanaman yang subur serta tahan terhadap penyakit&lt;br /&gt;sehingga dapat hidup bersama (compatible).&lt;br /&gt;- Bibit yang berasal dari biji nuselus dijadikan batang bawah,&lt;br /&gt;biasanya jeruk Rough Lemon (RL) atau Japanesche Citroen (JC).&lt;br /&gt;- Jenis jeruk ini mempunyai beberapa keunggulan yaitu penyebaran&lt;br /&gt;akar dalam tanah cukup lugs, baik secara lateral maupun vertikal.&lt;br /&gt;- Mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap kekeringan.&lt;br /&gt;a. Cabang untuk mata tempel yang sesuai untuk okulasi.&lt;br /&gt;b. Batang bawah yang sudah dikelupaskan kulitnya dan dipotong.&lt;br /&gt;c. Mata tempel yang sudah jadi.&lt;br /&gt;2. Penyemaian dan pemeliharaan benih batang bawah&lt;br /&gt;- Penyemaian benih dilakukan dalam bak persemaian atau&lt;br /&gt;bedengan.&lt;br /&gt;- Media persemaian, merupakan campuran pupuk kandang dan pasir&lt;br /&gt;yang telah diayak dengan perbandingan 1:1.&lt;br /&gt;- Media persemaian sudah disuci-hamakan baik secara kimia&lt;br /&gt;maupun fisik dan belum pernah ditanami jeruk.&lt;br /&gt;- Persemaian diberi naungan plastik yang dapat dibuka atau ditutup.&lt;br /&gt;- Setelah benih ditanam di persemaian, disiram setiap hari agar tidak&lt;br /&gt;kering.&lt;br /&gt;- Pemupukan dengan NPK diberikan dengan takaran 2 gr/liter air&lt;br /&gt;disiramkan merata.&lt;br /&gt;- Lakukan pengendalian jika terdapat serangan hama/penyakit.&lt;br /&gt;- Setelah batang bawah berumur 6 bulan sudah dapat disambung&lt;br /&gt;atau diokulasi.&lt;br /&gt;3. Syarat-syarat tanaman batang atas&lt;br /&gt;- Berproduksi tinggi/berbuah banyak.&lt;br /&gt;- Bentuk buah baik/sempurna dan rasanya enak.&lt;br /&gt;- Tahan terhadap hama dan penyakit.&lt;br /&gt;- Digemari oleh banyak orang karena mempunyai sifat-sifat unggul.&lt;br /&gt;- Ranting/cabang yang baik berbentuk bulat dan silendris.&lt;br /&gt;4. Peralatan dan bahan-bahan yang perlu disiapkan&lt;br /&gt;- Pisau okulasi yang tajam dan bersih.&lt;br /&gt;- Tali plastik atau rafia untuk mengikat mata tempel ke batang&lt;br /&gt;bawah.&lt;br /&gt;- Kain lap untuk membersihkan batang pangkal bawah.&lt;br /&gt;- Gunting pangkas untuk membuang tunas-tunas liar.&lt;br /&gt;5. Cara kerja&lt;br /&gt;- Pangkal bawah pohon yang akan ditempel terlebih dahulu&lt;br /&gt;dibersihkan dengan kain lap.&lt;br /&gt;- Kira-kira 20 cm diatas tanah, kulit pohon pangkal bawah dipotong&lt;br /&gt;melintang atau diiris seperti bentuk huruf U terbalik.&lt;br /&gt;- Sebelah kiri dan kanan potongan/irisan kulit dikorek ke bawah&lt;br /&gt;dengan ujung pisau sepanjang 3 cm.&lt;br /&gt;- Bagian kulit yang telah dipotong dan ditoreh itu kemudian diangkat&lt;br /&gt;dan dikelupaskan ke bawah sepanjang 3 cm.&lt;br /&gt;- Kira-kira 2/3 bagian dari kulit yang telah dikelupaskan tadi dipotong&lt;br /&gt;dan sisanya yang 1/3 lagi digunakan untuk menjepit kulit mata yang&lt;br /&gt;akan ditempelkan.&lt;br /&gt;- Setelah cabang/dahan untuk batang atas tersedia, mata tunasnya&lt;br /&gt;segera disayat dari dahan tersebut. Kulit dahan bermata tunas&lt;br /&gt;(eritris) diiris tipis-tipis beserta kayunya sepanjang 3 cm, kemudian&lt;br /&gt;dipotong.&lt;br /&gt;- Irisan kulit bermata dicongkel dan dilepaskan dengan ujung pisau.&lt;br /&gt;Pekerjaan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, jangan&lt;br /&gt;sampai kulit rusak, robek atau kotor.&lt;br /&gt;- Kulit tempelan segera diletakkan pada celah batang bawah yang&lt;br /&gt;telah disiapkan hingga benar-benar pas dan dijepit dengan bagian&lt;br /&gt;kulit yang disisakan. Cara menaruhnya jangan sampai terbalik.&lt;br /&gt;- Setelah kulit calon batang atas menempel, tempelan tersebut harus&lt;br /&gt;segera diikat. Cara mengikatnya dari bawah ke atas, kira-kira 1 cm&lt;br /&gt;diatas tempelan. Mata tunas jangan tertutup oleh tali pengikat tetapi&lt;br /&gt;harus tersembul.&lt;br /&gt;- Setelah 3 minggu sejak penempelan tali ikatan dibuka dan&lt;br /&gt;tempelan diperiksa. Apabila keadaannya tetap hijau segar, berarti&lt;br /&gt;tempelan berhasil, tetapi bila warnanya coklat atau kuning, berarti&lt;br /&gt;penempelan gagal.&lt;br /&gt;- Apabila tempelan berhasil, batang bawah dilengkungkan atau&lt;br /&gt;dipatahkan pada ketinggian 2-3 cm diatas tempelan. Hal ini&lt;br /&gt;dimaksudkan agar mata tunas tempelan dapat tumbuh tanpa&lt;br /&gt;disaingi oleh tunas-tunas lain.&lt;br /&gt;- Apabila tempelan tidak jadi masih dapat dibuat tempelan lagi pada&lt;br /&gt;tempat yang lain, misalnya di bagian samping atau belakangnya.&lt;br /&gt;- Setelah tempelan berhasil menjadi tanaman baru dan keadaannya&lt;br /&gt;sudah cukup dewasa (jumlah cabang dan ranting cukup serta&lt;br /&gt;berdaun banyak untuk berasimilasi) batang yang dilengkungkan&lt;br /&gt;atau dipatahkan tadi dipotong miring dan dibuang.&lt;br /&gt;- Bekas potongan harus dilumuri atau ditutup dengan parafin atau&lt;br /&gt;cat.&lt;br /&gt;- Beberapa lama kemudian tanaman dapat dipindahkan ke dalam&lt;br /&gt;kantong plastik hitam (polybag) dan diisi tanah yang dicampur&lt;br /&gt;pupuk secukupnya, disirami setiap tanahnya keying.&lt;br /&gt;- Bibit yang sudah cukup besar dalam kantong plastik siap untuk&lt;br /&gt;dipasarkan.&lt;br /&gt;Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Denpasar&lt;br /&gt;Jl. By Pass Ngurah Rai P.O Box 3480, Denpasar Bali&lt;br /&gt;Sumber : A. Supriyanto (2000). Budidaya Jeruk Besar IPPTP Tlekung&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://www.pustaka-deptan.go.id/agritek/bali0211.pdf&gt;pustaka-deptan.go.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5406564481477373001?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5406564481477373001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/okulasi-teknologi-pembibitan-jeruk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5406564481477373001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5406564481477373001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/okulasi-teknologi-pembibitan-jeruk.html' title='Okulasi TEKNOLOGI PEMBIBITAN JERUK BESAR BALI'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3895798672018694291</id><published>2010-08-06T23:58:00.017+07:00</published><updated>2010-08-07T00:41:35.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kambium'/><title type='text'>Jaringan Pada Tumbuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxAndKT1CI/AAAAAAAABsY/-unyz34_SUc/s1600/Jaringan+Meristem.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxAndKT1CI/AAAAAAAABsY/-unyz34_SUc/s320/Jaringan+Meristem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502343891326850082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jaringan Meristem &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Jaringam meristem adalah jaringan muda yang terdiri dari sekelompok sel-sel tumbuhan yang aktif membelah. Ciri-ciri sel yang menyusun jaringan meristem adalah ukuran selnya kecil,sel berdinding tipis, mempunyai nukleus yang relatif besar,vakuola berukuran kecil, banyak mengandung sitoplasma, selnya berbentuk kubus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel-sel meristem membelah terus untuk menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil pembelahan akan tetap berada dalam jaringan meristem dan disebut sel inisial atau sel permulaan. Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristem disebut derivati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxAHDhYD2I/AAAAAAAABsQ/Em23Z4qDxiY/s1600/Meristem+sekunder.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxAHDhYD2I/AAAAAAAABsQ/Em23Z4qDxiY/s320/Meristem+sekunder.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502343334688460642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan asal pembentukannya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Promeristem.&lt;br /&gt;   2. Meristem primer.&lt;br /&gt;   3. Meristem skunder. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promeristem adalah jaringan meristem yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meristem primer adalah jaringan meristem yang terdapat pada tumbuhan dewasa yang sel-selnya masih membelah. Pada umumnya jaringan meristem primer terdapat pada ujung akar dan ujung batang yang dapat mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meristem skunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer.Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium.&lt;br /&gt;Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFw_SNnErmI/AAAAAAAABsI/nlaxD7VzkRE/s1600/Meristem+sekunder+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFw_SNnErmI/AAAAAAAABsI/nlaxD7VzkRE/s320/Meristem+sekunder+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502342426863644258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga. Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jaringan Permanen &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxDWXTBHfI/AAAAAAAABsg/cMXMn10L--o/s1600/Jaringan+Permanen.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxDWXTBHfI/AAAAAAAABsg/cMXMn10L--o/s320/Jaringan+Permanen.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502346896229866994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jaringan permanen adalah jaringan yang bersifat non meristematik. Jaringan non meristematik yaitu jaringan yang sel-selnya tidak membelah lagi. Jaringan permanen dibentuk dari hasil defensiasi sel-sel meristem, yang terdiri dari meristem primer dan meristem skunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk jaringan permanen :&lt;br /&gt;a. Jaringan epidermis.&lt;br /&gt;b. Jaringan parenkim.&lt;br /&gt;c. Jaringan penyokong.&lt;br /&gt;d. Jaringan pengangkut.&lt;br /&gt;e. Jaringan gabus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://dhanitroy.blogspot.com/&gt;dhanitroy.blogspot.com &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3895798672018694291?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3895798672018694291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/pohon-monokotil-dan-dikotil-biji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3895798672018694291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3895798672018694291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/pohon-monokotil-dan-dikotil-biji.html' title='Jaringan Pada Tumbuhan'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxAndKT1CI/AAAAAAAABsY/-unyz34_SUc/s72-c/Jaringan+Meristem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5940405003716002985</id><published>2010-08-06T23:43:00.008+07:00</published><updated>2010-08-07T00:42:18.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kambium'/><title type='text'>Kambium</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxHeXHFg5I/AAAAAAAABsw/78AkT-coqew/s1600/Pertumbuhan+Tanaman+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxHeXHFg5I/AAAAAAAABsw/78AkT-coqew/s320/Pertumbuhan+Tanaman+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502351431665288082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kambium adalah lapisan sel atau lapisan jaringan pada tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem. Ada 2 jenis kambium, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kambium gabus (cork cambium dalam bahasa Inggris)&lt;br /&gt;    * Kambium vaskular/pembuluh (vascular cambium dalam bahasa Inggris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kambium (zat kayu) hanya dimiliki oleh tumb dikotil. lihat saja semua pohon-pohon misalnya jati, mangga, jambu, dll itu tumbuhan dikotil. kalau monokotil misalnya perdu2an: cabai, terung, pacar air, dll kan tidak ada kayunya. tapi,sebenarnya ada tumbuhan monokotil yg berkayu misal kelapa, palem,dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbedaan tumbuhan dikotil&amp; monokotil dilihat dari struktur luarnya,&lt;br /&gt;-dikotil: batang pasti berkayu (berkambium), bercabang, akar tunggang, pohon besar.&lt;br /&gt;-monokotil: batang tidak berkayu (sedikit yg berkayu)/ tidak berkambium, tidak pernah bercabang, akar serabut, perdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, kambium dijadikan pembeda tumbuhan dikotil &amp; monokotil karena tumbuhan dikotil pasti punya kambium sedangkan monokotil tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertumbuhan Sekunder&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxHa4KgaPI/AAAAAAAABso/9KbcOC4bVjI/s1600/Pertumbuhan+Tanaman+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxHa4KgaPI/AAAAAAAABso/9KbcOC4bVjI/s320/Pertumbuhan+Tanaman+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502351371818526962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þ bentuk konsentris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup&lt;br /&gt;- ke luar membentuk felem : sel-sel mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Dari : &lt;a href=http://dhanitroy.blogspot.com/&gt;dhanitroy.blogspot.com &lt;/a&gt; dan berbagai sumber.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5940405003716002985?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5940405003716002985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/kambium.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5940405003716002985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5940405003716002985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/kambium.html' title='Kambium'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFxHeXHFg5I/AAAAAAAABsw/78AkT-coqew/s72-c/Pertumbuhan+Tanaman+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-7736399518256373969</id><published>2010-08-06T05:35:00.004+07:00</published><updated>2010-08-06T06:19:27.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Okulasi'/><title type='text'>Kunci Sukses Okulasi : Butuh Ketepatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFtG-jquRDI/AAAAAAAABsA/XAKkVpdRIDM/s1600/Okulasi+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFtG-jquRDI/AAAAAAAABsA/XAKkVpdRIDM/s320/Okulasi+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502069410303460402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFtG6kho5zI/AAAAAAAABr4/4kc17b3oUHs/s1600/Okulasi+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFtG6kho5zI/AAAAAAAABr4/4kc17b3oUHs/s320/Okulasi+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502069341814318898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFtE6yc4izI/AAAAAAAABrw/rYR4kIk-hbg/s1600/Okulasi+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFtE6yc4izI/AAAAAAAABrw/rYR4kIk-hbg/s320/Okulasi+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502067146529213234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFs-mQ-ApGI/AAAAAAAABro/Hpxq-Ex0YMc/s1600/Okulasi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFs-mQ-ApGI/AAAAAAAABro/Hpxq-Ex0YMc/s320/Okulasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502060196874200162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Okulasi termasuk cara perbanyakan tanaman yang cukup populer. Pasti sudah banyak yang tahu cara okulasi. Hanya saja okulasi tak bisa sembarangan dilakukan. Harus tahu langkah-langkahnya. Ada beberapa rahasia yang bisa mempengaruhi keberhasilan okulasi. Yuk, kita simak H. Abdul Ghani, dari Sanggar Buana Flora, berbagi rahasia sukses mengokulasi buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memilih mata&lt;br /&gt;Ketepatan memilih mata tunas yang akan ditempel merupakan salah satu kunci keberhasilan okulasi. Mata tunas yang dipilih harus yang berpotensi tumbuh. Ciri-cirinya? Pada tanaman jambu dan mangga, pilih mata tunas yang sudah keluar tunas kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk tanaman lain, Adung alias Abdul Ghani menyarankan mata yang sama sekali belum bertunas. Untuk mangga dan duren sering diakali dengan cara perompesan/pelerengan. Caranya? Pangkas habis daun pada pucuk pohon mangga. Perompesan daun akan memacu tumbuhnya tunas baru. Nah, tunas baru itulah yang bisa dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara menyayat&lt;br /&gt;Perhatikan juga cara membuat sayatan batang induk dan batang atas. Kayu dari pohon induk tak boleh tersayat. Bahkan kambium, semacam lendir licin yang menempel pada kayu induk tak boleh hilang. Soalnya kambium berfungsi untuk lalu-lintas makanan dari daun ke tubuh tanaman. Kalau kambium hilang suplai makanan ke mata tempel tidak ada. Tunas baru pun tidak bakal tumbuh. Tak boleh ada kayu yang tertinggal di kulit mata tempel. Supaya mudah dalam membuat sayatan, potong cabang yang akan diambil mata tempelnya. Siapkan dulu mata tempel dari cabang atas. Baru kemudian sayat pohon induk. Tujuannya agar kambium tidak kering. Pakailah pisau yang tajam dan steril supaya hasil sayatannya rapi dan higienis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara mengikat&lt;br /&gt;Mengikat mata tempel juga tidak boleh sembarangan. Ikatan harus rapat sampai angin tak bisa masuk ke tempelan. Harus pas, tidak boleh terlalu kencang tidak juga terlalu longgar. Kulit mata tunas menempel dengan sempurna sudah cukup. Kalau&lt;br /&gt;terlalu kencang, bisa tercekik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata tunas boleh ikut ditutup, boleh juga tidak ditutup. Mata tunas yang ditutup punya kelebihan. Gangguan dari luar, terutama air tidak bisa masuk. Tapi ikatan pada mata tunas tak boleh kencang. Supaya tunas bisa tumbuh. Kalau mata tunas tidak ditutup harus dipastikan air tidak menyentuh tempelan. Soalnya, entres bisa busuk kalau kena air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kecepatan kerja&lt;br /&gt;Sewaktu melakukan okulasi, kerja harus cepat. Sayatan di pohon induk tidak boleh terlalu lama di udara terbuka. Begitu juga dengan sayatan mata tempel. Kalau terlalu lama kambium pada kayu bisa kering. Agar kerja bisa cepat dan tak terganggu, sebaiknya siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Agar sewaktu bekerja tak lagi perlu cari-cari alat&lt;br /&gt;yang dibutuhkan. Siapkan dulu mata tempel, baru sayat batang induk. Ada lagi cara untuk menyiasati kelambatan kerja. Bekerjalah di tempat yang teduh. Sebaiknya lakukan pada pagi atau sore hari. Terik matahari tentu akan mempercepat, kambium menjadi kering. Sebaiknya letakkan hasil okulasi di tempat teduh. Selain menghindari terik matahari, juga agar tak ada air yang masuk ke sambungan.&lt;br /&gt;Tidak ada rahasia lagi okano (Rudi/ FLONA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-7736399518256373969?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/7736399518256373969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/kunci-sukses-okulasi-butuh-ketepatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7736399518256373969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7736399518256373969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/08/kunci-sukses-okulasi-butuh-ketepatan.html' title='Kunci Sukses Okulasi : Butuh Ketepatan'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFtG-jquRDI/AAAAAAAABsA/XAKkVpdRIDM/s72-c/Okulasi+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3057657502001189159</id><published>2010-07-29T20:33:00.005+07:00</published><updated>2010-07-29T21:22:59.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pameran'/><title type='text'>Pameran Flona Lapangan Banteng Juli 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFGOpheyjMI/AAAAAAAABrg/MhlRNBxWDco/s1600/Adenium+Bonggol+Besar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFGOpheyjMI/AAAAAAAABrg/MhlRNBxWDco/s320/Adenium+Bonggol+Besar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499333464009379010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF7DB-30eI/AAAAAAAAAIA/-jNoA0mZrmk/s1600/Tari+Bali+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 235px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF7DB-30eI/AAAAAAAAAIA/-jNoA0mZrmk/s320/Tari+Bali+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499311911998050786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF67BQrqBI/AAAAAAAAAH4/KFVxTSPAk-k/s1600/Tari+Bali+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF67BQrqBI/AAAAAAAAAH4/KFVxTSPAk-k/s320/Tari+Bali+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499311774365362194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF4oP5ALQI/AAAAAAAAAHw/TUI2NfVDPBQ/s1600/Tari+Betawi+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF4oP5ALQI/AAAAAAAAAHw/TUI2NfVDPBQ/s320/Tari+Betawi+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499309252851805442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF7f19L0hI/AAAAAAAAAII/XZypQDjHF6c/s1600/Biduan+Gambang+Kromong.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF7f19L0hI/AAAAAAAAAII/XZypQDjHF6c/s320/Biduan+Gambang+Kromong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499312406985953810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di akhir bulan Juli 2010 saya menginjak lapangan banteng kembali, entah untuk yang keberapa kali. Hampir setiap tahun saya menonton pesta akbar para penjual tanaman hias di Jakarta ini. Biasanya dilaksanakan bulan Agustus, dari awal bulan hingga akhir bulan, tapi di tahun 2010 ini dilaksanakan pada bulan Juli. Entah apa sebabnya, barangkali saja karena Agustus nanti bulan puasa, bulan penuh ibadah dan kurang cocok untuk jualan karena orang setiap hari sibuk ibadah dan mengumpulkan uang untuk keperluan lebaran.&lt;br /&gt;     Masih seperti dulu, gundukan atap stand demi stand terpampang didepan mata. Tanaman buah, aglaonema, adenium dan sansevieria tampak dimana-mana, sementara puring hanya sedikit yang tampil, sangat sedikit. Nampaknya puring belum saatnya booming pada saat sekarang, mungkin nanti beberapa waktu lagi.&lt;br /&gt;     Untunglah kaki yang penat ini menjumpai panggung pertunjukkan gambang kromong dan tari-tarian gadis-gadis remaja, tari bali dan tari betawi. Yang nyanyi gambang kromong biduannya sudah berumur tapi masih tampak manis dan bersemangat, maklum artis Betawi .... (Ahita Teguh Susilo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3057657502001189159?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3057657502001189159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/pameran-flona-lapangan-banteng-juli.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3057657502001189159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3057657502001189159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/pameran-flona-lapangan-banteng-juli.html' title='Pameran Flona Lapangan Banteng Juli 2010'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TFGOpheyjMI/AAAAAAAABrg/MhlRNBxWDco/s72-c/Adenium+Bonggol+Besar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1201774185415224710</id><published>2010-07-29T20:27:00.003+07:00</published><updated>2010-07-29T20:30:48.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Adenium'/><title type='text'>Adenium Ekstrim Shock</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFGAXadVu1I/AAAAAAAAAIo/Ow1jrq8NWaE/s1600/Adenium+Ekstrim+Shock+Batangnya+Menari.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 290px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFGAXadVu1I/AAAAAAAAAIo/Ow1jrq8NWaE/s320/Adenium+Ekstrim+Shock+Batangnya+Menari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499317759723813714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Adenium setelah dimutilasi, cabang dan rantingnya seakan tangan penari &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFGADX56SVI/AAAAAAAAAIY/JX0w2hmDzHI/s1600/Adenium+Ekstrim+Shock+Terbalut+Plastik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFGADX56SVI/AAAAAAAAAIY/JX0w2hmDzHI/s320/Adenium+Ekstrim+Shock+Terbalut+Plastik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499317415440959826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Adenium setelah dimutilasi dibalut dengan plastik, tampak seperti mummi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF_4fTyaTI/AAAAAAAAAIQ/foegpwh5ujI/s1600/Adenium+Ekstrim+Shock.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFF_4fTyaTI/AAAAAAAAAIQ/foegpwh5ujI/s320/Adenium+Ekstrim+Shock.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499317228449982770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Adenium dimutilasi, tampak jelas bekas potongannya &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan di Lapangan Banteng di penghujung bulan Juli tahun 2010 saya terpana melihat salah satu stand halamannya penuh dengan adenium aneh. Adenium berbentuk bonsai tapi terbalut plastik putih mengkilap dibawah terik matahari siang. Ternyata itu adalah adenium ekstrim shock.&lt;br /&gt;Walaupun sudah lama ada tapi saya baru melihat ada adenium dimutilasi (dipotong-potong) batangnya kemudian disambung kembali, itulah adenium ekstrim shock. Seluruh tubuhnya terbalut plastik, kabarnya sih agar tidak busuk bila kena air (hujan).&lt;br /&gt;     Batang adenium yang aselinya menjulur lurus ke atas dirubah arahnya kesamping walaupun tanpa kawat. cukup dipotong kemudian disambung kembali setelah arahnya dirubah horisontal. Itupun masih dipotong lagi diarahkan kesamping kanan dan kiri. Wah cabang dan rantingnya seakan menari ...&lt;br /&gt;     Teknik menyambungnya pun tidak seperti dulu yang menggunakan cara dibelah seperti huruf V. Sekarang cukup dipotong datar, demikian juga batang atasnya .... dipotong datar bahkan kalau perlu hanya : ... 1 mata saja !&lt;br /&gt;     Ada yang ditutup lembaran plastik bagai diberi selimut kemudian plastik tersebut dipocong kebawah dan diikat, .... betul-betul cara menyambung yang sangat cepat. Tunas yang tumbuh akan mendesak lembaran plastik yang menyungkupnya, bahkan menjebolnya .....&lt;br /&gt;     Wah jaman telah maju .... saya merasa ketinggalan .... (Ahita Teguh Susilo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1201774185415224710?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1201774185415224710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/adenium-ekstrim-shock.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1201774185415224710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1201774185415224710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/adenium-ekstrim-shock.html' title='Adenium Ekstrim Shock'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TFGAXadVu1I/AAAAAAAAAIo/Ow1jrq8NWaE/s72-c/Adenium+Ekstrim+Shock+Batangnya+Menari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1294204932892911215</id><published>2010-07-21T02:15:00.003+07:00</published><updated>2010-07-21T02:16:23.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Herbal'/><title type='text'>Terbakar ? Ingatlah Binahong</title><content type='html'>Pacu kolagen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun binahong Anredera cardifolia (sinonim Boussingaultia cordifolia) terbukti mujarab mengatasi luka bakar. Masyarakat  memang memanfaatkan daun binahong untuk membalurkan di atas luka bakar. Khasiat daun tanaman anggota famili  Basellaceae itu manjur seperti hasil penelitian praklinis Dedi Ardiyanto, Erindyah Retno, dan Setyo Nurwaini - periset Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurwaini membuat salep berbahan baku daun binahong dengan berbagai campuran seperti asam stearat, cera alba, dan trietanolamin. Luka bakar di punggung kelinci jantan berumur 4 bulan kemudian diolesi dengan 0,4 gram krim binahong sekali sehari. Nurwaini menutup luka 20 cm x 12 cm dengan kain kassa untuk mencegah kontaminasi. Keesokan hari ia membuka plester, mengukur diameter luka, dan kembali mengolesi luka dengan krim binahong hingga sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya krim binahong 5% menyembuhkan luka bakar pada hari ke-20. Itu lebih cepat ketimbang kelompok kontrol positif yang diberi krim madecassol  dan sembuh pada hari ke-23. Menurut Nurwaini daun heartleaf madeiravine alias binahong ampuh mengatasi luka bakar karena kandungan saponin. Saponin bersifat  antibakteri sehingga pas sebagai pembasuh luka. Selain itu saponin binahong juga memacu pembentukan kolagen, protein yang berperan dalam penyembuhan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr Dendi Sudiono SpKK, ‘Untuk mengatasi luka bakar diperlukan bahan-bahan yang mengandung banyak kolagen.’  Kulit mempunyai senyawa kolagen yang terbentuk dari jaringan serabut elastin dan serabut kolagen. Senyawa-senyawa itu membuat lapisan kulit bagian atas menjadi kencang.  Peran lain kolagen adalah menyumpal bagian permukaan kulit yang tak merata, termasuk keriput serta kulit bekas jerawat.  Ketika usia kian menua, produksi kolagen turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein dari luar diperlukan untuk menggantikan protein tubuh yang keluar dari dalam sel akibat luka bakar. ‘Saponin larut dalam air dan akan menyebar dalam air sehingga menyebabkan difusi obat ke jaringan kulit lebih lancar,’ ujar Nurwaini. Akibatnya luka bakar pun lebih cepat sembuh. Pantas pada hari ke-20, persentase kesembuhan kelinci yang menderita luka bakar di punggung mencapai 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multikhasiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dalam bentuk krim, Nurwaini membuktikan jeli binahong juga mujarab mengatasi luka bakar. Dalam riset itu, Nurwaini mengolesi luka bakar di punggung kelinci dengan jeli daun binahong. Namun, hingga hari ke-4, indikasi penyembuhan luka bakar belum tampak. Padahal,  biasanya luka bakar membentuk pelebaran luka, sehingga efek penyembuhan terlihat setelah beberapa hari. Baru pada hari ke-8 - 15  tampak penyembuhan luka bakar seperti luka mengering akan terkelupas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ke-16 - 24  luka hampir sembuh,  diameter luka nol sentimeter. Menurut Nurwaini  laju penyembuhan relatif  lambat karena pada fase itu terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan karena gaya gravitasi, dan berakhir dengan perupaan kembali jaringan yang terbentuk. Riset ilmiah itu meneguhkan bahwa dheng san ci itu memang berkhasiat mengatasi luka bakar. Beberapa herbalis yang dihubungi Trubus mengatakan tanaman anggota famili Basellaceae itu multikhasiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria Margaretha Andjarwati, herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, beberapa kali dihubungi oleh kerabat pasien yang menderita luka bakar. Ia menyarankan pemanfaatan 7 lembar daun binahong yang ditumbuk halus kemudian dibalurkan di atas luka. Selain itu ia juga meresepkan tanaman yang diduga berasal dari Amerika Selatan itu untuk mengatasi tuberkulosis paru-paru. Sedangkan dr Eliya, dokter sekaligus herbalis di Serang, Provinsi Banten, meresepkan binahong untuk mengatasi paronychia alias cantengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu masyarakat memanfaatkan binahong untuk mengatasi beragam penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, ambeien, dan kanker. Dengan khasiat seabrek itu, herba binahong layak menghias teras. Tanaman obat itu bukan saja bersosok indah, tetapi multifaedah. Oleh karena itu jika sewaktu-waktu terluka akibat minyak panas, terkena tabung knalpot, atau tersiram air panas, pertolongan pertama adalah mengambil daun binahong. (Sardi Duryatmo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1294204932892911215?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1294204932892911215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/terbakar-ingatlah-binahong.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1294204932892911215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1294204932892911215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/terbakar-ingatlah-binahong.html' title='Terbakar ? Ingatlah Binahong'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5684352466865452474</id><published>2010-07-21T01:44:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T20:34:10.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Srikandi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXut9GSFWI/AAAAAAAABog/6C-SsHmRguI/s1600/Srikandi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXut9GSFWI/AAAAAAAABog/6C-SsHmRguI/s320/Srikandi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496061393537996130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5684352466865452474?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5684352466865452474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-srikandi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5684352466865452474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5684352466865452474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-srikandi.html' title='Aglaonema Srikandi'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXut9GSFWI/AAAAAAAABog/6C-SsHmRguI/s72-c/Srikandi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4748923994689391891</id><published>2010-07-21T01:43:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T20:33:51.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Sexy Pink</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXuh6TG-MI/AAAAAAAABoY/XhumMyze6RA/s1600/Sexy+pink.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXuh6TG-MI/AAAAAAAABoY/XhumMyze6RA/s320/Sexy+pink.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496061186628057282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4748923994689391891?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4748923994689391891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-sexy-pink.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4748923994689391891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4748923994689391891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-sexy-pink.html' title='Aglaonema Sexy Pink'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXuh6TG-MI/AAAAAAAABoY/XhumMyze6RA/s72-c/Sexy+pink.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3702386393721679903</id><published>2010-07-21T01:42:00.003+07:00</published><updated>2011-02-05T20:33:05.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema ILLUMINATION</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXuH8-9gHI/AAAAAAAABoQ/sTIDplhz6XU/s1600/Illumination.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXuH8-9gHI/AAAAAAAABoQ/sTIDplhz6XU/s320/Illumination.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496060740672258162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3702386393721679903?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3702386393721679903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-ilumination.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3702386393721679903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3702386393721679903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-ilumination.html' title='Aglaonema ILLUMINATION'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXuH8-9gHI/AAAAAAAABoQ/sTIDplhz6XU/s72-c/Illumination.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3955888903863314028</id><published>2010-07-21T01:41:00.002+07:00</published><updated>2011-02-05T20:33:26.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Dolores</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXt7QbbJdI/AAAAAAAABoI/TbCpaONcchQ/s1600/Dolores.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXt7QbbJdI/AAAAAAAABoI/TbCpaONcchQ/s320/Dolores.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496060522553615826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Dipesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3955888903863314028?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3955888903863314028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-dolores.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3955888903863314028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3955888903863314028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-dolores.html' title='Aglaonema Dolores'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEXt7QbbJdI/AAAAAAAABoI/TbCpaONcchQ/s72-c/Dolores.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-8322861425419607771</id><published>2010-07-19T08:29:00.001+07:00</published><updated>2010-07-19T08:29:50.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Legacy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOqd-nfoDI/AAAAAAAABnU/ac0NbBuGS14/s1600/Legacy+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOqd-nfoDI/AAAAAAAABnU/ac0NbBuGS14/s320/Legacy+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495423402323714098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 60.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-8322861425419607771?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/8322861425419607771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-legacy.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8322861425419607771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8322861425419607771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-legacy.html' title='Aglaonema Legacy'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOqd-nfoDI/AAAAAAAABnU/ac0NbBuGS14/s72-c/Legacy+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2180135772445699215</id><published>2010-07-19T08:27:00.000+07:00</published><updated>2010-07-19T08:28:54.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Kochin Pharum Ruay</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOqMJvZeeI/AAAAAAAABnM/2AZNkJW0J8U/s1600/Kochin+Pharum+Ruay+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOqMJvZeeI/AAAAAAAABnM/2AZNkJW0J8U/s320/Kochin+Pharum+Ruay+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495423096072010210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 60.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2180135772445699215?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2180135772445699215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/kochin-pharum-ruay.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2180135772445699215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2180135772445699215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/kochin-pharum-ruay.html' title='Kochin Pharum Ruay'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOqMJvZeeI/AAAAAAAABnM/2AZNkJW0J8U/s72-c/Kochin+Pharum+Ruay+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5800360942341082692</id><published>2010-07-19T08:26:00.001+07:00</published><updated>2010-07-19T08:27:38.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Anthurium'/><title type='text'>Gelombang Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOpzauK0jI/AAAAAAAABnE/tRYbqcPN2iA/s1600/Gelombang+Cinta+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 176px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOpzauK0jI/AAAAAAAABnE/tRYbqcPN2iA/s320/Gelombang+Cinta+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495422671133528626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Panjang 35 cm Harga Rp 10.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5800360942341082692?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5800360942341082692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/gelombang-cinta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5800360942341082692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5800360942341082692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/gelombang-cinta.html' title='Gelombang Cinta'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEOpzauK0jI/AAAAAAAABnE/tRYbqcPN2iA/s72-c/Gelombang+Cinta+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5388147098689757778</id><published>2010-07-17T19:36:00.000+07:00</published><updated>2010-07-17T19:37:20.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Dud Unyamane</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGj-sNbuWI/AAAAAAAABm8/xoeZ9gpQEwE/s1600/Dud+Unyamane.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGj-sNbuWI/AAAAAAAABm8/xoeZ9gpQEwE/s320/Dud+Unyamane.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494853317783435618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 50.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5388147098689757778?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5388147098689757778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-dud-unyamane.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5388147098689757778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5388147098689757778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-dud-unyamane.html' title='Aglaonema Dud Unyamane'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGj-sNbuWI/AAAAAAAABm8/xoeZ9gpQEwE/s72-c/Dud+Unyamane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6357520607535827834</id><published>2010-07-17T19:35:00.001+07:00</published><updated>2010-07-17T19:38:24.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Lady of Valentine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGdkBNa_SI/AAAAAAAABmc/517xX64LOIo/s1600/Lady+Valentine.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGdkBNa_SI/AAAAAAAABmc/517xX64LOIo/s320/Lady+Valentine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494846262494297378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 50.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6357520607535827834?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6357520607535827834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-lady-of-valentine.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6357520607535827834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6357520607535827834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-lady-of-valentine.html' title='Aglaonema Lady of Valentine'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGdkBNa_SI/AAAAAAAABmc/517xX64LOIo/s72-c/Lady+Valentine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5633472633168275906</id><published>2010-07-17T19:13:00.000+07:00</published><updated>2010-07-17T19:14:24.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Venus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGelyxwVuI/AAAAAAAABm0/jOqzFuNCEOw/s1600/Venus.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGelyxwVuI/AAAAAAAABm0/jOqzFuNCEOw/s320/Venus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494847392491525858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 50.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5633472633168275906?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5633472633168275906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-venus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5633472633168275906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5633472633168275906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-venus.html' title='Aglaonema Venus'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGelyxwVuI/AAAAAAAABm0/jOqzFuNCEOw/s72-c/Venus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5738421408661236417</id><published>2010-07-17T19:12:00.000+07:00</published><updated>2010-07-17T19:13:30.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Striptease</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGeYoROQPI/AAAAAAAABms/pycDvaw-WAk/s1600/Striptease.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGeYoROQPI/AAAAAAAABms/pycDvaw-WAk/s320/Striptease.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494847166332420338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 75.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5738421408661236417?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5738421408661236417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-striptease.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5738421408661236417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5738421408661236417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-striptease.html' title='Aglaonema Striptease'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGeYoROQPI/AAAAAAAABms/pycDvaw-WAk/s72-c/Striptease.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1424017696075960380</id><published>2010-07-17T19:11:00.002+07:00</published><updated>2010-07-17T19:25:00.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Happiness</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGeH_iE1rI/AAAAAAAABmk/QVTSIbGmFxI/s1600/Happynes.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGeH_iE1rI/AAAAAAAABmk/QVTSIbGmFxI/s320/Happynes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494846880519345842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 50.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1424017696075960380?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1424017696075960380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-happynes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1424017696075960380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1424017696075960380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/aglaonema-happynes.html' title='Aglaonema Happiness'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TEGeH_iE1rI/AAAAAAAABmk/QVTSIbGmFxI/s72-c/Happynes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-9182311473444103848</id><published>2010-07-14T10:51:00.001+07:00</published><updated>2010-07-14T10:51:44.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Apel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVA56-e2pI/AAAAAAAABjE/g5JZqYEGPOc/s1600/Puring+Apel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVA56-e2pI/AAAAAAAABjE/g5JZqYEGPOc/s320/Puring+Apel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486863084848863890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Terjual &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-9182311473444103848?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/9182311473444103848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/puring-apel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/9182311473444103848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/9182311473444103848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/puring-apel.html' title='Puring Apel'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVA56-e2pI/AAAAAAAABjE/g5JZqYEGPOc/s72-c/Puring+Apel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-9186684066897662447</id><published>2010-07-12T13:41:00.006+07:00</published><updated>2010-09-10T08:25:27.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Oscar Stek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq5-yNaiYI/AAAAAAAABmU/iaelg6NstsA/s1600/Oscar+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq5-yNaiYI/AAAAAAAABmU/iaelg6NstsA/s320/Oscar+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492907183812807042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Oscar 3, Harga Rp 10.000,- per pohon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq5WlQbIHI/AAAAAAAABmE/x1RvTzZzqnY/s1600/Oscar+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq5WlQbIHI/AAAAAAAABmE/x1RvTzZzqnY/s320/Oscar+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492906493141000306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Oscar 2, Harga Rp 10.000,- per pohon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq5JDmfUEI/AAAAAAAABl8/FzJjgjV2ePI/s1600/Oscar+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq5JDmfUEI/AAAAAAAABl8/FzJjgjV2ePI/s320/Oscar+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492906260768444482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Oscar 1, Harga Rp 10.000,- per pohon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-9186684066897662447?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/9186684066897662447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/puring-oscar-stek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/9186684066897662447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/9186684066897662447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/puring-oscar-stek.html' title='Puring Oscar Stek'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq5-yNaiYI/AAAAAAAABmU/iaelg6NstsA/s72-c/Oscar+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5288166009990227228</id><published>2010-07-12T13:34:00.008+07:00</published><updated>2010-08-04T22:47:01.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Kura-Kura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq4gov5EaI/AAAAAAAABl0/2ztWKxdNQxw/s1600/Kura-kura+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq4gov5EaI/AAAAAAAABl0/2ztWKxdNQxw/s320/Kura-kura+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492905566365356450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-Kura 2, Stek Harga Rp 15.000,- per pohon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq4JtuA0HI/AAAAAAAABls/L0ti264CSQI/s1600/Kura-kura+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq4JtuA0HI/AAAAAAAABls/L0ti264CSQI/s320/Kura-kura+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492905172562661490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-Kura 1, Stek Harga Rp 15.000,- per pohon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq3sJBSI6I/AAAAAAAABlk/VB-w_OlRprI/s1600/Kura-kura+Rombongan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq3sJBSI6I/AAAAAAAABlk/VB-w_OlRprI/s320/Kura-kura+Rombongan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492904664495170466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-Kura Stek  Harga Rp 15.000,- per pohon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5288166009990227228?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5288166009990227228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/puring-kura-kura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5288166009990227228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5288166009990227228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/puring-kura-kura.html' title='Puring Kura-Kura'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDq4gov5EaI/AAAAAAAABl0/2ztWKxdNQxw/s72-c/Kura-kura+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3462851087766519594</id><published>2010-07-12T13:33:00.000+07:00</published><updated>2010-07-12T13:34:33.209+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3462851087766519594?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3462851087766519594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3462851087766519594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3462851087766519594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/blog-post.html' title=''/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-7947798937061084221</id><published>2010-07-05T04:17:00.001+07:00</published><updated>2010-07-05T04:19:32.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Acara Lengkap Flora Fauna 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDD62VWeJBI/AAAAAAAABlM/4PHZg1b4mCc/s1600/Pemeran+Flora+Fauna+2010.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDD62VWeJBI/AAAAAAAABlM/4PHZg1b4mCc/s320/Pemeran+Flora+Fauna+2010.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490163757115909138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Flora Fauna Jakarta 2010 (Flona 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan Banteng&lt;br /&gt;2 Juli s/d 2 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Juli - pkl 18:00 - opening ceremony (Gubernur DKI Jak)&lt;br /&gt;3 Juli - Fun Bike, pameran sepeda, atraksi anjing, konser pemusik jalanan&lt;br /&gt;4 Juli - konser super binatang, orang utan show&lt;br /&gt;5 Juli - Lomba stand&lt;br /&gt;6 Juli - Demo pengolahan herbal&lt;br /&gt;7 Juli - atraksi keroncong, ondel-ondel, gambang kromong, dsb&lt;br /&gt;8 Juli - atraksi terarium, penyuluhan tanaman organik&lt;br /&gt;9 Juli - Kontes Sansivera&lt;br /&gt;10 Juli - Pelatihan Sansivera, talkshow Sansivera&lt;br /&gt;11 Juli - Pelatihan penyilangan Sansivera&lt;br /&gt;12 Juli - pengolahan sampah&lt;br /&gt;13 Juli - Pembuatan pupuk hayati, live DJ&lt;br /&gt;14 Juli - mari membatik&lt;br /&gt;15 Juli - Kontes Adinium&lt;br /&gt;19 Juli - tata cara pewarnaan batik&lt;br /&gt;20 Juli - penyuluhan hydroponik, pengolahan limbah plastik&lt;br /&gt;21 Juli - penyuluhan oleh TRUBUS&lt;br /&gt;22 Juli - membuat taman cilik&lt;br /&gt;23 Juli - Penyilangan Bunga Adenium Baru&lt;br /&gt;24 Juli - Fun Bike dan pameran sepeda antik&lt;br /&gt;25 Juli - Ekstrem bike, Foto Bersama Binatang Buas, Teknik Budidaya Adenium&lt;br /&gt;26 Juli - Demo Pembuatan Terarium, Lomba Kreativitas Anak&lt;br /&gt;27 Juli - Live DJ&lt;br /&gt;29 Juli - memelihara batik&lt;br /&gt;30 Juli - Pembuatan Nugget Jamur Tirem &amp; Ikan Patin, Tarian Betawi&lt;br /&gt;31 Juli - Kontes Aglonema, Seminar dan panggung “Negeri Sejuta Bunga”&lt;br /&gt;1 Agus - Ekstrem Bike, Lomba menggambar, Konser Tembang Merdeka&lt;br /&gt;2 Agus - pkl 18:00 - closing ceremony (Gubernur DKI Jak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acara diatas akan lebih banyak dan padat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi:&lt;br /&gt;Ryan Akhmad:&lt;br /&gt;0878 851 92120&lt;br /&gt;0813 984 55309&lt;br /&gt;0811 916 429&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-7947798937061084221?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/7947798937061084221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/acara-lengkap-flora-fauna-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7947798937061084221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7947798937061084221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/acara-lengkap-flora-fauna-2010.html' title='Acara Lengkap Flora Fauna 2010'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDD62VWeJBI/AAAAAAAABlM/4PHZg1b4mCc/s72-c/Pemeran+Flora+Fauna+2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3183639289419638832</id><published>2010-07-05T04:10:00.002+07:00</published><updated>2010-07-05T04:14:42.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Pameran Flona akan Jadi Agenda Tahunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDD5Rl9nRKI/AAAAAAAABlE/cJcdTIiZbxM/s1600/Pameran+Flona+2010.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 227px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDD5Rl9nRKI/AAAAAAAABlE/cJcdTIiZbxM/s320/Pameran+Flona+2010.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490162026408264866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta akan memantapkan pameran Flora Fauna (Flona), di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sebagai agenda unggulan tahunan kota Jakarta melalui peraturan yang lebih pasti. Hal tersebut demi memberikan kepastian kepada masyarakat, khususnya petani tanaman hias, tanaman  buah, usaha agro bisnis, peternak, dan pedagang hewan peliharaan serta pedagang kuliner untuk memamerkan hasil kreasinya kepada masyarakat luas dalam ajang pameran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya selama ini, meski telah dilangsungkan secara rutin bertahun-tahun, namun belum ada aturan yang memastikan digelarnya pameran flona ini. Sehingga, masyarakat yang ingin menjadi peserta pameran masih ragu untuk menjadi peserta dan memamerkan hasil kreasi terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah bicara dengan Ketua DPRD DKI agar bisa dibuat suatu keputusan yang akan memantapkan kegiatan ini sebagai kegiatan tahunan. Suatu keputusan apa pun bentuknya mutlak diperlukan agar ajang ini bisa terus dipertahankan," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat membuka Pameran Flora dan Fauna Jakarta 2010, Jumat (2/7/2010) sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur menyebutkan, pameran flona ini sudah menjadi ikon bagi kota Jakarta. Produk yang dipamerkan dalam ajang ini juga telah menjadi trend center sehingga memerlukan suatu pameran yang lebih pasti. Bahkan para pesertanya pun akan lebih bersemangat lagi untuk berkreasi, agar apa yang dihasilkan bisa dipamerkan dan menarik perhatian pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata gubernur, pameran flona ini memiliki banyak manfaat. Selain dapat menumbuhkan keinginan warga untuk mencintai lingkungan, juga menjadi ajang komunikasi antara produsen dan konsumen. Bahkan pada akhirnya juga akan meningkatkan nilai ekonomi. Karena apa yang dipamerkan membuat pengunjung tertarik untuk membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Chatarina Suryowati, mengungkapkan, dalam pameran flona kali ini ada kekhususan dibanding pameran tahun-tahun sebelumnya. Sebab selain menargetkan 500 ribu pengunjung, pihaknya juga akan menargetkan 1 juta pengunjung online melalui website www.jakflona.com. Melalui website tersebut, pengunjung bisa memperoleh informasi berbagai produk yang dipamerkan dalam pameran Flona 2010 di Lapangan Banteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://megapolitan.kompas.com/read/2010/07/02/22380243/Pameran.Flona.Akan.Jadi.Agenda.Tahunan&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3183639289419638832?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3183639289419638832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/pameran-flona-akan-jadi-agenda-tahunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3183639289419638832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3183639289419638832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/07/pameran-flona-akan-jadi-agenda-tahunan.html' title='Pameran Flona akan Jadi Agenda Tahunan'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDD5Rl9nRKI/AAAAAAAABlE/cJcdTIiZbxM/s72-c/Pameran+Flona+2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2095787317128525952</id><published>2010-06-29T00:39:00.008+07:00</published><updated>2010-07-06T07:31:47.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Tokoh'/><title type='text'>Kisah Penyilang Puring Gandung Paryono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDJ5bCNZVbI/AAAAAAAABlU/7hSf7oTcn_0/s1600/Gandung+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDJ5bCNZVbI/AAAAAAAABlU/7hSf7oTcn_0/s320/Gandung+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490584401074542002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCjjIVOqS1I/AAAAAAAABk8/GTBeQhUi4SA/s1600/Gandung+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCjjIVOqS1I/AAAAAAAABk8/GTBeQhUi4SA/s320/Gandung+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487885878228044626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah sering mendengar nama besar bapak Gandung Paryono dari Jogja sebagai penyilang puring yang ternama, baru malam ini saya berjumpa dengan beliau. Bapak Gandung datang ke Purwokerto menemui bapak Sahlan sahabatnya. Dalam cuaca yang basah karena hujan sejak sore itulah saya berbincang-bincang dengan beliau.&lt;br /&gt;     Ternyata pak Gandung menyilang puring sejak tahun 2005, ketika dia menemukan satu pohon puring yang tumbuh dari biji. Pohon tersebut dibesarkan dan ternyata daunnya cantik, maka lahirlah : Magenta, puring temuan bapak Gandung yang pertama. &lt;br /&gt;     Selain karena "menemukan tikilan (tetumbuhan) puring" tersebut, penyebab Pak Gandung akhirnya jadi penyilang puring juga karena membaca tulisan dari sebuah majalah, tentang seorang wanita dari Malang yang rajin menyilang puring. Sejak itulah pak Gandung mulai menyilang puring dan lahirlah "Diana" puring silangan pak Gandung yang pertama...&lt;br /&gt;     Ditanya tentang kapan waktu yang tepat untuk menyilang, jawabnya adalah pagi hari dan sore hari. Itu ditinjau dari waktu mekarnya bunga puring. Menurut pak Gandung menyilang puring tidak sulit. Karena itulah harga puring silangan tidaklah mungkin semahal harga aglaonema. Tidak seperti Greg Hambali penyilang aglaonema, pak Gandung sebagai penyilang puring tidak pernah menerima pembayaran hingga 660 juta seperti yang pernah terjadi ketika Greg Hambali menjual silangannya : Harlequin. Penjualan puring hasil silangannya hanya berkisar dibawah 150 juta saja. Itupun pembayarannya dicampur dengan tanaman, tidak seluruhnya berwujud uang kontan.&lt;br /&gt;     Sayang sekali pak Gandung tidak suka dengan internet dan website. Dia ingin seperti kisah seorang pembuat dasi di Amerika yang terkenal istimewa buatannya. Pelanggannya orang-orang besar termasuk Obama, tapi orang ini tidak banyak melakukan publikasi. Menurut pak Gandung, bila ingin tahu silangan puring terbaru, silahkan telepon saja dia .... Ingin tahu nomornya ? Ini dia : 08122729555&lt;br /&gt;     Pak Gandung pria yang sopan dan santun, pintu rumahnya terbuka untuk semua orang yang ingin berkunjung. Alamatnya di Medari Sleman jogjakarta. (Ahita Teguh Susilo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2095787317128525952?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2095787317128525952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/kisah-penyilang-puring-gandung-paryono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2095787317128525952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2095787317128525952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/kisah-penyilang-puring-gandung-paryono.html' title='Kisah Penyilang Puring Gandung Paryono'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TDJ5bCNZVbI/AAAAAAAABlU/7hSf7oTcn_0/s72-c/Gandung+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-7459386777411065728</id><published>2010-06-28T01:00:00.003+07:00</published><updated>2010-06-28T01:02:23.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Bougenvile'/><title type='text'>Bougenvile</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeSIBjc3gI/AAAAAAAABk0/8bjrCTqm0gQ/s1600/Bougenville+d.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeSIBjc3gI/AAAAAAAABk0/8bjrCTqm0gQ/s320/Bougenville+d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487515337527975426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeSCbxS4wI/AAAAAAAABks/JHfev2aw53c/s1600/Bougenville+c.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeSCbxS4wI/AAAAAAAABks/JHfev2aw53c/s320/Bougenville+c.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487515241486148354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeR8mUxUoI/AAAAAAAABkk/L4PG0sjsi9Y/s1600/Bougenville+b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeR8mUxUoI/AAAAAAAABkk/L4PG0sjsi9Y/s320/Bougenville+b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487515141240083074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeR2Dmcv7I/AAAAAAAABkc/asDRTvJuSNw/s1600/Bougenville+a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeR2Dmcv7I/AAAAAAAABkc/asDRTvJuSNw/s320/Bougenville+a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487515028839776178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-7459386777411065728?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/7459386777411065728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bougenvile.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7459386777411065728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7459386777411065728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bougenvile.html' title='Bougenvile'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeSIBjc3gI/AAAAAAAABk0/8bjrCTqm0gQ/s72-c/Bougenville+d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-883064761195770180</id><published>2010-06-28T00:57:00.004+07:00</published><updated>2010-07-01T07:36:36.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Bakalan Bonsai'/><title type='text'>Bakalan Bonsai 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeRdRqYb-I/AAAAAAAABkU/TEQ2tL5nzf0/s1600/Bakalan+Bonsai+2+C.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeRdRqYb-I/AAAAAAAABkU/TEQ2tL5nzf0/s320/Bakalan+Bonsai+2+C.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487514603117637602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeRVwFgpAI/AAAAAAAABkM/dKJcpXW6PWg/s1600/Bakalan+Bonsai+2+B.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeRVwFgpAI/AAAAAAAABkM/dKJcpXW6PWg/s320/Bakalan+Bonsai+2+B.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487514473845531650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeRPsO1DfI/AAAAAAAABkE/2AWMa1JcrL8/s1600/Bakalan+Bonsai+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeRPsO1DfI/AAAAAAAABkE/2AWMa1JcrL8/s320/Bakalan+Bonsai+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487514369731661298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bakalan bonsai ini bernama Rukem, atau Gondorukem...&lt;br /&gt;Harga Rp 300.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-883064761195770180?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/883064761195770180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bakalan-bonsai-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/883064761195770180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/883064761195770180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bakalan-bonsai-2.html' title='Bakalan Bonsai 2'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeRdRqYb-I/AAAAAAAABkU/TEQ2tL5nzf0/s72-c/Bakalan+Bonsai+2+C.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4239015348202136452</id><published>2010-06-28T00:51:00.002+07:00</published><updated>2010-06-28T00:57:34.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Bakalan Bonsai'/><title type='text'>Bakalan Bonsai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeQ-wYBSMI/AAAAAAAABj8/gQ4jfyyc7Fw/s1600/Bakalan+Bonsai+1+C.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeQ-wYBSMI/AAAAAAAABj8/gQ4jfyyc7Fw/s320/Bakalan+Bonsai+1+C.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487514078786177218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeQ3Yasq3I/AAAAAAAABj0/64xGEkpN_g8/s1600/Bakalan+Bonsai+1+B.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeQ3Yasq3I/AAAAAAAABj0/64xGEkpN_g8/s320/Bakalan+Bonsai+1+B.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487513952095873906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeQuFlMxZI/AAAAAAAABjs/beAVTk_RCBw/s1600/Bakalan+Bonsai+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeQuFlMxZI/AAAAAAAABjs/beAVTk_RCBw/s320/Bakalan+Bonsai+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487513792420824466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 150.000,- Belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4239015348202136452?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4239015348202136452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bakalan-bonsai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4239015348202136452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4239015348202136452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bakalan-bonsai.html' title='Bakalan Bonsai'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeQ-wYBSMI/AAAAAAAABj8/gQ4jfyyc7Fw/s72-c/Bakalan+Bonsai+1+C.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6435956015541287693</id><published>2010-06-28T00:37:00.000+07:00</published><updated>2010-06-28T00:39:52.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Euphorbia'/><title type='text'>Euphorbia Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeMzvL1IgI/AAAAAAAABjk/ym-y8cj4LYY/s1600/Euphorbia+Putih.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeMzvL1IgI/AAAAAAAABjk/ym-y8cj4LYY/s320/Euphorbia+Putih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487509491441541634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 20.000,- per pohon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6435956015541287693?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6435956015541287693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/euphorbia-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6435956015541287693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6435956015541287693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/euphorbia-putih.html' title='Euphorbia Putih'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCeMzvL1IgI/AAAAAAAABjk/ym-y8cj4LYY/s72-c/Euphorbia+Putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-8629840680494735994</id><published>2010-06-26T06:47:00.006+07:00</published><updated>2010-08-10T05:44:32.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Apel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVBUPae8MI/AAAAAAAABjU/uSL-p2qajJ4/s1600/Puring+Apel+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVBUPae8MI/AAAAAAAABjU/uSL-p2qajJ4/s320/Puring+Apel+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486863537011617986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVA_sb3AcI/AAAAAAAABjM/1YSzE8hMNAo/s1600/Puring+Apel+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVA_sb3AcI/AAAAAAAABjM/1YSzE8hMNAo/s320/Puring+Apel+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486863184024764866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 40.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-8629840680494735994?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/8629840680494735994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-apel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8629840680494735994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8629840680494735994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-apel.html' title='Puring Apel'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVBUPae8MI/AAAAAAAABjU/uSL-p2qajJ4/s72-c/Puring+Apel+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2743666676000692055</id><published>2010-06-26T06:46:00.001+07:00</published><updated>2010-08-10T05:43:34.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Apel Tiger</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU_5ghA5jI/AAAAAAAABi0/dZak5o16W8A/s1600/Puring+Apel+Tiger.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU_5ghA5jI/AAAAAAAABi0/dZak5o16W8A/s320/Puring+Apel+Tiger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486861978234316338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 30.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2743666676000692055?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2743666676000692055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-apel-tiger.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2743666676000692055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2743666676000692055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-apel-tiger.html' title='Puring Apel Tiger'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU_5ghA5jI/AAAAAAAABi0/dZak5o16W8A/s72-c/Puring+Apel+Tiger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-7566987093772366707</id><published>2010-06-26T06:45:00.002+07:00</published><updated>2010-08-10T05:44:03.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Raja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVEbiHCORI/AAAAAAAABjc/Ii0cFBbI7WE/s1600/Puring+Raja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVEbiHCORI/AAAAAAAABjc/Ii0cFBbI7WE/s320/Puring+Raja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486866960824285458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU_w3kbJTI/AAAAAAAABis/jkvw6CjBz2g/s1600/Puring+Raja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU_w3kbJTI/AAAAAAAABis/jkvw6CjBz2g/s320/Puring+Raja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486861829803812146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 50.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-7566987093772366707?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/7566987093772366707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-raja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7566987093772366707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7566987093772366707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-raja.html' title='Puring Raja'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCVEbiHCORI/AAAAAAAABjc/Ii0cFBbI7WE/s72-c/Puring+Raja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1540442513362474103</id><published>2010-06-26T06:39:00.007+07:00</published><updated>2010-08-10T05:45:45.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Banglor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU_HVr4hXI/AAAAAAAABik/3JvX-ZZTLYw/s1600/Puring+Banglor+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU_HVr4hXI/AAAAAAAABik/3JvX-ZZTLYw/s320/Puring+Banglor+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486861116333655410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU--WZ41LI/AAAAAAAABic/xn1IdM5ibxM/s1600/Puring+Banglor+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU--WZ41LI/AAAAAAAABic/xn1IdM5ibxM/s320/Puring+Banglor+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486860961907791026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 60.000,- Belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1540442513362474103?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1540442513362474103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-banglor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1540442513362474103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1540442513362474103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-banglor.html' title='Puring Banglor'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU_HVr4hXI/AAAAAAAABik/3JvX-ZZTLYw/s72-c/Puring+Banglor+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1423007214609393152</id><published>2010-06-26T06:18:00.004+07:00</published><updated>2010-06-28T00:36:22.218+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Samia Gulcas'/><title type='text'>Samia Gulcas Albino</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU5zfCdYsI/AAAAAAAABiE/xbNXTkYXzcI/s1600/Samia+Gulcas+Albino+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU5zfCdYsI/AAAAAAAABiE/xbNXTkYXzcI/s320/Samia+Gulcas+Albino+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486855277688742594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU5t31E1tI/AAAAAAAABh8/fdOma0WMH44/s1600/Samia+Gulcas+Albino+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU5t31E1tI/AAAAAAAABh8/fdOma0WMH44/s320/Samia+Gulcas+Albino+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486855181264279250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU5e-R3qrI/AAAAAAAABh0/DJVomq8EexY/s1600/Samia+Gulcas+Albino.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU5e-R3qrI/AAAAAAAABh0/DJVomq8EexY/s320/Samia+Gulcas+Albino.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486854925297625778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga : Rp 100.000,- per pohon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1423007214609393152?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1423007214609393152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/samia-gulcas-albino.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1423007214609393152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1423007214609393152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/samia-gulcas-albino.html' title='Samia Gulcas Albino'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU5zfCdYsI/AAAAAAAABiE/xbNXTkYXzcI/s72-c/Samia+Gulcas+Albino+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-8007697175180269758</id><published>2010-06-26T06:09:00.005+07:00</published><updated>2010-09-18T08:21:27.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Sikas'/><title type='text'>Bibit Sikas</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Terjual &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU3jRUDhwI/AAAAAAAABhs/uV7gUIVJQa4/s1600/Bibit+Sikas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU3jRUDhwI/AAAAAAAABhs/uV7gUIVJQa4/s320/Bibit+Sikas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486852800103286530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp  belum termasuk ongkos kirim&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sudah Terjual &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-8007697175180269758?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/8007697175180269758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bibit-sikas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8007697175180269758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8007697175180269758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bibit-sikas.html' title='Bibit Sikas'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU3jRUDhwI/AAAAAAAABhs/uV7gUIVJQa4/s72-c/Bibit+Sikas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-8348608865531335584</id><published>2010-06-26T05:59:00.003+07:00</published><updated>2010-06-26T06:04:32.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Hookeri'/><title type='text'>Hookeri Tangkai Merah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU1nzJcDCI/AAAAAAAABhk/LO_kMFJDA-o/s1600/Hookeri+Tangkai+Merah+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU1nzJcDCI/AAAAAAAABhk/LO_kMFJDA-o/s320/Hookeri+Tangkai+Merah+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486850678881782818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU1jCyXHJI/AAAAAAAABhc/iaR0zDyN5_E/s1600/Hookeri+Tangkai+Merah+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU1jCyXHJI/AAAAAAAABhc/iaR0zDyN5_E/s320/Hookeri+Tangkai+Merah+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486850597180611730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU1bbaWOYI/AAAAAAAABhU/RDfw6fGiUos/s1600/Hookeri+Tangkai+Merah+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU1bbaWOYI/AAAAAAAABhU/RDfw6fGiUos/s320/Hookeri+Tangkai+Merah+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486850466351823234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ukuran pohon : Panjang daun sekitar 60 cm&lt;br /&gt;Kondisi : beberapa sudah bertongkol&lt;br /&gt;Harga Rp 30.000,- belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-8348608865531335584?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/8348608865531335584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/hookeri-tangkai-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8348608865531335584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8348608865531335584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/hookeri-tangkai-merah.html' title='Hookeri Tangkai Merah'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCU1nzJcDCI/AAAAAAAABhk/LO_kMFJDA-o/s72-c/Hookeri+Tangkai+Merah+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6495712557405778314</id><published>2010-06-25T05:37:00.001+07:00</published><updated>2010-06-25T05:44:04.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kemuning'/><title type='text'>Membuat Tanaman Kemuning Anda Terus Berbunga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPfq9WPH5I/AAAAAAAABhM/VSOoBaXjekI/s1600/KEMUNING.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPfq9WPH5I/AAAAAAAABhM/VSOoBaXjekI/s320/KEMUNING.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486474700182724498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemuning adalah sejenis tanaman tropis yang sangat mudah dikembang biakan baik secara vegetatif maupun generatif. Bunga dari tanaman ini mempunyai bau yang sangat khas yang membuat wangi lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan sering muncul dari orang-orang yang hanya gemar menikmati baunya tanpa tahu bagaimana cara memunculkan bunganya sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan tulisan ini, saya akan memberikan sedikit trik-trik agar kemuning anda akan berbunga terus dan dalam jumlah yang banyak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yang paling penting adalah tingkat kesuburan tanah media tumbuh kemuning tersebut. Maka jangan lupa untuk memberikan campuran pupuk kandang setahun sekali di sekitar areal tumbuhnya. Lalu juga berikan pupuk NPK secukupnya (sesuai dengan dosis anjuran yang ada di dalam kemasan NPK tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rajinlah untuk menggemburkan tanah disekitar batang tanaman kemuning tersebut. Hal ini berguna supaya akar-akar kemuning dapat tumbuh dengan baik dan daya serap akar-akar tersebut terhadap unsur hara disekitarnya juga menjadi maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ini yang paling penting menurut saya. Rajinlah untuk memangkas tanaman kemuning tersebut, paling tidak 4 bulan sekali. Hal ini berguna, agar kemuning ini segera memunculkan pucuk baru, karena dari pucuk-pucuk inilah akan muncul bunga-bunga yang akan menyegarkan indera penciuman anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips dari saya ini telah saya lakukan selama 4 tahun dan membuat tanaman kemuning saya menjadi pengharum alami bagi rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://politik.kompasiana.com/2010/01/11/membuat-tanaman-kemuning-anda-terus-berbunga/&gt;kompasiana.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6495712557405778314?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6495712557405778314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/membuat-tanaman-kemuning-anda-terus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6495712557405778314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6495712557405778314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/membuat-tanaman-kemuning-anda-terus.html' title='Membuat Tanaman Kemuning Anda Terus Berbunga'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPfq9WPH5I/AAAAAAAABhM/VSOoBaXjekI/s72-c/KEMUNING.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-7792895802034665980</id><published>2010-06-25T05:29:00.002+07:00</published><updated>2010-06-25T05:31:49.391+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Kacapiring'/><title type='text'>Kaca Piring Si Pengharum Ruangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPczu4w9_I/AAAAAAAABhE/Dbm3Xvqc1uE/s1600/kacapiring.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPczu4w9_I/AAAAAAAABhE/Dbm3Xvqc1uE/s320/kacapiring.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486471552384956402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda punya koleksi tanaman hias yang cukup lengkap di kebun Anda. Namun, tak semua berhenti, lalu membayangkan: Bagaimana caranya dari halaman rumah ini bukan hanya tampil asri tetapi sekaligus bisa memancarkan semerbak wangi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kenapa Anda tak mencoba menanam kaca piring saja? Pasalnya, tanaman ini memiliki senyawa kandungan zat minyak terbang. Dan dalam minyak terbang itu antara lain terkandung unsur linalol dan styrolyl. Nah, unsur-unsur itulah yang mampu memancarkan aroma wangi. Maka jadilah, seputar halaman rumah beraroma wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPAT TERBUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman kaca piring (Gardenia augusta) diperkirakan berasal dari Cina atau Jepang, namun sudah lama tumbuh di Indonesia dan sudah ditanam di berbagai tempat. Misalnya, selain di halaman rumah, juga di halaman kantor, di taman-taman rekreasi, atau dipinggir-pinggir jalan sebagai tanaman hias. Kadang-kadang tumbuh secara liar di antara semak-semak dan tegalan.&lt;br /&gt;Tanaman ini termasuk familia Rubiaceae dan mempunyai beberapa nama asing maupun nama daerah, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Belanda: Kaapse Jasmijn&lt;br /&gt;- Inggris: Cape Jasmine&lt;br /&gt;- Sansekerta: Gandharaj&lt;br /&gt;- Sumatera: Menlu Bruek, Raja Putih, Sang Klapa&lt;br /&gt;- Nusa Tengara: Jempiring&lt;br /&gt;- Jawa: Peciring, Cepiring, Ceplok Piring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaca piring termasuk tanaman perdu tegak, tingginya sekitar 0,5 - 1,5 meter. Berbunga putih cerah, tunggal, tangkai pendek, dan berbau wangi. Tabung kelopak bunga kecil, pendek, dan berusuk. Mahkota bunga menyerupai terompet, leher bunga berambut, panjang daun mahkota bunga 6 - 9 cm.&lt;br /&gt;Pohon ini berdaun tunggal, duduk daun berhadapan atau berkarang tiga-tiga, serta bertangkai pendek. Helaian daun berbentuk lonjong-bulat telur, bulat telur terbalik atau lanset memanjang. Pangkal daun runcing, berujung runcing, permukaan bagian atas berwarna hijau tua, dan dilapisi oleh hars yang mengkilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat-tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Juga cocok ditanam di daerah yang tingginya sekitar 400 - 600 meter di atas permukaan laut. Seandainya ditanam di tempat yang agak terlindung, kendati masih bisa hidup dan berbunga, namun hasilnya tidak sebaik di lokasi yang terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMBUNG PUCUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyakan kaca piring lazimnya dilakukan dengan stek batang dan pencangkokan. Tapi, tidak tertutup kemungkinan perbanyakan tanaman dilakukan dengan cara sambung pucuk. Apa maksudnya?&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini para pecinta tanaman hias rela mengeluarkan uang untuk mengimpor beberapa jenis kaca piring hibrida dari Belanda. Ada yang memiliki bunga lebih besar dan lebih putih cerah. Ada pula yang tingkat kewangiannya mencolok, dan sebagainya. Nah, dengan cara sambung pucuk ini, dimaksudkan agar dalam satu pohon mempunyai beberapa jenis kaca piring. Dengan demikian, wanginya bisa bertambah dan nilai estetikanya makin cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara melakukan sambung pucuk tanaman kaca piring sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Pilih cabang sehat, lurus, dan berdiameter 1 - 1,5 cm.&lt;br /&gt;- Potong cabang tersebut, lalu belah ujungnya pada bagian tengah sedalam 1,5 cm sehingga membentuk celah.&lt;br /&gt;- Potong sepanjang 15 cm, dan tajamkan kedua sisinya.&lt;br /&gt;- Tancapkan pucuk tersebut pada celah batang bawah, hingga kedua sisi kulitnya bersinggungan.&lt;br /&gt;- Ikat menggunakan tali plastik, lalu pucuk entres ditutup plastik bening selama 4 - 7 hari&lt;br /&gt;- Silakan diamati: bila batang pucuk tampak hijau berarti ada tanda-tanda kehidupan, tapi bila pucuknya mengering berarti gagal.&lt;br /&gt;- Plastik tutup dilepas, setelah ada tanda-tanad entres tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANANAMAN DAN PEMELIHARAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah halaman rumah diolah dan diberi pupuk kandang. Kemudian, buat lubang sedalam 30cm, dengan jarak antar-lubang 50 cm. Setelah itu, bibit yang telah siap pun bisa ditanam. Di tahap ini jangan lakukan penyiraman. Sebaiknya lakukan pemupukan, yakni berupa pupuk NPK sebanyak 1 sendok teh per tanaman. Lakukan setiap 2 - 3 bulan sekali. Jika perlu, tambah dengan pupuk daun, misalnya Gandasil B dengan konsentrasi 2 gram per liter air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjengkelkan, adanya serangan hama thrips. Dia menghisap cairan dari permukaan daun, hingga muncul bercak putih. Bercak itu akan berubah menjadi cokelat, lalu daun mati dan gugur. Tindak pengendaliannya bisa disemprot dengan insektisida, misalnya Thiodan 2 cc/liter air, atau Decis 0,5 cc/liter air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHASIAT DAUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka dari kaca piring, terutama daun-daunnya, bisa dipakai untuk pengobatan? Mau bukti, silakan coba:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Diabetes&lt;br /&gt;Ambil saja 12 lembar daun kaca piring, kemudian direbus dalam dua gelas air. Biarkan mendidih sampai tinggal setengahnya. Silakan diminum sekaligus, dan ulangi secara rutin setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Demam&lt;br /&gt;Sediakan 7 lembar daun kaca piring dan satu potong gula batu. Daun itu diremas-remas dengan `segelas air, lalu saring. Tambahkan gula batu, diaduk-aduk sampai merata. Saringlah, kemudian minum hingga rasa demamnya amblas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sariawan&lt;br /&gt;Siapkan 7 lembar daun kaca piring, 2 sendok makan madu, dan 1 potong gula batu. Caranya, daun diremas-remas dan ditambah dengan 1 cangkir air, lalu disaring. Hasil saringan dicampur dengan madu dan gula batu, lalu diaduk sampai merata. Silakan diminum, dan dilakukan setiap 2 hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://forum.tamanroyal.com/index.php?topic=332.0&gt;tamanroyal.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-7792895802034665980?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/7792895802034665980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/kaca-piring-si-pengharum-ruangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7792895802034665980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7792895802034665980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/kaca-piring-si-pengharum-ruangan.html' title='Kaca Piring Si Pengharum Ruangan'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPczu4w9_I/AAAAAAAABhE/Dbm3Xvqc1uE/s72-c/kacapiring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6009765658743309670</id><published>2010-06-25T05:16:00.002+07:00</published><updated>2010-06-25T05:20:39.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Sirih Merah'/><title type='text'>Teknik Perbanyakan Sirih Merah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPaBbtgaGI/AAAAAAAABg8/mOBSI56D1GA/s1600/sirihmerah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 78px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPaBbtgaGI/AAAAAAAABg8/mOBSI56D1GA/s320/sirihmerah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486468489220745314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanaman sirih merah (Piper crocatum) lebih umum dikembangbiakkan secara vegetatif atau aseksual. Secara alami tanaman sirih merah sulit diperbanyak dengan biji. Perbanyakan dengan cara tersebut mempunyai keuntungan yang terpenting adalah mewarisi sifat genetik dari tanaman induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyakan tanaman sirih merah secara vegetatif dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni stek, cangkok dan perundukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Stek&lt;br /&gt;Stek merupakan potongan organ vegetatif (akar, batang, daun, dll) tanaman yang digunakan untuk perbanyakan tanaman, dengan maksud agar bagian tersebut membentuk akar. Stek yang dapat digunakan untuk tanaman sirih merah ini adalah dengan cara stek batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mengapa perbanyakan melalui stek batang adalah karena stek merupakan cara yang sederhana, murah dan cepat. Jumlah bibit yang dihasilkan dari satu tanaman induk lebih banyak. Seluruh bibit yang dihasilkan memiliki sifat genetis yang sama dengan tanaman indukknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tahap-tahap pembibitan tanaman sirih merah dengan cara stek dapat dilakukan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; a. Pilih tanaman induk yang sehat dan memiliki batang kokoh sebesar tusuk sate bambu atau lebih baik bisa lebih besar. Lebar daun sedang atau bisa lebih dan tebal. Berdasarkan pengalaman penulis, bahan stek dengan batang dan ukuran daun kecil, maka akan menghasilkan bibit yang berukuran kecil pula dan cenderung tanaman kurang mampu berkembang dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; b. Potong batang tersebut menjadi satu atau dua ruas dengan syarat masing-masing ruas masih memiliki daun. Jika bahan stek yang digunakan 2 ruas, minimal salah satu ruasnya memiliki daun tetapi lebih baik kedua ruas berdaun. Bahan stek dengan ruas tanpa daun, prosentase tumbuh sangat kecil, atau bahkan tidak dapat tumbuh sama sekali. Karena proses fotosintesis yang terjadi tidak sempurna, sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan bibit stek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; c. Rendam bahan stek tersebut ke dalam air bersih selama 15 – 30 menit. Untuk hasil yang lebih baik dan mengurangi resiko kegagalan pertumbuhan bibit stek, air rendaman dapat ditambah vitamin B1 yang khusus untuk tanaman atau yang biasa dijual di apotik dalam bentuk tablet. 1 ml vitamin B1 dilarutkan dalam 1 liter air bersih. Atau 1 tablet /1 liter air. Rendam bahan stek tersebut selama 30 menit atau lebih. Vitamin B1 mengandung tiamin yang berfungsi untuk mempercepat pembelahan sel pada meristem akar.&lt;br /&gt;Berdasarkan uji coba dan pengalaman penulis, bahan stek yang direndam dalam larutan vitamin B1 selama ± 24 jam dengan 1 ruas diperoleh tingkat keberhasilan 90%. Selain itu pertumbuhan tunas dan akar lebih cepat bila dibandingkan dengan yang tidak direndam dengan vitamin B1.&lt;br /&gt;Bahan stek dapat juga direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) terlebih dahulu seperti Rootone F atau Atonik. Cara menggunakan Rootone F adalah olesi pangkal stek dengan ZPT tersebut yang telah dibuat pasta agak encer, karena Rootone F berbentuk serbuk. Kemudian diangin-anginkan sebentar. Bila menggunakan ZPT Atonik, caranya adalah larutkan Atonik sebanyak 1 ml dalam 1 liter air bersih, kemudian rendam bahan stek tersebut selama 15 menit. Setelah itu angkat dan diangin-anginkan sebentar, baru ditanam. Tujuan perlakuan ZPT adalah untuk merangsang pembentukan akar sehingga mempercepat pertumbuhan tunas stek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Siapkan tempat penyemaian berupa pot bibit berdiameter 10 cm atau polybag yang sudah dilubangi bagian bawah dan samping. Kemudian diisi campuran media semai berupa hasil ayakan pakis (berupa serbuk menyerupai tanah), pasir,arang sekam,pupuk organik dengan perbandingan 4:2:2:1. Selain media diatas dapat juga menggunakan campuran humus daun bambu, arang sekam, pasir, pupuk organik dengan perbandingan 4:4:2:1. Atau bisa juga dimodifikasi sendiri oleh pembibit. Untuk mencegah adanya hama dalam media semai tersebut, sebaiknya ditabur Furadan 3G sebanyak satu ujung sendok teh per polybag. Kemudian media disiram dengan air bersih hingga cukup basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, media semai yang digunakan untuk stek sirih merah ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Cukup kompak (firm and dense)&lt;br /&gt;2. Mempunyai kapasitas pegang air (Watter holding capacity) yang baik/tinggi.&lt;br /&gt;3. Mempunyai aerasi yang baik.&lt;br /&gt;4. Bebas dari benih gulma, nematoda, jamur, bakteri patogenik dan musuh alami lainnya.&lt;br /&gt;5. Menyediakan unsur hara esensial bagi tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanam bahan stek tadi pada media semai dengan tepat dan benar. Perhatikan letak mata tunas pada ketiak daun menghadap keatas dan jangan sampai terbalik. Usahakan buku (letak daun, mata tunas dan akar serabut) tertutup media sedalam 0,5 cm – 1 cm dari permukaan media. Hal ini disebabkan jika terlalu dalam, maka mata tunas dan akar cepat membusuk. Setelah ditanam, siram kembali dengan air bersih agar stek tidak layu. Letakkan bibit stek tersebut di tempat yang teduh dan sejuk, jangan terkena sinar matahari langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pemeliharaan bibit stek. Penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau. Pada musim hujan cukup 1 kali sehari atau sesuai kondisi, jika media terlalu basah tidak perlu disiram. Untuk memperkuat pertumbuhan bibit, dapat disiram dengan larutan vitamin B1 seminggu sekali. Kurang lebih pada umur 2 minggu, tunas akan muncul kepermukaan media. Pada umur 4 minggu memiliki daun 2 sampai 3 lembar berasal dari tunas baru (daun asal bahan stek tidak dihitung), dan akar tanaman dari pangkal batang sudah panjang memenuhi bagian dasar polybag / pot. Bibit siap untuk dipindah tanam ke pot yang berukuran lebih besar atau langsung ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cangkok ( Marcottage atau air layerage)&lt;br /&gt;Perbanyakan sirih merah dapat juga dilakukan dengan cara mencangkok. Cangkok pada prinsipnya adalah mengusahakan perakaran dari suatu cabang tanaman tanpa memotong cabang tersebut dari tanaman induknya. Perbanyakan dengan cara ini memiliki kelebihan diantaranya, tanaman memiliki sifat-sifat unggul tanaman induknya dan tanaman lebih cepat berproduksi.&lt;br /&gt;Teknik pencangkokan tanaman sirih merah ini berbeda dengan tanaman lain pada umumnya, yaitu hanya menempelkan media tanam pada bagian buku tanaman dan dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap-tahap pencangkokan sirih merah dapat dilakukan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bagian buku tanaman yang akan dicangkok, sebaiknya terlebih dahulu disemprot dengan larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) perangsang akar dengan konsentrasi 1 ml/liter air (sesuai anjuran) atau larutan vitamin B1. Penggunaan ZPT atau vitamin B1 ini berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan dan pembentukan akar sehingga akan mempercepat pula terhadap pembentukan tunas pada ketiak daun. Bila tidak menggunakan cara tersebut juga tidak apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Siapkan media tanam. Media yang digunakan hampir sama dengan pembibitan stek, yaitu hasil ayakan akar pakis (berbentuk serbuk seperti tanah, arang sekam dan pupuk kandang kambing halus dengan perbandingan 4:2:1. atau dapat juga menggunakan campuran media tanah dan pupuk kandang saja dengan perbandingan 2:1. Campuran media tersebut kemudian ditempelkan pada buku dan bungkus dengan plastik yang sudah dilubangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Selanjutnya siram cangkokan tersebut dengan menggunakan air bersih hingga seluruh media basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Setelah satu bulan, akar sudah tumbuh memenuhi media. Potonglah batang yang berada di bawah cangkokan. Buka bungkus cangkokan tersebut dan tanam dalam pot atau langsung di tanah. Bibit dengan cara cangkok, memiliki persentase tumbuh 90% sampai 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merunduk (Layering)&lt;br /&gt;Perbanyakan sirih merah ini dapat pula menggunakan sistem runduk. Prinsip dari perundukan adalah merangsang (menstimulasi) terbentuknya akar atau tunas sebelum dipisahkan dari induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap-tahap merunduk dapat dilakukan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sediakan beberapa polybag atau pot dengan diameter 12 cm yang sudah diberi media tanam dan dijajar di sebelah tanaman induk. Media tanam yang digunakan sama dengan cara stek atau cangkok. Dapat juga hanya menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1. Sebagai bahan tanaman induk adalah tanaman sirih merah yang mempunyai sulur dengan panjang 2 meter atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Rentangkan sulur tanaman sirih merah, kemudian tanam ruas-ruas batang yang berakar dengan dirundukkan pada polybag-polybag yang telah dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kemudian siramlah tanaman tersebut sehari sekali atau melihat kondisi. Apabila media masih basah tidak perlu disiram. Secara umum, pada musim kemarau kondisi media cenderung lebih cepat mengering, sehingga perlu penyiraman lebih intensif. Begitu juga sebaliknya, pada saat musim hujan media cenderung lebih lembab, dan penyiraman dilakukan bila perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Setelah kurang lebih 1 bulan, pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman sudah mulai banyak dan kuat. Selanjutnya masing-masing bibit dapat dipisahkan per polybag. Tanam bibit-bibit tersebut pada media yang lebih besar atau dapat langsung ditanam di pekarangan rumah yang telah disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://rawabelong.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=41&amp;Itemid=1&gt;rawabelong.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6009765658743309670?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6009765658743309670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/teknik-perbanyakan-sirih-merah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6009765658743309670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6009765658743309670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/teknik-perbanyakan-sirih-merah.html' title='Teknik Perbanyakan Sirih Merah'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPaBbtgaGI/AAAAAAAABg8/mOBSI56D1GA/s72-c/sirihmerah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3003569465610163284</id><published>2010-06-25T04:54:00.003+07:00</published><updated>2010-06-25T04:58:29.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Klengkeng'/><title type='text'>Tabulampot Klengkeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPUzeysv2I/AAAAAAAABg0/Ks2kbTWvqRc/s1600/Kelengkeng.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPUzeysv2I/AAAAAAAABg0/Ks2kbTWvqRc/s320/Kelengkeng.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486462751971524450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara umum terdapat dua tipe klengkeng yaitu klengkeng tropika dan subtropika (temperate). Namun akhir-akhir ini kian populer dengan adanya klengkeng yang sudah diadaptasikan dengan iklim tropika. Untuk jenis yang pernah populer adalah klengkeng pimpong dan diamond river. Keduanya dapat berbuah dengan mudah didalam pot tanpa induksi pembungaan.Berbeda dengan jenis unggul klengkeng itoh dimana harus ada proses induksi pembungaan dengan diberi Kalium Klorat (KCL03) atau Natrium Klorat (NaCL03). Induksi adalah proses perangsangan pada pohon agar berbuah / berbunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran sifat unggulnya, klengkeng diamond river, pimpong,dan itoh sempat laris di pasaran. Dalam setahun, ada nursery yang bisa menjual kurang lebih 35.000 batang dimana kebanyakan pembelinya adalah para hobiis. Namun akhir-akhir ini banyak pekebun-pekebun mulai membeli pohon tersebut guna memenuhi permintaan buah klengkeng yang sampai sekarang masih diimport dari negara-negara tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk klengkeng pimpong, pada umur 3 tahun perpohonnya bisa menghasilkan buah sampai 25 kg dan untuk klengkeng diamond river bisa mencapai 40 kg perpohonnya, itu belum termasuk bila ada panen susulan. Kedua klengkeng tersebut selain jumlah buahnya yang banyak juga sangat mudah ditanam di pekarangan rumah atau di dalam pot karena tidak memerlukan perlakuan yang khusus,cukup dengan pemberian pupuk kandang secara berkala. Untuk klengkeng pimpong, dalam kondisi prima buahnya bisa mencapai diameter 3-4 cm, sedangkan untuk klengkeng jenis lain hanya bisa mencapai diameter 2.5 cm. Namun untuk ukuran banyaknya dompolan buah, diamond river tetap lebih unggul meski untuk klengkeng itoh bisa mencapai 4 kg setiap dompolannya yang berisi kurang lebih 80 butir buah klengkeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga catatan ini bisa menginspirasi anda untuk memilikinya dimana bisa anda tanam di pekarangan rumah anda ataupun di dalam pot sebagai penghias pekarangan rumah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT MENCOBA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Sudarto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;a href=http://www.kebonkembang.com/profil-tanaman-rubrik-33/405-tabulampot-klengkeng.html&gt;kebonkembang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3003569465610163284?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3003569465610163284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/tabulampot-klengkeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3003569465610163284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3003569465610163284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/tabulampot-klengkeng.html' title='Tabulampot Klengkeng'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TCPUzeysv2I/AAAAAAAABg0/Ks2kbTWvqRc/s72-c/Kelengkeng.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2602487680724418724</id><published>2010-06-17T01:45:00.009+07:00</published><updated>2010-06-17T01:56:24.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Anthurium'/><title type='text'>Kebun Anthurium Jemani</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Gambar-gambar disebuah kebun Anthurium &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcvva2QwI/AAAAAAAABgs/V82aqAvmS1U/s1600/Kebun+Jemani+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcvva2QwI/AAAAAAAABgs/V82aqAvmS1U/s320/Kebun+Jemani+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483445627808793346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Indukan Anthurium&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcmeYtMjI/AAAAAAAABgk/LEMFQjo31MM/s1600/Kebun+Anthurium.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcmeYtMjI/AAAAAAAABgk/LEMFQjo31MM/s320/Kebun+Anthurium.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483445468617585202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Indukan Anthurium Jemani &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcf0lAEyI/AAAAAAAABgc/vz4Y9HaQ74I/s1600/Kebun+Anthurium+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcf0lAEyI/AAAAAAAABgc/vz4Y9HaQ74I/s320/Kebun+Anthurium+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483445354315649826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Indukan Anthurium Jemani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcXDg_L2I/AAAAAAAABgU/MJni8sZWaNQ/s1600/Kebun+Jemani+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcXDg_L2I/AAAAAAAABgU/MJni8sZWaNQ/s320/Kebun+Jemani+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483445203706523490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Deretan Anthurium Jemani dengan harga bervariasi mulai dari 20.000 hinga Rp 100.000 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcLUpAv0I/AAAAAAAABgM/pkxQJwVhEnI/s1600/Kebun+Jemani.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcLUpAv0I/AAAAAAAABgM/pkxQJwVhEnI/s320/Kebun+Jemani.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483445002145152834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2602487680724418724?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2602487680724418724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/kebun-anthurium-jemani.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2602487680724418724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2602487680724418724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/kebun-anthurium-jemani.html' title='Kebun Anthurium Jemani'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkcvva2QwI/AAAAAAAABgs/V82aqAvmS1U/s72-c/Kebun+Jemani+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3485920949133506665</id><published>2010-06-17T01:44:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T01:45:12.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Concord Brasil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkbld4VapI/AAAAAAAABgE/a7kGTtNAJmo/s1600/Puring+Concord+Brasil.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkbld4VapI/AAAAAAAABgE/a7kGTtNAJmo/s320/Puring+Concord+Brasil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483444351790312082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 75.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3485920949133506665?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3485920949133506665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-concord-brasil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3485920949133506665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3485920949133506665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-concord-brasil.html' title='Puring Concord Brasil'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkbld4VapI/AAAAAAAABgE/a7kGTtNAJmo/s72-c/Puring+Concord+Brasil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2098194252330877935</id><published>2010-06-17T01:43:00.001+07:00</published><updated>2010-06-17T01:59:15.201+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Victorian Lobster</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkbVMNjElI/AAAAAAAABf8/hi5PjjNEVxc/s1600/Puring+Victorian+Lobater.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkbVMNjElI/AAAAAAAABf8/hi5PjjNEVxc/s320/Puring+Victorian+Lobater.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483444072169542226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 100.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2098194252330877935?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2098194252330877935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/ouring-victorian-lobster.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2098194252330877935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2098194252330877935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/ouring-victorian-lobster.html' title='Puring Victorian Lobster'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBkbVMNjElI/AAAAAAAABf8/hi5PjjNEVxc/s72-c/Puring+Victorian+Lobater.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5665032756338958023</id><published>2010-06-13T22:31:00.001+07:00</published><updated>2010-06-13T22:33:21.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Aglaonema Siam Aurora</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT6NXKez7I/AAAAAAAABf0/cW5om3yIopc/s1600/Aglaonema+Siam+Aurora+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT6NXKez7I/AAAAAAAABf0/cW5om3yIopc/s320/Aglaonema+Siam+Aurora+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482281753879957426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT5_AXRWPI/AAAAAAAABfs/o0QNBDq9QG0/s1600/Aglaonema+Siam+Aurora.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT5_AXRWPI/AAAAAAAABfs/o0QNBDq9QG0/s320/Aglaonema+Siam+Aurora.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482281507241416946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga mulai 15.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5665032756338958023?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5665032756338958023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/aglaonema-siam-aurora.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5665032756338958023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5665032756338958023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/aglaonema-siam-aurora.html' title='Aglaonema Siam Aurora'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT6NXKez7I/AAAAAAAABf0/cW5om3yIopc/s72-c/Aglaonema+Siam+Aurora+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-543353925660266765</id><published>2010-06-13T22:30:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T22:31:11.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Arwana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT5mcOltRI/AAAAAAAABfk/gtfq7sf4D_c/s1600/Puring+Arwana15+B.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT5mcOltRI/AAAAAAAABfk/gtfq7sf4D_c/s320/Puring+Arwana15+B.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482281085224465682" /&gt;&lt;/a&gt; Harga mulai 15.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-543353925660266765?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/543353925660266765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-arwana_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/543353925660266765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/543353925660266765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-arwana_13.html' title='Puring Arwana'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT5mcOltRI/AAAAAAAABfk/gtfq7sf4D_c/s72-c/Puring+Arwana15+B.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4446542981039408833</id><published>2010-06-13T22:25:00.003+07:00</published><updated>2010-06-13T22:29:50.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Arwana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT5P4vvatI/AAAAAAAABfc/abyHIBoKoeE/s1600/Puring+Arwana+70.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT5P4vvatI/AAAAAAAABfc/abyHIBoKoeE/s320/Puring+Arwana+70.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482280697742715602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT48pCXMWI/AAAAAAAABfU/pxgy82CvpY4/s1600/Puring+Arwana15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT48pCXMWI/AAAAAAAABfU/pxgy82CvpY4/s320/Puring+Arwana15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482280367108338018" /&gt;&lt;/a&gt; Harga mulai Rp 35.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4446542981039408833?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4446542981039408833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-arwana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4446542981039408833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4446542981039408833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-arwana.html' title='Puring Arwana'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT5P4vvatI/AAAAAAAABfc/abyHIBoKoeE/s72-c/Puring+Arwana+70.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4511313787682932359</id><published>2010-06-13T22:23:00.001+07:00</published><updated>2010-06-13T22:24:37.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Mawar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT4BGmSlyI/AAAAAAAABe8/qu0UaAgdwyc/s1600/Puring+Mawar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT4BGmSlyI/AAAAAAAABe8/qu0UaAgdwyc/s320/Puring+Mawar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482279344251508514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puring Mawar Rp 40.000,- belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4511313787682932359?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4511313787682932359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-mawar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4511313787682932359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4511313787682932359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-mawar.html' title='Puring Mawar'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT4BGmSlyI/AAAAAAAABe8/qu0UaAgdwyc/s72-c/Puring+Mawar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6588287648820894255</id><published>2010-06-13T22:21:00.001+07:00</published><updated>2010-06-13T22:25:37.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Oscar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT4aXObI8I/AAAAAAAABfE/_NRwqmLKu9w/s1600/Puring+Oscar+15+B.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT4aXObI8I/AAAAAAAABfE/_NRwqmLKu9w/s320/Puring+Oscar+15+B.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482279778211537858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT3tgoPOFI/AAAAAAAABe0/AuqEYhiYcRY/s1600/Puring+Oscar+15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT3tgoPOFI/AAAAAAAABe0/AuqEYhiYcRY/s320/Puring+Oscar+15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482279007641614418" /&gt;&lt;/a&gt; Puring Oscar Harga Rp 10.000,- belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6588287648820894255?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6588287648820894255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-oscar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6588287648820894255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6588287648820894255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-oscar.html' title='Puring Oscar'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT4aXObI8I/AAAAAAAABfE/_NRwqmLKu9w/s72-c/Puring+Oscar+15+B.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-8315632559466634920</id><published>2010-06-13T22:19:00.001+07:00</published><updated>2010-06-13T22:21:38.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Sendok Mas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT3ORy-PPI/AAAAAAAABes/dLQ74u2nPPw/s1600/Puring+Sendok+Mas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT3ORy-PPI/AAAAAAAABes/dLQ74u2nPPw/s320/Puring+Sendok+Mas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482278471084162290" /&gt;&lt;/a&gt; Puring Sendok Mas, harga mulai Rp 5.000,- sampai 15.000,- belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-8315632559466634920?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/8315632559466634920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-sendok-mas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8315632559466634920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8315632559466634920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-sendok-mas.html' title='Puring Sendok Mas'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT3ORy-PPI/AAAAAAAABes/dLQ74u2nPPw/s72-c/Puring+Sendok+Mas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4019551003903262272</id><published>2010-06-13T22:16:00.002+07:00</published><updated>2010-06-13T22:19:21.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Walet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT27mItxlI/AAAAAAAABek/ioXk0AooZXE/s1600/Puring+Walet+15+B.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT27mItxlI/AAAAAAAABek/ioXk0AooZXE/s320/Puring+Walet+15+B.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482278150126552658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT2V61xoNI/AAAAAAAABeU/--hAr6Erbw0/s1600/Puring+Walet+15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT2V61xoNI/AAAAAAAABeU/--hAr6Erbw0/s320/Puring+Walet+15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482277502849229010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT2rB41IoI/AAAAAAAABec/zzTme5135z4/s1600/Puring+Walet+15+C.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT2rB41IoI/AAAAAAAABec/zzTme5135z4/s320/Puring+Walet+15+C.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482277865518342786" /&gt;&lt;/a&gt;Puring Walet Harga Rp 15.000,- belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4019551003903262272?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4019551003903262272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-walet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4019551003903262272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4019551003903262272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-walet.html' title='Puring Walet'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT27mItxlI/AAAAAAAABek/ioXk0AooZXE/s72-c/Puring+Walet+15+B.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6104165905518684897</id><published>2010-06-13T22:14:00.001+07:00</published><updated>2010-06-13T22:15:47.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Telor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT129MwWCI/AAAAAAAABeM/aa-JFkWWv_I/s1600/Puring+Telor.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT129MwWCI/AAAAAAAABeM/aa-JFkWWv_I/s320/Puring+Telor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482276970906540066" /&gt;&lt;/a&gt;Puring Telor harga per pohon Rp 5.000,- belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6104165905518684897?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6104165905518684897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-telor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6104165905518684897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6104165905518684897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-telor.html' title='Puring Telor'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT129MwWCI/AAAAAAAABeM/aa-JFkWWv_I/s72-c/Puring+Telor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6817520126022374422</id><published>2010-06-13T03:51:00.010+07:00</published><updated>2010-06-13T22:13:20.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Puring'/><title type='text'>Berburu Bonggol Puring</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT0_3jlHAI/AAAAAAAABeE/xbjrOqBhOEk/s1600/Pulang+dari+berburu+bonggol+puring.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT0_3jlHAI/AAAAAAAABeE/xbjrOqBhOEk/s320/Pulang+dari+berburu+bonggol+puring.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482276024498854914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pulang Dari Berburu Bonggol Puring &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBP4GoscMMI/AAAAAAAABd0/931FKxhVcV4/s1600/Bonggol+Puring+Crop.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBP4GoscMMI/AAAAAAAABd0/931FKxhVcV4/s320/Bonggol+Puring+Crop.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481997964326744258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBP4BkkXKWI/AAAAAAAABds/hgbCijhqEYk/s1600/Bonggol+Puring+22.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBP4BkkXKWI/AAAAAAAABds/hgbCijhqEYk/s320/Bonggol+Puring+22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481997877319772514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBPzgjPb7dI/AAAAAAAABdk/N8dVv1cuB-Y/s1600/Bonggol+Puring+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBPzgjPb7dI/AAAAAAAABdk/N8dVv1cuB-Y/s320/Bonggol+Puring+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481992911981374930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     Bonggol puring, apakah itu ? Umumnya sebutan bonggol dikenakan pada tanaman adenium, karena bodynya yang menggembung dibawah, tepat diatas akar -- bagai pohon bawang. akan tetapi kemudian berkembang hingga ke tanaman aglaonema, dan sekarang : puring (croton). Bonggol puring ialah pohon puring ukuran besar, yaitu mulai dari sebesar lengan hingga seukuran paha orang dewasa atau dobel paha atau dobel paha orang dewasa gemuk. Apa ada puring seukuran itu ? Tentu saja ada, dan kalau ada pastilah pohon tersebut tidak mudah untuk dibeli dari pemiliknya (kecuali pedagang). Pemilik puring biasanya sudah lama menyaksikan pohon tersebut tumbuh didepan rumahnya, bahkan sejak ia lahir hingga dewasa, bahkan hingga dia menikah dan beranak cucu ! Bisa ditaksir berapa puluh tahun umur pohon puring tersebut ! Pastilahg tidak kurang dari 50 tahun kalau ukurannya besar.&lt;br /&gt;     Puring yang tampak pada gambar ilustrasi tulisan ini bukanlah berasal dari rumah orang, melainkan dari sekolahan. Lebih mudah mendapatkan puring besar dari sekolahan, karena tidak ada hubungan emosional antara pohon dengan manusia disekolahan itu. Para guru dan kepala sekolah lebih mudah menyetujui penjualan pohon puring raksaksa diwilayahnya daripada pemilik rumah tua yang bersejarah. Biasanya setelah uang diterima kita masih diminta untuk menanam kembali pohon pengganti disitu, dalam jumlah 3 kali lipat walaupun ukurannya kecil.... &lt;br /&gt;     Dengan peralatan cangkul dan gergaji dicabutlah pohon besar tersebut, untuk kemudian dinaikkan ke mobil dan ditanam kembali dalam keadaan terbungkus karung plastik akarnya. Pembungkusan ini dimaksudkan untuk memudahkan penjualan pohon nantinya, karena pencabutannya dari tanah tidak akan membuat akarakar halusnya putus.&lt;br /&gt;     Selang 3 bulan kemudian tunas-tunas mulai tumbuh pada bonggol tersebut. Proses selanjutnya adalah penyambungan tunas-tunas muda yang mulai tumbuh dari batang besar itu, dengan puring jenis baru. Jadilah puring jenis baru yang disulap dari bonggol raksaksa puring lama.... (Ahita Teguh Susilo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6817520126022374422?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6817520126022374422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/berburu-bonggol-puring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6817520126022374422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6817520126022374422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/berburu-bonggol-puring.html' title='Berburu Bonggol Puring'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBT0_3jlHAI/AAAAAAAABeE/xbjrOqBhOEk/s72-c/Pulang+dari+berburu+bonggol+puring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5608065667748150381</id><published>2010-06-10T04:15:00.002+07:00</published><updated>2010-06-10T04:19:48.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Tanaman Hias'/><title type='text'>Bisnis Persewaan dan Jual Beli Tanaman Hias Cerah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBAFaWVYdtI/AAAAAAAABdc/ta4Wi5uMmsc/s1600/sansevieria.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 279px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBAFaWVYdtI/AAAAAAAABdc/ta4Wi5uMmsc/s320/sansevieria.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480886696739894994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 12 Februari 2010 | 13:48 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, Kompas - Bisnis persewaan tanaman hias di wilayah DI Yogyakarta menggiurkan. Permintaan terus meningkat, mulai dari perkantoran, perusahaan, acara pernikahan, hingga panggung seminar dan hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, harga sewa tanaman hias Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per tanaman per bulan dengan penggantian tanaman rata-rata dua kali sebulan. Beberapa jenis tanaman hias yang disewakan antara lain keluarga palem dan puring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peminat rental tanaman semakin meningkat dari tahun ke tahun," kata pemilik usaha persewaan tanaman Kebun Asri di Jalan Kaliurang Km 15,5, Heru Pamungkas, Kamis (11/2). Pelanggannya mencapai 18 perkantoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Heru, perkantoran sengaja menyewa tanaman karena praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kantor tetap asri tanpa direpotkan dengan pemeliharaan. Selain menyewakan untuk perkantoran, pebisnis sewa tanaman juga melayani permintaan dekorasi acara pernikahan atau seminar. Harga dekorasi pernikahan berkisar Rp 3,5 juta hingga Rp 41 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, tarif dekorasi seminar atau panggung umumnya Rp 1,5 juta. Para pebisnis persewaan tanaman tidak hanya diuntungkan secara finansial, tetapi juga sarana penyaluran hobi berkebun. Seluruh tanaman di Kebun Asri, misalnya, merupakan koleksi pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh jejaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tergolong bisnis menggiurkan, tak semua pengusaha tanaman hias mampu merambah bisnis persewaan tanaman. "Bisnis itu butuh jaringan kuat untuk mencari pelanggan," kata pengelola kebun tanaman hias Camelia Garden di Jalan Kaliurang, Muhammad Fahrur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pebisnis persewaan tanaman membutuhkan kebun tanaman yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Camelia Garden lebih terfokus pada penjualan aneka tanaman dengan omzet kotor sekitar Rp 10 juta per bulan. Beberapa tanaman koleksi langka, seperti palem varigata, menembus angka penjualan hingga Rp 2,5 juta per batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, peminat tanaman dengan harga jual tinggi itu masih terbatas. Beberapa jenis tanaman hias yang banyak diminati masyarakat antara lain puring dengan rentang harga Rp 10.000 hingga Rp 1 juta per tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis anthurium dijual Rp 5.000 hingga Rp 50.000 per batang, aglaonema Rp 15.000-Rp 75.000, dan sansiviera Rp 15.000 hingga Rp 400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun tidak sebagus dahulu, peminat tanaman hias masih cukup lumayan," ujar Fahrur. (WKM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/12/13483215/bisnis.persewaan.dan.jual.beli.tanaman.hias.cerah&gt;kompas.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5608065667748150381?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5608065667748150381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bisnis-persewaan-dan-jual-beli-tanaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5608065667748150381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5608065667748150381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/bisnis-persewaan-dan-jual-beli-tanaman.html' title='Bisnis Persewaan dan Jual Beli Tanaman Hias Cerah'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TBAFaWVYdtI/AAAAAAAABdc/ta4Wi5uMmsc/s72-c/sansevieria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-8738016856456616890</id><published>2010-06-05T05:12:00.029+07:00</published><updated>2010-06-05T06:27:51.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pupuk'/><title type='text'>Komposter Pupuk Organik Cair</title><content type='html'>&lt;br/&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl7z60Le9I/AAAAAAAABck/fEI4YD1yZuU/s1600/komposter.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl7z60Le9I/AAAAAAAABck/fEI4YD1yZuU/s320/komposter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479046553564576722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya membeli buku berjudul : Membuat Pupuk Kompos Cair karya bapak Sukamto Hadisuwito. Sebelum bembelinya saya sudah meneliti dulu di toko buku, mana buku tentang kompos cair yang jelas gambarnya. Tapi pilihan saya ini ternyata masih belum sepenuhnya tepat. Setiba dirumah ternyata saya masih dibikin bingung oleh gambar yang ada dalam buku itu, yaitu tentang bagaimana konstruksi instalasi pipa didalam komposter. Terpaksa saya mencari lagi di Google. Berjumpalah saya dengan blog mbak Rita Punto : &lt;a href=http://bandarsampah.blogdetik.com/index.php/archives/232&gt;bandarsampah.blogdetik.com&lt;/a&gt; dan blog &lt;a href=http://www.dheno.sudartha.com/2008/10/mari-membuat-komposter.html&gt;dheno.sudartha.com&lt;/a&gt; Nah di blog inilah saya menemukan gambar konstruksi komposter pupuk cair yang jelas. Terimakasih mbak Rita dan mbak Dheno ... (Ahita Teguh Susilo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita membuat komposter pupuk organik cair :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan baku dan alat yang dibutuhkan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl8KH-b8GI/AAAAAAAABc0/1Y1wHxTYUaw/s1600/Wadah+Kompos.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 232px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl8KH-b8GI/AAAAAAAABc0/1Y1wHxTYUaw/s320/Wadah+Kompos.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479046935054381154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.Tong plastik bekas, kapasitas tergantung pilihan mulai dari 20 - 100 literan, beli di pengepul barang bekas &lt;br /&gt;2.Potongan pipa pralon diameter 1 inchi, 2 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Potongan pipa pralon ukuran diameter 1 inchi, 1 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Potongan pipa pralon ukuran panjang  1 inchi, 1 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.sambungan pipa berbentuk T, 2 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Sambungan pipa berbentuk L, 1 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Keran air galon plastik 1 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Bor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Meteran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Kasa plastik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl8FE5ZX0I/AAAAAAAABcs/tmYi8D2pUUQ/s1600/Potongan+pipa+yang+sudah+di+bor.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl8FE5ZX0I/AAAAAAAABcs/tmYi8D2pUUQ/s320/Potongan+pipa+yang+sudah+di+bor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479046848328589122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl9Wzim6AI/AAAAAAAABc8/WUdgNxaR2BA/s1600/Sambungan+T+dan+L.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 78px; height: 90px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl9Wzim6AI/AAAAAAAABc8/WUdgNxaR2BA/s320/Sambungan+T+dan+L.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479048252418877442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl-YQRLVZI/AAAAAAAABdM/t9kslpdFdG0/s1600/Sambungan+Pralon+T.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 78px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl-YQRLVZI/AAAAAAAABdM/t9kslpdFdG0/s320/Sambungan+Pralon+T.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479049376821892498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara membuatnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. 1.Buat dua lubang udara di sisi kanan dan kiri tong dengan menggunakan bor. Diameter lubang harus sama dengan diameter pipa pralon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2.Buat satu lubang lagi di sisi lain tong. Posisi lubang ketiga ini harus lebih rendah daripada lubang sebelumnya atau sekitar 10 cm dari dasar tong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      3. Lubangi potongan pipa paralon, dan lapisi dengan kain kasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      4.selanjutnya instalasi dalam udara dapat dirangkai. Mulailah dari memasang kedua pipa pralon dengan ukuran yang sama, masing-masing pada lubang kanan dan kiri. Kedua pipa dimasukkan dari arah dalam ke luar. Pipa didorong dari dalam hingga keluar sekitar 3 cm dari lubang dan sisanya sekitar 10 cm berada di dalam tong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Kedua ujung pipa yang mencuat keluar 3 cm tersebut kemudian ditutup dengan kasa plastik. Potong kasa plastik berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1 cm lebih panjang dari diameter pipa. Beri lem PVC di sekitar ujung pipa, lalu tempelkan kasa, atur hingga tertutup rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl-kAYkx0I/AAAAAAAABdU/1ITNEY6Unkc/s1600/Lubang+Udara+Tertutup+Kasa.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 165px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl-kAYkx0I/AAAAAAAABdU/1ITNEY6Unkc/s320/Lubang+Udara+Tertutup+Kasa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479049578716383042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl9jfB4hDI/AAAAAAAABdE/lNg5HFrIfoQ/s1600/Posisi+Pipa+Udara+Komnposter.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 178px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl9jfB4hDI/AAAAAAAABdE/lNg5HFrIfoQ/s320/Posisi+Pipa+Udara+Komnposter.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479048470251209778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      6.Selanjutnya kedua pipa tadi disambung dengan sambungan pipa berbentuk T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      7. Kaki sambungan T tersebut dirangkaikan dengan pipa pralon lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      8.Kemudian pasang sambungan pipa L pada bagian ujung bawah pipa pralon . Sambungan pipa L dipasang dengan arah kakinya mengarah ke lubang yang akan dipasangi keran (lubang ketiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      9.Pasang keran plastik pada lubang ketiga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      10.Terakhir, masukan pipa pralon untuk menyambungkan antara lubang keran plastik dengan pipa L. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang pipa disesuaikan dengan ukuran tong komposter , sedangkan prinsip  pemasangan sama saja. Selamat membuat komposter yah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://bandarsampah.blogdetik.com/index.php/archives/232&gt;bandarsampah.blogdetik.com&lt;/a&gt; dan blog &lt;a href=http://www.dheno.sudartha.com/2008/10/mari-membuat-komposter.html&gt;dheno.sudartha.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-8738016856456616890?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/8738016856456616890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/komposter-cair.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8738016856456616890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8738016856456616890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/komposter-cair.html' title='Komposter Pupuk Organik Cair'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAl7z60Le9I/AAAAAAAABck/fEI4YD1yZuU/s72-c/komposter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-7692448387967024792</id><published>2010-06-03T05:10:00.003+07:00</published><updated>2010-06-03T05:22:15.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Puring'/><title type='text'>Tips menyemai biji puring Ala Darsono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAbZflxDQ-I/AAAAAAAABcc/gZQ3a3q9PKc/s1600/Puring+Worten+Beauty+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAbZflxDQ-I/AAAAAAAABcc/gZQ3a3q9PKc/s320/Puring+Worten+Beauty+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478305133479805922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyemai biji-biji puring sebaiknya pilih yang betul-betul tua. Hal itu dapat diketahui dengan pecahnya kulit buah. Kalau buah muda kita paksa semai ditakutkan akan busuk karena masih belum cukup tua untuk bisa pecah kulit. Sebelumnya kita persiapkan terlebih dahulu tempat dan media semai. Tempat bisa menggunakan pot plastik atau stereoform. Sedangkan media tanamnya memakai campuran cocopet dengan pakis dengan perbandingan 1 :2 . Setelah semuanya siap semai biji-biji puring terebut dengan benamkan sekitar 1 cm dari permukaan media tanam. Hal ini dilakukan agar begitu biji keluar cambah tidak sampai merusak pada ujung-ujung. Dalam arti lebih memudahkan keluarnya kecambah dari kulit buah.&lt;br /&gt;Setelah semua biji disemai kemudian siram dengan air secukupnya sampai media tanam basah. Namun dalam proses penyemaian tersebut kelembaban arus tetap terjaga. Waktu yang dibutuhkan dari semai sampai keluar cambah kurang lebih 10 hari. Setelah pecah dari kulit buah atau keluar kecambah untuk mempercepat pertumbuhannya dibantu dengan memberikan B1. Setelah umur hasil semai mencapai 3 bulan baru bisa dipindah ke pot yang baru. Dan keunikan dari puring adalah hasil dari kawin silang tersebut akan menciptkan karakter yang berbeda-beda meski dalam satu tangkai buah. Nah sekarang tinggal anda sudah siap semaikan puring di rumah…? Semat menyemai…!! Doy &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://www.duniapot.com/news_detail.php?id=69&gt;duniapot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-7692448387967024792?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/7692448387967024792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/tips-menyemai-biji-puring-ala-darsono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7692448387967024792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7692448387967024792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/tips-menyemai-biji-puring-ala-darsono.html' title='Tips menyemai biji puring Ala Darsono'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAbZflxDQ-I/AAAAAAAABcc/gZQ3a3q9PKc/s72-c/Puring+Worten+Beauty+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-7404524408228793950</id><published>2010-06-02T02:37:00.009+07:00</published><updated>2010-06-02T02:46:33.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Aglaonema'/><title type='text'>Mereka Hilang, Lalu Kembali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjZF13puI/AAAAAAAABcM/SNb5FJ6lLHg/s1600/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjZF13puI/AAAAAAAABcM/SNb5FJ6lLHg/s320/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477893804482078434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjUHSAT7I/AAAAAAAABcE/_R-UkH3_PTA/s1600/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 316px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjUHSAT7I/AAAAAAAABcE/_R-UkH3_PTA/s320/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477893718969175986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjO0bI2HI/AAAAAAAABb8/HG2Bc1cCOQY/s1600/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 287px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjO0bI2HI/AAAAAAAABb8/HG2Bc1cCOQY/s320/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477893628007864434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjJKfcHRI/AAAAAAAABb0/VXmxuAjphq0/s1600/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjJKfcHRI/AAAAAAAABb0/VXmxuAjphq0/s320/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477893530852269330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjEB8PsBI/AAAAAAAABbs/Lvmh_2swMrg/s1600/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjEB8PsBI/AAAAAAAABbs/Lvmh_2swMrg/s320/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477893442657824786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVi-B7JM1I/AAAAAAAABbk/iupTH8Hnh7M/s1600/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVi-B7JM1I/AAAAAAAABbk/iupTH8Hnh7M/s320/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477893339573990226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVi5JcuOHI/AAAAAAAABbc/6XXFbYOoLMM/s1600/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 292px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVi5JcuOHI/AAAAAAAABbc/6XXFbYOoLMM/s320/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali+7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477893255694530674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pompeii nan gemerlap tiba-tiba saja lenyap terkubur abu dan batu Gunung Vesuvius yang meletus pada 79 Masehi . Kota wisata utama kalangan atas Romawi itu pun terkubur selama 1.700 tahun. Pompeii baru ditemukan lagi tanpa sengaja pada 1748 oleh para pekerja yang membangun istana Raja Naples. Di tanahair , 7 aglaonema yang diduga punah muncul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja paulina, dewi ratih, dan cochin greg yang hilang dari depan publik sejak dirilis 6 tahun silam oleh Gregori Garnadi Hambali, penyilangnya. Paulina dilepas Greg kepada Tati Soeroyo, hobiis di Cilandak, Jakarta Selatan, dalam bentuk seedling. Sayang, di tangan Tati - yang ketika itu masih belajar merawat sang ratu - paulina merana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri rejeki bertulang daun merah muda itu sebenarnya sempat mengeluarkan 1 anakan, tapi induknya lalu mati. Si anak - yang kemudian dikoleksi oleh Rafli, hobiis di Bekasi, selamat hingga beranak satu. Lagilagi pasca-“persalinan” itu induk di tangan Rafli mati. Pantaslah di kalangan hobiis, paulina hanya dikenal sekadar nama - tak pernah terlihat sosoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 daun 5 minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana, queen of leave itu tampil prima pada awal 2010. Paulina memamerkan kelir hijau berpadu merah muda yang segar dilengkapi anakan. Sang ratu yang sempat hilang itu kembali datang setelah mendapat sentuhan tangan dingin Choki “Bluesman” Simanjuntak. Hobiis di Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, itu mendapat anakan paulina pada pertengahan 2009 dari Rafli. Lantas Choki “memanjakan” aglaonema itu dengan media terbaru: berupa campuran cocopeat, andam, dan sekam mentah yang difermentasi. Media itu kemudian dicampur pasir malang dan batu zeolit. Paulina pun tampil prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi ratih pun hampir tak pernah beredar di pasaran sejak keluar dari “pabrik” 6 tahun lalu. Daun yang minim warna hijau - dewi ratih didominasi merah, merah muda, dan kuning - membuat pertumbuhannya lambat. Harap mafhum ketika jumlah klorofil kurang, laju fotosintesis rendah. Ujung-ujungnya produksi makanan untuk pertumbuhan tanaman terhambat. “Meski digenjot secara intensif, selembar daun baru muncul setiap 5 minggu. Hibrida lain umumnya menghasilkan 3 daun per 2 bulan,” kata Gatot Purwoko, ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia (PFI) Komda Jabodetabek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar bila dr Purbo Djodjokusumo, hobiis yang memperoleh seedling dewi ratih pada 2004, enggan melepas anakan. Jumlah anakan sedikit lantaran sulit diperbanyak. Gatot yang kesengsem sang dewi baru memperolehnya setelah membarter dewi ratih dengan tamara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas = prima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak hilang yang kedatangannya kembali paling mengejutkan adalah cochin greg. Penampilannya mirip cochin asal Thailand: daun merah tanpa corak batik. Yang istimewa, cochin greg kian memukau bila terpapar matahari. “Daunnya vigor dan warna merahnya menyala. Beda dengan cochin asal Thailand yang gampang layu jika terkena panas berlebih,” papar Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cochin “perkasa” itu diduga 1 dari 2 - 3 seedling hasil silangan Aglaonema rotundum dengan A. cochinchinense yang dikeluarkan Greg pada 2004 dan semua jatuh ke tangan Tati Soeroyo. Menurut Greg karakter cochin bandel karena mewarisi darah rotundum. Ada beberapa varian rotundum yang tahan panas dan sinar matahari,” tutur ahli botani alumnus Universitas Birmingham, Inggris itu. Sayang darah A. cochinchinense yang mengalir membuat cochin greg sulit diperbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dari gudang aglaonema Greg, juga ada carnelian yang tercecer. Salah satu seri ruby yang keluar “kandang” 6 tahun silam itu jatuh ke tangan Suhandono, pemain tanaman hias di Ragunan, Jakarta Selatan, dalam bentuk seedling. Sayang, carnelian sulit beranak-pinak sehingga tidak pernah terlihat muncul. Makanya sempat dianggap sama saja dengan ruby-ruby lain. Padahal carnelian lebih roset dan kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh si empunya, carnelian kemudian dipotong. Bonggol bawahnya menghasilkan 3 anakan: 2 anakan berdaun 2 dan satu anakan lagi berdaun 1. Semua anakan itu lantas dibeli Rishal M Luthan, hobiis di Pasarminggu, Jakarta Selatan. Dua pot carnelian tumbuh subur di atas media fermentasi - satu lagi mati. Choki menduga penggunaan media fermentasi membuat aglaonema yang rewel jadi tumbuh subur dan gampang beranak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganti nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran carnelian melengkapi seri ruby lain yang dikoleksi Rishal: namanya two tone. Hobiis yang bergabung dengan Paguyuban Aglaonema Indonesia (Pagi) itu juga mengoleksi sekar ranggi. Aglaonema berdaun besar itu semula bernama arimbi. Pada 2005 arimbi “terbang” ke Thailand dan diperbanyak di sana. Pekebun di negeri Siam menjulukinya mokotong. Saat arimbi dikirim kembali ke Indonesia penampilan agak beda - daun lebih ramping ketimbang induk yang ada di tangan Suhandono. Diduga perubahan itu karena perbanyakan yang dilakukan terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan sekar ranggi, aglaonema mirip moonlight yang dimiliki Choki juga berganti nama. “Saat masih kecil, daunnya mirip moonlight. Bentuk bulat serta warna dominan kuning dan hijau muda,” ujar Choki. Namun, sosoknya kemudian berubah dengan ciri ujung daun meruncing. Jadilah kini ia bernama kezia. (Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-7404524408228793950?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/7404524408228793950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/mereka-hilang-lalu-kembali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7404524408228793950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/7404524408228793950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/mereka-hilang-lalu-kembali.html' title='Mereka Hilang, Lalu Kembali'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVjZF13puI/AAAAAAAABcM/SNb5FJ6lLHg/s72-c/Mereka+Hilang+Lalu+Kembali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2598039879066177239</id><published>2010-06-02T01:50:00.002+07:00</published><updated>2010-06-02T01:56:00.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Puring'/><title type='text'>Gudang Croton di Negeri Obama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVXklXR1qI/AAAAAAAABbU/-pHeUJCBtaQ/s1600/Gudang+Croton+Di+Negeri+Obama+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 297px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVXklXR1qI/AAAAAAAABbU/-pHeUJCBtaQ/s320/Gudang+Croton+Di+Negeri+Obama+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477880807782733474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVXfvna4aI/AAAAAAAABbM/0cCiM5lQIyM/s1600/Gudang+Croton+Di+Negeri+Obama+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVXfvna4aI/AAAAAAAABbM/0cCiM5lQIyM/s320/Gudang+Croton+Di+Negeri+Obama+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477880724635443618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVXY1s_QAI/AAAAAAAABbE/dsml696odC4/s1600/Gudang+Croton+Di+Negeri+Obama.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVXY1s_QAI/AAAAAAAABbE/dsml696odC4/s320/Gudang+Croton+Di+Negeri+Obama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477880606010327042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harry Harryanto, kolektor puring di Bogor, Jawa Barat, diam seribu bahasa. Matanya terbelalak menatap jutaan puring terhampar di greenhouse Costa Farms di Miami, Florida, Amerika Serikat. Tinggi tanaman dan corak daunnya seragam. Dari rumah kaca seluas 8 kali lapangan sepakbola itu diproduksi 1-juta pot per tahun. “Ini baru kebun puring komersial,” kata kolektor yang mengoleksi 30.000 puring di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Harry sempat kecewa. Kebun puring yang dijanjikan Mike Rimland, director Costa Farms, sejak 1,5 bulan silam tak kunjung diperlihatkan. Mike sengaja membuat ayah 2 anak itu penasaran. Ia hanya mengajak Harry ke lokasi aglaonema, hibiscus, dan poinsettia. Begitu melihat raut muka Harry tak puas, Mike pun baru mengantarnya ke lokasi puring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kecewa Harry terbayar lunas ketika melihat hamparan puring setinggi 50 cm di greenhouse seluas 6,5 ha. “Jenis yang dikembangkan hanya 4, tapi produksinya luar biasa,” ujar presiden komisaris Group 73 itu. Sebut saja gold dust, banana, mammy, dan petra. Yang disebut pertama berdaun kecil dengan paduan warna hijau tua mengkilap dan bintik-bintik kuning terang. Bintik kuning pada tanaman muda sangat tergantung cahaya. Jika cahaya kurang, bintik kuning pudar sehingga warnanya tak menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banana lain lagi. Ukuran daun lebih besar ketimbang gold dust. Corak pun lebih berwarna. Tulang dan jari-jari daun kuning dengan bagian bawah daun tua ungu. Mammy juga unik. Daunnya panjang berbentuk spiral. Paduan hijau, jingga, merah, dan ungu membuat penampilan anggota famili Euphorbiaceae itu atraktif. Yang terakhir, petra, paling terkenal. Coraknya mirip banana, tapi daun lebih besar dan lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Costa memperoleh ke-4 puring itu dari sebuah nurseri di Amerika Tengah 25 tahun silam. “Mereka dipilih karena sosok tanaman kompak dan warnanya menarik,” kata Mike. Mereka juga mudah diperbanyak dan tetap prima saat dikirim ke pasar hingga 7 hari. Namun, bukan berarti varian lain tak mungkin dibudidayakan. “Buktinya ketika diperlihatkan foto puring koleksi saya, Mike tertarik dan berencana ke Indonesia,” ujar Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mike 4 jenis puring itu perawatannya mudah. “Cukup diberi pupuk lambat urai, tanaman tumbuh subur,” ujar pria yang juga pemilik Rimland’s Nursery itu. Itu karena pupuk lambat urai yang diberikan melepaskan nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman secara seragam. Wajar semua puring yang Harry lihat memiliki kualitas dan pertumbuhan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kunjungan itu Harry juga diperkenalkan dengan Kate Santos, head of research and development Costa Farms, yang bertanggung jawab terhadap penelitian dan pengembangan teknologi budidaya dan produk tanaman hias. Pada kesempatan itu Harry memperkenalkan teknologi pemupukan bersama gelombang suara, Sonic Bloom. Kate yang sangat terbuka dan tertarik akan hal baru pun langsung merespon untuk mengujicoba dan menerapkannya di Costa Farms. Atas undangan Harry, Kate berencana mengunjungi Indonesia tahun ini. Tujuannya, melihat varietas croton dan tanaman hias lain asal tanahair untuk dikembangkan di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 juta pot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya puring merupakan satu dari 1.150 varian tanaman hias daun yang dihasilkan nurseri di barat daya Miami, Florida, itu. “Costa menghasilkan 1-juta pot puring per tahun dengan perbanyakan melalui setek. Setiap varian jumlahnya 250.000 pot/tahun,” kata Mike. Codiaeum variegatum itu lalu didistribusikan ke seluruh pasar di bagian Amerika Utara sebagai tanaman pekarangan di musim panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar bila Harry kagum dengan produksi puring di salah satu nurseri di negeri Obama itu. Tanaman yang masih dilihat sebelah mata oleh hobiis di tanahair itu malah dikembangkan besar-besaran. “Kenapa di Indonesia tidak mengembangkan croton dengan baik? Padahal, kita punya varian yang bagus-bagus. Negara lain saja bisa berkembang dengan varian sedikit,” ujar distributor tunggal Sonic Bloom itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mike, Costa salah satu nurseri tanaman hias terbesar di Amerika Serikat dengan jumlah pegawai 2.200 orang. Perusahaan yang didirikan Jose Costa pada 1961 itu memproduksi 120-juta tanaman hias daun dan  bedding plant atau tanaman menghampar per tahun di lahan seluas 809,37 ha. Produksi jutaan pot leluasa dilakukan karena penggunaan lahan efektif. Sekitar 80% dari total lahan di Miami Florida digunakan untuk produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49 tahun silam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, kesuksesan itu tak datang begitu saja. Perjalanan Costa dimulai sejak 49 tahun silam ketika keluarga Costa berimigrasi ke Amerika Serikat. Mulanya Costa membuka kebun seluas beberapa hektar untuk tanaman hias daun, seperti anthurium, bromeliads, dan calathea. Selang 36 tahun kemudian, Costa melebarkan sayap ke komoditas lain. Tak hanya tanaman hias daun, tapi juga mulai mengusahakan bedding plant, seperti caladium, dahlia, daylili, geranium, gerbera, dan impatient. Kini produksi bedding plant meluas hingga ke Karolina Utara, Pennsylvania, dan nurseri di luar negeri seperti Republik Dominik dan Kosta Rika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraksasaan Costa semakin bertambah setelah bergabung dengan kompetitornya Mike Costa Foliage 5 tahun silam. Perusahaan yang kini dikelola oleh generasi ke-3 itu mengirim produk tanaman hias daunnya ke seluruh wilayah Amerika Serikat, Kanada, dan Karibia. Di negara Paman Sam itu Costa memasarkan produknya ke Home Depot, Lowe’s, Wal-Mart dan sejumlah pedagang besar lainnya dalam rantai pemasaran. Sementara kebun di Republik Dominik dan Kosta Rika, khusus pembibitan untuk dikirim ke Amerika Serikat, lalu dibesarkan dan dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengangkutan tanaman ke konsumen menggunakan truk berpendingin milik sendiri. Maklum, selain memproduksi tanaman, Costa juga mengelola transportasi yang beroperasi di Florida bagian selatan, Karolina Utara, Republik Dominik, serta Kosta Rika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mike penjualan terbesar terjadi pada awal Mei yang bertepatan dengan awal musim semi. Saat itu banyak penduduk negeri Paman Sam mulai bercocok tanam di pekarangan dan kebun. Pelayanan terbaik pun selalu diberikan oleh Costa kepada setiap pelanggannya. Salah satunya yang Harry rasakan ketika berkunjung ke greenhouse Costa Farms akhir 2009 lalu untuk melihat croton. (Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2598039879066177239?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2598039879066177239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/gudang-croton-di-negeri-obama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2598039879066177239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2598039879066177239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/gudang-croton-di-negeri-obama.html' title='Gudang Croton di Negeri Obama'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVXklXR1qI/AAAAAAAABbU/-pHeUJCBtaQ/s72-c/Gudang+Croton+Di+Negeri+Obama+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1572202707070313195</id><published>2010-06-02T01:31:00.001+07:00</published><updated>2010-06-02T01:34:32.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Puring'/><title type='text'>Puring naik pangkat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVSsF60i8I/AAAAAAAABa8/QSFfFOPvwoI/s1600/Puring+Belut.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVSsF60i8I/AAAAAAAABa8/QSFfFOPvwoI/s320/Puring+Belut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477875439222688706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah transaksi paling fenomenal di jagad tanaman hias 2008. Puring bangalore setinggi 1 m senilai Rp18-juta diboyong kolektor di Jakarta Selatan. Daun lebar, mulus, dan kompak menjadi daya tarik puring bercabang 12 itu. Di Sawangan, Depok, croton cobra merah berharga Rp6-juta menjadi koleksi H Ali Sudin. Puring Codiaeum variegatum memang tengah ‘naik kasta.’ Dari tanaman pagar ia bersalin rupa menjadi tanaman koleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puring memang disebut-sebut sebagai maskot baru tanaman hias di tahun tikus. ‘Sejak 2 bulan terakhir harganya terdongkrak naik 2-3 kali lipat,’ kata Handry Chuhairy, pemilik Hans Garden di Alam Sutera, Tangerang. Menurut Handry sebetulnya puring pernah menjadi incaran hobiis setahun silam. Namun, ketika itu pesona puring tergilas anthurium yang memang tengah naik daun. Apalagi puring impor asal Thailand yang didatangkan secara besar-besaran banyak stres dan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut H. Ali Sudin banyak keung-gulan puring yang tak ditemui pada tanaman hias daun lain. ‘Variasi warna beragam, dalam1 tanaman bisa terdapat 4-5 warna,’ kata pegawai di sebuah kantor pemerintahan di DKI Jakarta itu. Sebut saja oscar yang berwarna hijau, kuning, merah, merah muda, dan merah kehitaman. Beragam warna pada 1 tanaman itu bahkan sulit ditemui pada aglaonema, tanaman hias daun yang dikenal kaya warna. Bentuk daun puring juga beragam mulai dari bulat hingga bentuk trisula dan keriting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam corak, warna, dan bentuk pu-ring itulah yang menjadi daya tarik kolektor. Apalagi belakangan croton-sebutan puring di mancanegara-banyak didatangkan dari India dan Thailand. ‘Itu memperkaya jenis yang beredar,’ kata Ferdian AS SSi, pemilik Suhika Flora Indonesia di Sawangan, Depok. Dari India croton bangalore menjadi maskot. Daun besar-selebar telapak tangan orang dewasa-dan bersosok kompak. Di Jakarta Selatan, sepot bangalore berdaun 10 dibandrol Rp4-juta alias Rp400.000 per daun. Pendatang dari India yang tak kalah cantik ialah leopard dan red spider. Dari Thailand, narapirom dan bangkruei (baca: Daun Berpilin Bernama Croton, Trubus Juli 2007, hal 44-45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini tak ada yang tahu pasti dari mana croton berasal. K Heyne dalam Tumbuhan Berguna Indonesia II menyebut puring berasal dari Maluku. Namun, ia juga menyebut puring banyak ditemukan di Pulau Jawa dengan beragam nama. Di tanah Sunda disebut katomas, tomas, dan puring. Di Jawa, puring, dan di Madura, karoton atau karotong. Anggota keluarga Euphorbiaceae itu juga ditemukan di Kalimantan (uhung dan dolok), Sulawesi (dendiki dan balenga semangga), dan Papua (abam atau kama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah nusantara itu puring tak hanya dikenal sebagai tanaman pagar dan pekuburan. Pucuk daun dipakai sebagai lalapan dan obat tradisional. Pada 1660 Georgius Everhardus Rumphius, botanis asal Jerman melaporkan daun puring dapat dimakan sebagai sayur. Daun muda berasa agak kemanis-manisan. K Heyne menyebutkan orang melayu menggunakan gerusan akar puring untuk mengobati penyakit kelamin seperti rajasinga atau sipilis. Sementara akar dan kulit batang dipakai sebagai zat penyamak kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejumlah literatur terbaru ditemukan gudang puring tak hanya di Indonesia. Tercatat 2 wilayah lain yang dikenal sebagai gudang keragaman puring: Asia Selatan dan Kepulauan Pasifik bagian timur. Artinya, India-yang termasuk Asia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selatan-memang habitat asli croton. Menu-rut Ir Slamet Budiarto, dari PT Godong Ijo Asri, Depok, tanah India kaya puring berdaun lebar. Sebut saja anaconda dan ben jonson. Jenis daun kecil asal India mirip dengan puring lokal seperti anting. Sementara dari Thailand didominasi puring berpilin seperti bang kruei dan berpunuk seperti kura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Handry datangnya puring dari India dan Thailand ke Indonesia mendongkrak pamor puring lokal. ‘Dulu benar-benar tak dilirik. Sekarang dipotkan oleh pekebun dan dilahirkan dengan menyematkan nama. Mereka turut menjadi buruan kolektor,’ kata mantan atlit renang itu. Empat puring lokal tak bernama yang bersalin rupa menjadi mutiara, miss indonesia, miss universe, dan rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pakulonan dan Lengkong, Serpong, Tangerang, banyak pekebun melakukan hal itu. Sebut saja Suharta dan Tirtayasa. Keduanya bergerilya mengumpulkan puring lokal dari pelosok, memperbanyak, lalu mengepotkannya. Di tangan mereka puring yang tadinya diabaikan menjadi tanaman koleksi bernilai jutaan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara misalnya, sepot setinggi 30-40 cm itu dibandrol Rp2-juta. Sedangkan miss indonesia dan miss universe dipatok di atas Rp5-juta. ‘Kita berburu ke rumah-rumah penduduk, dan menemukan tipe ini yang tergolong langka,’ kata Tirtayasa. Fenomena itu mengingatkan pada aglaonema no name yang cantik tapi tak dilirik. Ia baru menjadi kebanggaan kolektor setelah disematkan nama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1572202707070313195?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1572202707070313195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-naik-pangkat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1572202707070313195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1572202707070313195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/06/puring-naik-pangkat.html' title='Puring naik pangkat'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAVSsF60i8I/AAAAAAAABa8/QSFfFOPvwoI/s72-c/Puring+Belut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-8783987682655755040</id><published>2010-05-31T06:43:00.002+07:00</published><updated>2010-05-31T06:47:40.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Jenmanii'/><title type='text'>Harga Jenmanii</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL4lhjEeQI/AAAAAAAABa0/lGlM5JPjDTc/s1600/Jemani+60000.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL4lhjEeQI/AAAAAAAABa0/lGlM5JPjDTc/s320/Jemani+60000.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477213420380256514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Harga Jenmanii Rp 60.000,- perpohon belum termasuk ongkos kirim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL4PuFeYxI/AAAAAAAABas/Gyy7IFXv5RA/s1600/Jemani+20000.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL4PuFeYxI/AAAAAAAABas/Gyy7IFXv5RA/s320/Jemani+20000.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477213045788664594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jemani harga Rp 20.000,- perpohon belum termasuk ongkos kirim &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-8783987682655755040?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/8783987682655755040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-jenmanii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8783987682655755040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/8783987682655755040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-jenmanii.html' title='Harga Jenmanii'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL4lhjEeQI/AAAAAAAABa0/lGlM5JPjDTc/s72-c/Jemani+60000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1244312274181246080</id><published>2010-05-31T06:39:00.001+07:00</published><updated>2010-05-31T06:48:34.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Philodendron'/><title type='text'>Harga Bibit Philodendron Moonlight</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL3P16WEiI/AAAAAAAABak/YvFcNQPbIOo/s1600/Philodendron+Moonlight.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL3P16WEiI/AAAAAAAABak/YvFcNQPbIOo/s320/Philodendron+Moonlight.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477211948377838114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Harga Rp 15.000,- perpohon, belum termasuk ongkos kirim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1244312274181246080?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1244312274181246080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-bibit-philodendron-moonlight.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1244312274181246080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1244312274181246080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-bibit-philodendron-moonlight.html' title='Harga Bibit Philodendron Moonlight'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL3P16WEiI/AAAAAAAABak/YvFcNQPbIOo/s72-c/Philodendron+Moonlight.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5318791964208724299</id><published>2010-05-31T06:22:00.004+07:00</published><updated>2010-05-31T06:32:15.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Kura-Kura Cangkokan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0hVXka1I/AAAAAAAABac/YUv9cp3v18k/s1600/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0hVXka1I/AAAAAAAABac/YUv9cp3v18k/s320/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477208950344805202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-kura cangkokan 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0WT6OvKI/AAAAAAAABaU/7rzDRDo6qGg/s1600/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0WT6OvKI/AAAAAAAABaU/7rzDRDo6qGg/s320/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477208760974752930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-kura cangkokan 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0NVvgKNI/AAAAAAAABaM/aXE_tagd1o4/s1600/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0NVvgKNI/AAAAAAAABaM/aXE_tagd1o4/s320/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477208606847805650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-kura cangkokan 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0DixVZZI/AAAAAAAABaE/mHL_27d7h7g/s1600/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0DixVZZI/AAAAAAAABaE/mHL_27d7h7g/s320/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477208438546458002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-kura cangkokan 4&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TALzabLdp-I/AAAAAAAABZ8/yHyljI3CtSE/s1600/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TALzabLdp-I/AAAAAAAABZ8/yHyljI3CtSE/s320/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477207732133930978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-kura cangkokan 5&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi tanaman 40 - 50 cm &lt;br /&gt;Harga Rp 125.000,- perpohon, belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5318791964208724299?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5318791964208724299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-kura-kura-cangkokan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5318791964208724299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5318791964208724299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-kura-kura-cangkokan.html' title='Puring Kura-Kura Cangkokan'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAL0hVXka1I/AAAAAAAABac/YUv9cp3v18k/s72-c/Puring+Kura+Kura+Cangkokan+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-694362846994480146</id><published>2010-05-31T06:05:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T06:06:19.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Harga Bibit Aglaonema Pride Of Sumatera</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TALuCSoszVI/AAAAAAAAAHk/vH-Z9L9d43o/s1600/Bitit+Aglaonema+Pride+Of+Sumatera.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TALuCSoszVI/AAAAAAAAAHk/vH-Z9L9d43o/s320/Bitit+Aglaonema+Pride+Of+Sumatera.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477201819965640018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perdaun Rp 5.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-694362846994480146?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/694362846994480146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-bibit-aglaonema-pride-of-sumatera.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/694362846994480146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/694362846994480146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-bibit-aglaonema-pride-of-sumatera.html' title='Harga Bibit Aglaonema Pride Of Sumatera'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TALuCSoszVI/AAAAAAAAAHk/vH-Z9L9d43o/s72-c/Bitit+Aglaonema+Pride+Of+Sumatera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-742945966231780644</id><published>2010-05-31T06:03:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T06:05:07.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Aglaonema'/><title type='text'>Harga Bibit Aglaonema Lipstick Siam Aurora</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TALts_J-dhI/AAAAAAAAAHc/e-7n-dj_cDI/s1600/Bibit+Aglaonema+Lipstick+Siam+Aurora.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TALts_J-dhI/AAAAAAAAAHc/e-7n-dj_cDI/s320/Bibit+Aglaonema+Lipstick+Siam+Aurora.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477201453959247378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga perdaun Rp 5000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-742945966231780644?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/742945966231780644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-bibit-aglaonema-lipstick-siam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/742945966231780644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/742945966231780644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-bibit-aglaonema-lipstick-siam.html' title='Harga Bibit Aglaonema Lipstick Siam Aurora'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RKarVCjGyE4/TALts_J-dhI/AAAAAAAAAHc/e-7n-dj_cDI/s72-c/Bibit+Aglaonema+Lipstick+Siam+Aurora.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4122270193541369499</id><published>2010-05-30T06:46:00.002+07:00</published><updated>2010-05-30T06:52:12.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Bonsai'/><title type='text'>Belajar dari Pengalaman Rawat Bonsai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAGopGyGxZI/AAAAAAAABZ0/j93fPtM-6Bg/s1600/Bonggol+Puring+Bagus+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAGopGyGxZI/AAAAAAAABZ0/j93fPtM-6Bg/s320/Bonggol+Puring+Bagus+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476844046008108434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted on January 25, 2008 by ppbisidoarjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan PPBI Cabang Sidoarjo kali ini, digelar dengan agenda berupa pendidikan kilat (diklat) tentang tatacara merawat bonsai. Wawang Sawala, dari seksi pendidikan, yang tampil sebagai narasumber langsung mengajak peserta pertemuan di kebun Husni Bahasuan di kawasan Bintang Diponggo Surabaya itu (12/1) untuk secara bersama-sama mengkaji dan melakukan training dengan bakalan bonsai yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon rempelas, bakalan pertama yang disediakan, selama ini dikenal ada dua jenis. Yaitu yang memiliki daun runcing, ada yang bergerigi. Menurut pengalaman Syaiful Arief, seorang trainer yang ikut hadir menyampaikan pengalamannya, bahwa daun rempelas sulit dibuat menjadi ukuran kecil yang proporsional dengan batangnya. Jadi untuk membuat proporsional harus diperbesar dulu batangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Wawang, pohon Rempelas memang sangat jarang muncul di pameran. Diakuinya, dia tidak memiliki pengalaman melakukan training rempelas. Kebetulan, bakalan milik Husni Bahasuan ini memiliki batang majemuk, atau bergaya clumb. Maka diskusipun berlangsung seru, tentang bagian mana yang harus dipotong. Masing-masing orang memiliki pendapat sendiri, bahkan cenderung berseberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan jenis tanaman ini memang penting. Sebab, menurut Wawang, tiap jenis tanaman membutuhkan perlakuan yang berbeda satu sama lain. Ketika menghadapi bakalan bonsai, katanya, sebaiknya tidak berpikir tentang gaya apa yang akan diterapkan. Perhatikan baik-baik bakalan tersebut, lantas tentukan center of point, yaitu memilih bagian yang paling menarik untuk ditonjolkan sebagai tampak depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sangat mendasar untuk para pemula, adalah bagaimana menguasai media bonsai itu sendiri. Sebab, meski bonsai adalah sebuah karya seni rupa, namun kalau ternyata tidak tumbuh subur dan sehat, maka tidak layak disebut bonsai yang bagus. Salah satu aspek kesehatan dan kesuburan itu adalah bagaimana medianya yang pas untuk bonsai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian terhadap media itu sudah harus dilakukan sejak masih berada di habitat aslinya. Itu kalau mendapatkan bakalan dengan cara berburu. Menurut pengalaman, untuk mendapatkan Cemara Udang harus menyertakan juga tanah asalnya. Ketika kemudian ditanam dalam pot, cemara atau tanaman pantai lainnya, gunakan pasir dengan porsi lebih banyak, dengan perbandingan 3:1 (pasir : humus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pengalaman lain, bahwa Santigi, pada awalnya tidak boleh menggunakan pupuk organik. Menurut Wawang, hal ini karena lebih banyak risiko yang timbul karena pupuk organik dikhawatirkan tidak steril. Apalagi sebagai tanaman baru rentan penyakit. ”Medianya pakai pasir saja 100 persen,” ujar Wawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali boleh dilakukan penyiraman dengan pupuk organik, namun dalam konsentrasi yang sangat encer, misalnya dengan B-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarankan, bakalan yang baru diambil dari alam, jangan terkena langsung terkena sinar matahari, tapi juga jangan ditempatkan di tempat gelap. Cukup di tempat teduh, dan secara bertahap digeser ke tempat yang terkena sinar matahari. Kalau terus berada di tempat gelap akan menyulitkan adaptasi, sehingga kalau nanti terkena panas malah langsung mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tanaman baru, juga disarankan agar melakukan pengurangan daun untuk mencegah penguapan. Peletakan batang sedemikian rupa, yang kokoh, agar tidak goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman tidak usah dilakukan selama medianya sudah lembab, cukup dikerudungi saja. Kalau sudah tidak ada pengembunan, baru disiram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengerodongan dengan plastik transparan selain dimaksudkan untuk menghindari penguapan, juga merangsang tumbuhnya tunas, setelah sebelumnya disiram dengan perangsang akar dengan konsentrasi rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berdasarkan pengalaman lain, kerodong plastik ada bahayanya, karena begitu dibuka masih butuh adaptasi lagi. Ada yang lebih suka pakai paranet, yang alamiah saja, asal rajin diperiksa, maka bakalan bakal tumbuh subur. Waspadai jamur di musim hujan, semprot dengan fungisida sebelum parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal penyiraman, sulit menentukan resep tepat berapa kali penyiraman. Tergantung cuaca, udara dan sebagainya. Sebaiknya dipelajari berdasarkan pengalaman teman-teman yang sudah melakukannya. Yang jelas, jika medianya terlalu halus, penyiraman cukup seminggu 1 – 2 kali. Kalau porous, bisa beberapa kali. Cara mengukurnya, kalau disiram cepat habis, berarti butuh penyiraman lebih sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pupuk bisa juga memilih jenis yang slow release, yaitu yang larut sedikit sedikit, misalnya srintil atau kotoran kambing. Untuk pupuk halus, tempatkan di atas media, sedikit ditutupi media, tapi jangan diaduk, supaya tidak langsung menurun ke dasar pot. Sebab secara alami pupuk halus akan menurun seiring dengan frekensi penyiraman. -hnc&lt;br /&gt;(Majalah GREEN Hobby, edisi 6/Januari-Februari 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4122270193541369499?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4122270193541369499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/belajar-dari-pengalaman-rawat-bonsai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4122270193541369499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4122270193541369499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/belajar-dari-pengalaman-rawat-bonsai.html' title='Belajar dari Pengalaman Rawat Bonsai'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAGopGyGxZI/AAAAAAAABZ0/j93fPtM-6Bg/s72-c/Bonggol+Puring+Bagus+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6730074048203744316</id><published>2010-05-29T08:36:00.003+07:00</published><updated>2010-05-31T06:36:42.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Puring'/><title type='text'>Puring Hasil Cangkokan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABv41Aj1XI/AAAAAAAABYM/5vYpNHhIwPQ/s1600/Puring+Hasil+Cangkokan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABv41Aj1XI/AAAAAAAABYM/5vYpNHhIwPQ/s320/Puring+Hasil+Cangkokan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476500168975308146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Puring Kura-kura cangkokan Harga Rp 125.000,- per pohon, belum termasuk ongkos kirim. Tinggi tanaman sekitar 40 - 50 cm&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6730074048203744316?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6730074048203744316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-hasil-cangkokan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6730074048203744316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6730074048203744316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-hasil-cangkokan.html' title='Puring Hasil Cangkokan'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABv41Aj1XI/AAAAAAAABYM/5vYpNHhIwPQ/s72-c/Puring+Hasil+Cangkokan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-860560352624650070</id><published>2010-05-29T08:26:00.002+07:00</published><updated>2010-05-29T08:30:08.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>TANAMAN GURUN YANG MULAI DIBURU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABuGVOcW9I/AAAAAAAABYE/xPQwwuvSXPU/s1600/Pachypodium.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABuGVOcW9I/AAAAAAAABYE/xPQwwuvSXPU/s320/Pachypodium.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476498201938516946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah, tanaman ini bukanlah kaktus. Meskipun sama-sama termasuk tanaman gurun, tanaman yang masih satu famili dengan Adenium ini punya keistimewaan sendiri. Selain berduri, tanaman ini pun berbonggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam bulan lalu, Pachypodium mungkin belum banyak diburu orang. Sepintas bentuknya mirip kaktus karena batangnya berduri. Tak heran jika terkadang orang salah, menganggap ini tanaman kaktus. Tapi kalau melihat bonggolnya, mirip benar dengan Adenium. Tak heran, karena Pachypodium dengan Adenium adalah satu famili, yaitu Apocynaceae. Keluarganya yang lain adalah Plumeria, Nerium, dan Allamanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tak heran juga jika banyak orang menyebut tanaman yang kebanyakan berasal dari Madagaskar ini sebagai Adenium berduri. "Keunikannya terletak pada batang dan bonggol yang dilapisi duri," papar Kiki Hermanto Bachtiar dari Zha Zha Flora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tumbuh ke atas mencapai 1,5 meter, ada juga yang melebar ke samping, berbentuk kipas. Jenisnya yang ada di pasaran, seperti P. christata lameri, P. rosulatum grasilis, P. saundersii, dan P. succulentum. Cara pembiakan Pachy selain dari biji bisa dilakukan dengan memotong sebagian batangnya agar tumbuh cabang baru. "Meski dari tanaman yang bagus, tak sayang harus dipotong karena nanti harganya akan lebih mahal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Tahunan&lt;br /&gt;Tanaman yang namanya diambil dari bahasa Yunani ini menyukai hawa panas, dan tidak sulit merawatnya. "Penyiraman cukup sehari sekali dan harus kena panas penuh karena termasuk tanaman gurun," ujar Kiki sambil mengatakan tanaman ini tak pas kalau disimpan di dalam rumah. "Kendala merawat Pachy, paling saat memindahkan tanaman ke media lain harus disimpan dulu di tempat teduh. Baru dua atau tiga hari kemudian bisa diletakkan di tempat panas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media tanamnya terdiri dari sekam, pasir malang, cocopeat, dan pupuk kandang. "Lebih bagus kalau banyak pasir malang. Agar hasilnya bagus dan maksimal, media tanam harus baik dan benar." Meski Pachy berbunga, harus sabar menunggu karena butuh waktu lama. "Warnanya ada yang putih, kuning, ungu, dan oranye."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekitar 60 species, yang digemari penghobis adalah jenis P. rosulatum karena pertumbuhannya yang lambat. "Mungkin karena kalau yang cepat tumbuh, kan, sudah biasa orang lihat. Tak heran jika harga jualnya juga lebih tinggi." Sementara untuk harga Pachy lain, di Zha Zha Flora, dari yang paling kecil jenis P. lameri berkisar Rp 30 ribu. Sementara jenis yang mahal mencapai Rp 25 juta di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ini bisa bertahan lama karena termasuk tanaman tahunan. "Hanya saja harus sabar menunggu sampai tinggi. Yang jenis P. lameri saja untuk mencapai tinggi 1,5 meter butuh waktu bertahun-tahun. Perhatikan, jika bibit kecil sudah mulai membesar pindahkan ke tempat yang lebih lebar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Percabangan&lt;br /&gt;Pachypodium bisa diperbanyak lewat cara biji maupun program percabangan. Tidak semua jenis bisa dilakukan program percabangan. Biasanya dipakai yang batang tunggal. Berikut cara percabangan:&lt;br /&gt;1. Potong bagian batang tanaman yang sehat sampai tersisa 3 cm dari tanah.&lt;br /&gt;2. Beri depin secara merata di atas bagian yang sudah dipotong. Depin dipakai untuk mematikan pertumbuhan bonggol. Selain itu supaya bercabang banyak.&lt;br /&gt;3. Setelah 2-3 bulan kemudian mulai tumbuh cabang yang beraturan dengan bentuk indah.&lt;br /&gt;4. Harga jualnya lebih mahal bahkan bisa dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Zha Zha Flora, Flora Alam Sutera, Serpong, Tangerang (021 70337045).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noverita K. Waldan&lt;br /&gt;FOTO-FOTO: &lt; Dokumen Nova &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=14872&gt;tabloidnova.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-860560352624650070?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/860560352624650070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/tanaman-gurun-yang-mulai-diburu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/860560352624650070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/860560352624650070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/tanaman-gurun-yang-mulai-diburu.html' title='TANAMAN GURUN YANG MULAI DIBURU'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABuGVOcW9I/AAAAAAAABYE/xPQwwuvSXPU/s72-c/Pachypodium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-263228200548519782</id><published>2010-05-29T08:15:00.002+07:00</published><updated>2010-05-30T06:28:36.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Cetak Kaki Pachypodium</title><content type='html'>Fredi di Yogyakarta melakukan program kaki pada Pachyipodium saoundersii. Batang bawah berdiameter 10 cm dipotong melintang dan dibuang semua akarnya. Bekas potongan diolesi fungisida dan perangsang akar lalu dikeringanginkan sepekan. Kemudian diikatkan pada styrofoam berbentuk piring terbalik dan ditanam pada media pasir malang dan arang sekam. Selang 1 bulan, akar baru tumbuh mengikuti bentuk cetakan. Seleksi akar. Jadilah pachypodium berpenampilan gagah dengan 15 kaki. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasa Penjebak Serangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngengat, thrip, dan aphid kerap mengganggu pertumbuhan anakan bromelia hasil semai biji. Jika diatasi dengan penyemprotan insektisida, daun anakan gampang rusak seperti terbakar. Nurseri Cornbak di Belanda menggunakan lembaran kasa berperekat—semacam yellow trap. Saat kasa dikibas-kibaskan serangga berloncatan dan seketika terjebak perekat. Anakan bromelia pun selamat dari hama dan kerusakan karena paparan insektisida.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-263228200548519782?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/263228200548519782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/cetak-kaki-pachypodium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/263228200548519782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/263228200548519782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/cetak-kaki-pachypodium.html' title='Cetak Kaki Pachypodium'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-762573103200416065</id><published>2010-05-29T08:14:00.004+07:00</published><updated>2010-05-30T06:31:43.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Pachypodium brevicaule Cara Cepat Jadi Bongsor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLExJm_0I/AAAAAAAABYU/TsC8n6Br4yc/s1600/Pachypodium+6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLExJm_0I/AAAAAAAABYU/TsC8n6Br4yc/s320/Pachypodium+6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476741167144435522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah fakta ini. Dalam setahun Pachypodium brevicaule cuma bertambah lebar 1 cm. Itu berarti, brevicaule berdiameter 15 cm-sebesar cakram digital-koleksi Eddi Sebayang di Tangerang kira-kira berumur 15 tahun. Tanaman purba berbentuk seperti umbi kentang itu bakal lebih cepat bongsor bila disambung dengan batang bawah lamerei dan geayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brevicaule bongsor itulah yang Nesia Artdiyasa, wartawan Trubus, lihat di nurseri Watu Putih di Yogyakarta. Sepot brevicaule berdiameter 12 cm baru sekitar 2 tahun disambung dengan batang bawah Pachypodium lamerei. Jika ditumbuhkan dari biji tanpa perlakuan sambungan, ukuran itu baru dicapai setelah 12 tahun. Maklum anggota famili Apocynaceae itu memang dikenal lambat tumbuh. Normalnya, hanya 1 cm per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking lambatnya pertumbuhan brevicaule, seorang kolektor menyebutnya si cebol. Tak cuma lambat, tingkat keberhasilan hidup dari biji pun sangat rendah. Dari total semaian, paling banyak 25% yang lulus hidup. Sisanya gagal berkecambah. Diduga ukuran biji brevicaule yang sangat kecil dan ringan-hanya sebesar wijen-jadi salah satu penyebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 kali lipat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya cepat bongsor, brevicaule disambung dengan batang bawah jenis lain. Lazimnya, dengan Pachypodium lamerei dan P. geayi. Keduanya dipilih lantaran populasinya banyak sehingga gampang didapat dan harga relatif murah. Pertumbuhannya pun cepat dan mudah beradaptasi di berbagai perubahan iklim dan lingkungan. Namun, jenis lain misal rosulatum dan horombense bisa juga dipakai sebagai batang bawah. Hanya konsekuensinya, stok lebih sulit didapat dan harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah disambung, pertumbuhan brevicaule menjadi lebih pesat. 'Secara umum, jika brevicaule disambung per tumbuhannya bisa 2- 3 cm per tahun,' tutur Handry Chuhairy, pekebun di Alam Sutra, Tangerang. Kejadian serupa bila jenis lambat lain-misal P. namaquanum-diperlakukan sama. Secara alami, pachypodium berbentuk cereiform-berbatang tegak lurus-itu bertambah tinggi 5 cm per tahun. Bila disambung pertumbuhannya jadi 10- 12 cm per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat adenium itu jadi cepat bongsor lantaran pasokan hara dari batang bawah melimpah. Musababnya, menurut Aris Budiman, pemilik nurseri Watu Putih, lamerei dan geayi punya perakaran lebih kuat. Perakaran kuat, kemampuan mengambil hara pun meningkat. Ketersediaan makanan untuk batang atas lebih terjamin. Sementara perakaran brevicaule sangat lemah sehingga lamban tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambung Brevicaule&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Siapkan batang bawah berupa Pachypodium lamerei dan P. geayi. Yang disukai batang bawah yang batangnya masih kehijauan, bukan keperakan, dan sehat. Batang hijau tanda tanaman cukup muda, batang keperakan tanaman cenderung sudah berkayu. Jaringan muda lebih mudah menempel ketimbang jaringan tua. Diameter batang kira-kira sebesar jempol atau berumur 2 minggu pascasemai.&lt;br /&gt;   2. Siapkan brevicaule sebagai entres. Yang dipakai tanaman dalam kondisi tumbuh, bukan dorman, dan sehat. Itu lantaran pada pucuk yang sedang tumbuh dinding selnya lebih lentur dan mudah menyambung. Menurut Handry Chuhairy, cirinya ada daun dan mata tunas yang sedang tumbuh.&lt;br /&gt;   3. Ambil pucuk yang sedang tumbuh itu sebagai entres. Ukurannya sebesar kuku kelingking-kira-kira diameter 1 cm. Buang daun yang ada untuk mengurangi penguapan. Pisahkan dari 'umbi' utama menggunakan pisau steril.&lt;br /&gt;   4. Potong datar batang bawah pada ketinggian kira-kira 7-8 cm. Buang tepi-tepinya yang berduri. Bila tidak, bentuk batang bawah nantinya menyerupai mangkuk dan sulit menyambung dengan entres.&lt;br /&gt;   5. Tempel entres mendekati tepi-di situ letak kambium-sehingga diharapkan proses penyambungan terjadi lebih cepat.&lt;br /&gt;   6. Supaya posisi entres ajek, tahan menggunakan plastik atau karet.&lt;br /&gt;   7. Sungkup dengan plastik dan simpan di tempat teduh selama 2 minggu. Tujuannya supaya sambungan tidak terkena air dan berada dalam kondisi suhu stabil. Untuk mempertahankan kelembapan yang dibutuhkan pachypodium, cukup siram media bila kering. Bila penyambungan dilakukan secara massal, letakkan tanaman di dalam mistroom. Setelah 2 minggu tanaman boleh terkena sinar matahari langsung. Entres dan batang bawah bakal menyambung setelah 3 bulan.&lt;br /&gt;   8. Setelah setahun, batang bawah bisa dipendam sehingga sambungan tidak terlihat. Dengan kecepatan pertumbuhan 2-3 cm per tahun, brevicaule berdiameter 15 cm seperti yang Eddi Sebayang miliki bisa dicapai dalam 5-7 tahun. Tidak perlu menunggu hingga 15 tahun. (Evy Syariefa/Peliput: Dyah Pertiwi Kusumawardani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-762573103200416065?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/762573103200416065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pachypodium-brevicaule-cara-cepat-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/762573103200416065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/762573103200416065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pachypodium-brevicaule-cara-cepat-jadi.html' title='Pachypodium brevicaule Cara Cepat Jadi Bongsor'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLExJm_0I/AAAAAAAABYU/TsC8n6Br4yc/s72-c/Pachypodium+6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2691379452372469615</id><published>2010-05-29T08:12:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T06:29:06.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Ratu Gurun Tampil Prima</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLVMODHCI/AAAAAAAABYc/Sb0rTZ8MzIo/s1600/Pachypodium+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLVMODHCI/AAAAAAAABYc/Sb0rTZ8MzIo/s320/Pachypodium+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476741449288719394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bunga kuning menyala di ujung batang bercabang dan berduri itu selama 2 bulan lebih. Ir Paulus Purwito Handoyo-salah seorang arsitek di Perumahan Bumi Serpong Damai, Tangerang-adalah pemiliknya. Mendengar kabar itu, Handry Chuhairy langsung berkunjung ke rumah Purwito di Parkland, BSD, Tangerang, untuk membuktikan. Diduga fl uktuasi suhu mencolok di loteng rumah Purwito jadi faktor penyebab bunga terus bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purwito tergolong kolektor pachypodium sukses. Pachypodium rosulatum miliknya yang diletakkan di atas loteng rumah bisa berbunga terus menerus selama 2 bulan lebih. Tanaman gurun itu diletakkan di atas genteng lantai dua bersebelahan dengan jenis pachypodium lain. Sebelumnya tanaman itu dirawat selama 4 tahun di Pondokindah, Jakarta Selatan, tapi tidak pernah berbunga. Fluktuasi suhu yang mencolok menjadi salah satu perangsang munculnya bunga. Hal ini sejalan dengan perbedaan suhu di Afrika-habitat asal pachypodium-panas di siang hari dan dingin di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. rosulatum di rumah Purwito hidup berdampingan dengan 14 spesies lain. P. densiflorum, P. geayi, P. lamerei, P. ambongense, P. baronii var windsorii, P. baronii var baronii, P. rutenbergianum var meridionale, P. rutenbergianum var sofiense, P. horombense, P. brevicaule, P. namaquanum, P. bispinosum, P. succulentum, dan P. lealii var saundersii. Semuanya memakai media sama dan bergantian memamerkan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi serupa Trubus lihat di kediaman Soeroso Soemopawiro di Pondokindah. Puluhan P. rosulatum tak putus memamerkan bunga putih dan ungu. Sama seperti Purwito, Soeroso meletakkan pachypodium di dak lantai 4. Angin leluasa berembus dari halaman belakang yang berbatasan dengan lapangan golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakus hara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga pachypodium ditunggu setiap penggemarnya. Sayang, sampai saat ini para pekebun dan hobiis mengaku belum dapat menemukan cara tepat untuk membungakan. 'Harus ada fluktuasi suhu yang mencolok seperti di negara asalnya,' kata Handry menjelaskan. Syarat ini terpenuhi di kebun Purwito dan Soeroso. Tanaman gurun itu diletakkan di bawah sinar matahari langsung tanpa naungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Handry, hobiis di Tangerang, pachypodium termasuk tanaman rakus hara. Berarti tanaman itu menuntut pemberian pupuk secara rutin. Suhaemi, mantan manajer sebuah bank, menggunakan pupuk lambat urai dengan komposisi NPK 9-14-19 atau 7-40-6 ditambah Mg. Dosis 1 sendok makan untuk pot berdiameter 30 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nutrisi lain seperti Dekamon, Biore, dan B1 diberikan sebulan sekali dengan dosis 75 ml/20 l. B1 digunakan sebagai perangsang akar, sedang Dekamon sebagai perangsang tumbuh. Pupuk daun Growmore dan Kristalon juga bisa diberikan dengan dosis 0,5 g/l.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran besar-kecilnya pot mempengaruhi pertumbuhan pachypodium. Handry mengecilkan ukuran pachypodium demi efektivitas lahan dan produktivitas. Penggantian pot dilakukan 6-12 bulan sekali. 'Kalau akar sudah penuh, perlu repoting,' kata Temi Hernadi, pemain di Bandung. Cirinya, media di pot terlihat padat dan ketika pot diketuk bunyinya tidak nyaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyesuaikan dengan kondisi di habitatnya Handry memakai sungkup shading net berkerapatan 40-50% dan plastik UV sebagai naungan semaian. Semua spesies mendapat perlakuan serupa. Berbeda dengan Miftah-pemilik Mac`s Garden, Yogyakarta-yang menggunakan shading net berkerapatan 60%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil prima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media awal tanaman gurun sama seperti adenium. 'Tapi lebih porous lagi karena perakarannya agak lemah,' ujar Handry. Pemilik nurseri Han`s Garden itu menggunakan campuran sekam bakar, pasir malang, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Itu ditambah dolomit sampai adonan terlihat berwarna agak putih untuk meningkatkan pH. Dengan komposisi itu Handry biasa menyiram setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Yogyakarta, Miftah menggunakan pasir malang hasil ayakan dicampur humus dan sekam bakar dengan perbandingan 3:6:1. Ayakan pasir menggunakan ukuran sedang, bukan paling halus maupun bongkahan. Humus diambil dari daerah Magelang atas berbatasan dengan Salatiga (kaki Gunung Merbabu). Penyiraman dilakukan 1-3 kali seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dataran tinggi, nurseri Venita, milik Temi Hernadi, menggunakan sekam bakar, pasir malang, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Alasannya, di dataran tinggi membutuhkan media lebih porous.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berbeda, media pachypod ium tumbuh sehat. 'Anggapan pachypodium benci air salah, kuncinya media porous,' imbuh Handry. Kerabat mawar gurun itu memang tergolong tanaman 'bandel' yang jarang terserang penyakit, asal medianya porous. Namun, sebagai pencegahan dilakukan penyemprotan pestisida berbahan aktif benomil atau skarbendasim, dosis 1 sendok the peres/l. Aplikasinya 1-2 minggu sekali, tapi saat musim hujan bisa sampai 2 kali seminggu. Itu semua kebutuhan tanaman gurun agar tampil prima. (Dyah Pertiwi Kusumawardani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2691379452372469615?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2691379452372469615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/ratu-gurun-tampil-prima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2691379452372469615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2691379452372469615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/ratu-gurun-tampil-prima.html' title='Ratu Gurun Tampil Prima'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLVMODHCI/AAAAAAAABYc/Sb0rTZ8MzIo/s72-c/Pachypodium+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5907735221779593945</id><published>2010-05-29T08:10:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T06:29:33.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Bakal Makin Langka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLi82_5dI/AAAAAAAABYk/6ezkK6C1c5s/s1600/Pachypodium+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLi82_5dI/AAAAAAAABYk/6ezkK6C1c5s/s320/Pachypodium+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476741685683676626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bakal Makin Langka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini pasti langsung menyita perhatian pemain dan penggemar pachypodium: mulai Juni 2007 pemerintah Afrika Selatan memperketat ekspor tanaman lokal! Tanaman-tanaman eksotis khas Benua Hitam itu dipersulit keluar-bahkan ada yang dilarang sama sekali. Termasuk di dalamnya encephalartos dan pachypodium, tutur Handry Chuhairy di Tangerang. Musababnya, pemerintah Afrika Selatan khawatir tanaman endemik punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dilarang tak hanya tanaman dewasa, tapi juga biji. Bukan hanya tanaman asal cabutan alam, pun yang sudah dirawat-terutama jenis-jenis langka yang masuk ke dalam Apendiks 1 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species). Misal pachypodium brevicaule dan namaquanum. Padahal Afrika Selatan-bersama Madagaskar-sumber utama pachypodium. Di sanalah kerabat kamboja jepang itu hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas berita itu langsung menyulut protes dari investor asal Jerman dan Amerika Serikat yang banyak membuka nurseri di Benua Hitam itu. Beralasan karena mereka sudah menginvestasikan banyak uang. Pemerintah Afrika Selatan pun melunak. Peraturan baru akan diberlakukan pada Februari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andalkan alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, berita itu sudah membuat sebagian orang buru-buru menyetok pachypodium. Maklum, pasokan madagascar palm selama ini memang mengandalkan tangkapan alam. Para pemilik modal-terutama dari Jerman dan Belanda-mengumpulkan tanaman untuk dirawat di nurseri. Sementara pemodal dari Amerika Serikat lebih banyak mengambil biji. Setelah tumbuh sehat barulah tanaman purba itu diperjualbelikan ke berbagai negara. Sebut saja Thailand, Australia, dan Indonesia. Sampai sekarang jenis asal budidaya- hibrida- masih terhitung jari. Contohmya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namaquanum aridland-silangan Pachypodium namaquanum x P. succulentum. Di tanahair, baru Joseph Ishak, Temi Hernadi, dan Handry Chuhairy yang memiliki. Jenis lain: densifl orum x brevicaule dan densifl orum x bicolor lebih sulit dicari. Jadi, beralasan jika pelarangan perdagangan pachypodium diberlakukan, madagascar palm makin langka. (Evy Syariefa/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5907735221779593945?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5907735221779593945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/bakal-makin-langka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5907735221779593945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5907735221779593945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/bakal-makin-langka.html' title='Bakal Makin Langka'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLi82_5dI/AAAAAAAABYk/6ezkK6C1c5s/s72-c/Pachypodium+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4274703455012149459</id><published>2010-05-29T08:09:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T06:30:03.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Geliat Tanaman Purba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLx4K2yEI/AAAAAAAABYs/FblvBxDvWxY/s1600/Pachypodium+7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLx4K2yEI/AAAAAAAABYs/FblvBxDvWxY/s320/Pachypodium+7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476741942122825794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebun seluas 1.000 m2 di salah satu sudut Jalan Raya Yogyakarta-Parangtritis itu berdinding anyaman bambu setinggi 2 m. Atap plastik berangka bambu menghalangi paparan sinar matahari yang terik. Lantainya, tanah bekas sawah yang dipadatkan. Di atasnya berderet rak-rak bambu setinggi 1 m yang dipenuhi tray semai dan polibag hitam beragam ukuran. Dari kebun sederhana itu, Miftah Muhammad Akbari baru saja mengirim 12.000 polibag Pachypodium lamerei dan geayi senilai Rp300-juta untuk pelanggan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengiriman pada akhir Mei itu bukan kali pertama. Sebelumnya, pria 23 tahun itu menjual 7.500 seedling P. saundersii secara bertahap dengan harga Rp15.000-Rp25.000. Dari situ, Miftah meraup omzet minimal sebesar Rp112,5-juta. Itu masih ditambah penjualan rutin 40.000 polibag lamerei dan geayi per bulan sejak Maret 2007 senilai minimal Rp600-juta per bulan. Kucuran rupiah itu kini bersalin rupa menjadi lahan seluas 1.000 m2-semula Miftah mengontrak kebun- rumah berdinding bata merah yang artistik, serta 2 pick up dan sebuah SUV terbaru merek terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Alam Sutera, Tangerang, Handry Chuhairy pun tengah menikmati manisnya pachypodium. Sampai April 2007, pemilik nurseri Han's Garden itu melepas 8.000 lamerei dan geayi dengan harga di tingkat pengecer Rp25.000-Rp30.000. Berarti diperoleh pendapatan minimal Rp200-juta. Itu belum termasuk penjualan 150 P. rosulatum berumur 10 bulan setinggi 10 cm sejak akhir 2006 seharga Rp150.000 per pot. Dari jenis terakhir, ada tambahan omzet Rp22,5-juta. Pantas direktur pemasaran salah satu pasar swalayan terkenal itu kini getol memperbanyak populasi tanaman. Waktu wartawan Trubus, Dyah Pertiwi Kusumawardani dan Sardi Duryatmo, datang pada akhir Mei 2007, sekitar 10.000 pot lamerei dan geayi memenuhi kebun berdampingan dengan adenium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insting bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian serupa dialami Anwar di Permatahijau, Jakarta Selatan. Gara-gara penjualan 3.000 pot P. saundersii, baronii, dan rosulatum seharga Rp90.000 per pot, pemilik nurseri Mutia Flora itu mengantongi tambahan pendapatan Rp270-juta selama setahun terakhir. Di Yogyakarta, Rosidi menangguk omzet Rp125-juta per bulan dari lamerei, geayi, dan saundersii sejak akhir 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan bila keempat pekebun itu menangguk rupiah dalam jumlah besar. Saat pemain lain masih asyik berkutat di adenium, Miftah, Handry, Anwar, dan Rosidi mulai melirik pachypodium. Yang disebut pertama menerjuni bisnis anggota famili Apocynaceae itu sejak Agustus tahun silam. Itu bermula dari 20 pot saundersii dan pameran di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Wah ini bagus sekali. Mirip adenium bonggol,' cetus Miftah kala itu. Sepintas sosok saundersii memang serupa mawar gurun nonobesum-adenium berkarakter, begitu sebutannya-yang saat itu mulai ngetren. Caudex besar dengan banyak percabangan, tajuk kompak. Yang membedakan dengan adenium, ada duri di sekujur batang. Toh, itu tak mengurungkan niat mahasiswa sebuah akademi komputer di Semarang itu untuk memborong 20 pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari saundersii, Miftah memburu jenis lain. Insting bisnisnya berkata, pachypodium bakal mengekor popularitas adenium. Berbekal ilmu dari Rosidi-paman yang pekebun bibit adenium-Miftah mulai menyemai biji saundersii, geayi, dan lamerei. Biji diimpor dari Amerika Serikat dan Spanyol. Hasilnya, penjualan rutin yang berujung pada laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin mengekor kesuksesan para pionir, banyak pemain baru bermunculan. Di sentra bisnis Harapanindah, Bekasi, Andretha Helmina, wartawan Trubus, bertemu Yayang Baihaqi. Di nurserinya terlihat P. namaquanum, brevicaule, eburneum, rosulatum kristata, densiflorum, horombense, saundersii, dan geayi dengan ukuran bervariasi. Pemilik Ezza Landscape itu memajang pachypodium lantaran kerap mendengar pembicaraan pengunjung kontes dan pameran adenium yang penasaran melihat sosok madagascar palm itu. Baru mulai bermain pada Januari 2007, kini setiap bulan terjual 5-15 pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cibinong, Bogor, ada Asep Suganda yang mulai menyemai biji lamerei, makayense, horombense, eburneum, rosulatum, dan cactives pada Mei 2007. Total jenderal ada 300 biji yang didapat dari importir di Jakarta. Di Purwokerto, Eni Susilowati menyetok lamerei, geayi, dan saundersii di nurserinya sejak April 2007. Sementara di Tangerang ada Supeno Rahman, Kurniawan Djunaedhi, dan Suhendra Wijaya. Pemain lain, Madyana Heru Wicaksono (Semarang), Eddy Sutioso, dan Jeanne Wenas (Surabaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan duit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi bisnis pendorong utama terjun ke pachypodium. 'Saya suka uang, bukan tanamannya,' seloroh Suhendra. Pemilik nurseri Aneka Flora itu menyediakan pachypodium karena ada permintaan. Bisnis utamanya penjualan aglaonema. Pilihannya tidak salah. Pada Maret-April 2007, dari rosulatum dan brevicaule didapat omzet Rp100-juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurniawan Djunaedi menyisipkan pot-pot lamerei, geayi, dan rosulatum di antara adenium, anthurium, dan aglaonema-komoditas andalan. Hasilnya, 5.000 seedling pachypodium itu terjual dengan harga Rp25.000-Rp50.000 per tanaman, tergantung ukuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemain sepakat, tren pachypodium kian menggeliat sejak awal 2007. Itu antara lain terlihat dari lonjakan permintaan. Anwar menyebut angka 100% tambahan permintaan dibanding setahun silam. Gara-gara penjualan lancar, mulai Juni Supeno mengimpor 500 pot lamerei beragam ukuran. Sebelumnya, hanya 25-50 pot sekali datang. Di Bandung, penjualan di nurseri Venita naik dari 1.000 pot per bulan jadi 3.000 pot per bulan ukuran 8 cm. Permintaan tinggi mendorong kenaikan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain, kehadiran kerabat kamboja jepang itu di pameran. Pada ekshibisi Trubus Agro Expo di Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, pada akhir Maret 2007, minimal ada 3 stan menjajakan pachypodium. Kejadian serupa berulang pada Trubus Agro Expo berikut di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Pinangranti, Jakarta Timur, pada Mei 2007. Pada pameran flora dan fauna di Semarang pada Mei 2007 pachypodium juga mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langka = mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musabab geliat peachypodium, 'Konsumen mulai jenuh dengan tanaman hias yang ada. Mereka butuh selingan tanaman baru,' tutur Handry. Pachypodium jadi pilihan lantaran berkerabat dekat dengan adenium yang tengah naik daun. Lagipula tanaman asal Afrika Selatan dan Madagaskar itu gampang dirawat dan adaptif di dataran rendah dan tinggi. Penampilannya pun eksotis. Yayang Baihaqi menyebutnya seperti tanaman purba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan Pachypodium brevicaule mirip batu bila tanpa daun-biasanya ketika baru didatangkan dari alam. Setelah dirawat, daun bulat berwarna hijau bermunculan sembari membawa calon bunga berwarna kuning terang. Itu yang membuat hobiis jatuh hati. Di kawasan Modernland, Tangerang, Edi Sebayang mengoleksi 20 pot yang didatangkan langsung dari Madagaskar via Thailand. Lantaran diambil dari alam, harganya mahal (baca: Tumbuh Lambat Harga Selangit, hal 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pachypodium baronii berbunga merah. Trubus melihatnya berkembang di kediaman I Putu Eko Setiawan di Cibubur, Jakarta Timur, dan kediaman Alun di Kebonjeruk, Jakarta Barat. Saundersii-meski populasi mulai banyak-juga dicari lantaran mirip dengan adenium. 'Ini arabicumnya pachypodium,' ujar Rosidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis 'lumrah' tapi punya penampilan berbeda juga diburu. Edi Sebayang rela merogoh kocek puluhan juta rupiah untuk mendapatkan lamerei kristata berbentuk lafaz Allah. Paulus Purwito Handoyo di Tangerang punya lamerei kristata menyerupai keranjang. Di Pondokindah, Jakarta Selatan, Soeroso Soemopawiro mengoleksi lamerei kristata seperti kapal laut. Sementara di Bogor Joseph Ishak mempunyai rosulatum kristata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang koleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euforia pachypodium bukan pertama kali terjadi. Husein Ahmad, pemain tanaman hias kawakan di Jakarta Barat ingat, madagascar palm itu pernah populer pada 1980-an. Gara-garanya, banyak pemain tanaman hias membawa pachypodium sebagai oleh-oleh dari kunjungan ke pameran tanaman hias setiap akhir tahun di Belanda. Ada juga yang menyebutkan, pachypodium dibawa almarhumah Ibu Negara Tien Soeharto 40 tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana, tanaman berduri itu mulai diperdagangkan. Namun, jumlahnya masih sangat terbatas. Selain dari Belanda, para importir mendatangkan dari Jerman, Afrika Selatan, dan Thailand dengan cara ditenteng, bukan impor besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penggemarnya pun masih tertentu. Sekadar menyebut contoh Jeanne Wenas di Surabaya. Istri mantan pemilik klub sepakbola terkenal itu antara lain mengoleksi lamerei dan saundersii kristata. Yang disebut pertama setinggi 2 m masih bisa dilihat Nesia Artdiyasa, wartawan Trubus, waktu berkunjung ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, harga pachypodium masih dianggap mahal. Husein ingat, brevicaule berdiameter 30- 50 cm dibandrol US$600 setara Rp1,2-juta dengan kurs Rp2.000 per dolar. Geayi berdiameter 20-40 cm setinggi 35-50 cm harganya mencapai Rp900.000. Sepot lamerei kristata menyerupai naga milik Husein diboyong kolektor di Bekasi dengan uang senilai 3 motor Honda GL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis tanaman gurun itu mencapai puncaknya pada 1990-an. Kala itu Husein bisa menjual 10- 20 pot jenis brevicaule, rosulatum, geayi, lamerei, dan baronii dengan harga bervariasi: US$20- US$600. Sayang, pamor pachypodium kemudian melorot. Musababnya, bermunculan tanaman hias lain yang jadi alternatif. Pada era 1995-1999, bonsai jadi primadona. Memasuki 2000, adenium yang naik daun. Itu diikuti dengan euphorbia, aglaonema, dan anthurium. Apalagi, pemain yang konsisten bermain di dunia sukulen-terutama pachypodium-terhitung jari. Di antara mereka: nurseri Venita di Bandung dan Josef Ishak di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lain, 'Stok tanaman tidak tersedia,' kata Suhaemi Basir Melan, pencinta dan pedagang pachypodium sejak 1992. Gara-gara barang tidak ada, konsumen yang hendak membeli kapok. Mereka yang mengoleksi banyak yang tak mengerti cara perawatannya. Akibatnya tanaman rusak bahkan mati, hobiis pun bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal mentis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman itu, para pemain baru kini mesti bersiap diri menghadapi tantangan si tanaman berduri. Serangan hama dan penyakit tetap jadi kendala. Keberhasilan semai bervariasi. Di awal penanaman, dari 35.000 biji saundersii yang disemai Miftah, lebih dari separuh mati. Kejadian serupa dialami Anwar. Lima bulan silam 5.000 biji saundersii dan baronii yang disemai tak satu pun tumbuh. Ketika diulang 2 bulan berikutnya, dari 1.200 biji hanya 3 yang mentis. Anwar menduga, biji tidak segar sehingga tingkat kelulusan hidup rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan biji sangat tergantung pasokan alam-menurut Temi Hernadi 90% biji yang beredar masih dikumpulkan dari alam. Pantas Dwiana Inawati mesti menunggu berbulan-bulan untuk mendapat 2.500 biji lamerei dan geayi dari Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeli tanaman jadi pun bukan perkara gampang. Pengalaman Eddy Sutioso, pachypodium yang diimpor dari Thailand harus dikemas satu per satu menggunakan koran dan gabus. Kondisi tanaman pun kering. Bila tidak, madagascar palm itu busuk setiba di tanahair. Ketersediaan tanaman besar pun terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu sandungan lain, citra tanaman. Masih banyak yang enggan memiliki madagascar palm itu lantaran punya duri di sekujur tubuh. Padahal buat para pencintanya, duri salah satu elemen keindahan pachypodium. 'Dengan duri jadi terlihat gagah,' tutur Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar pun perlu dirintis dengan mempertebal urat malu. Waktu pertama kali menawarkan pachypodium, pelanggan Anwar langsung menolak. Saundersii, baronii, dan rosulatum yang diselipkan di antara adenium untuk pelanggan di Banyuwangi, Jember, Malang, Surabaya, Medan, Aceh, dan Batam dikembalikan. Awal menjual, pelanggan di nurseri Toekangkeboen milik Kurniawan menyangka pachypodium sebagai kaktus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, para pemain tak gentar. Bertubi-tubi tantangan justru dianggap sebagai peluang. Modal tekun Anwar membuahkan permintaan berlanjut hingga kini. Supaya tanaman asal impor cepat beradaptasi, Suhaemi memberikan larutan 'penyegar' tanaman seperti vitamin B1. Untuk mengurangi risiko busuk, media tanam direndam dengan campuran fungisida dan insektisida sebelum digunakan. Dengan perawatan tepat madagascar palm di tempat Soeroso, Paulus Purwito, Anwar, dan Yayang Baihaqi berbunga susul-menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu batu sandungan diatasi para pionir menuai rezeki. Apalagi pasar mulai meluas. Rosidi melayani permintaan dari Lampung, Jember, dan Surabaya. Pelanggan Miftah datang dari kota-kota di Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Suhendra memasok pasar di Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghindari persaingan ketat, kelahiran Sumatera Barat 52 tahun silam itu memilih berkonsentrasi pada jenis rosulatum dan brevicaule. Prinsip serupa dijalani Eddy Sutioso. Pemilik nurseri Santa itu fokus menjual jenis-jenis kristata dan unik, misal brevicaule, eburneum, makayense, dan densiflorum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya 'umur' pachypodium langgeng, ajang kontes dan pameran sebuah prasyarat. 'Dengan dipamerkan di kontes, semakin banyak orang melihat keindahan pachypodium,' kata Husein, Paulus Purwito, dan Yayang Baihaqi sepakat. Selain itu perlu sosialisasi cara rawat dan jaminan pasokan barang. Napas tanaman gurun itu pun lebih panjang lantaran banyak jenis-jenis unik yang masih sulit didapat. Sebut saja Pachypodium lealii var lealii, decaryi, dan fiherensis. Belum lagi silangan-silangan alami dan buatan yang jarang dimiliki kolektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan jenis kristata mulai diperbanyak dengan cara disambung pucuk dengan batang bawah lamerei dan geayi. Itu antara lain diimpor Eddy Suharry dari Yui Po Chen di Tian-Wei, Cuhng-Hua, Taiwan. Tujuannya agar populasi si abnormal lebih banyak. Dengan begitu si purba bakal lebih banyak yang menikmati. (Evy Syariefa/Peliput: Andretha Helmina, Argohartono A. Raharjo, Destika Cahyana, Dyah Pertiwi Kusumawardani, Imam Wiguna, Karjono, Kiki Rizkika, Lastioro A. Tambunan, Nesia Artdiyasa, Rosy N. Apriyanti, dan Sardi Duryatmo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4274703455012149459?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4274703455012149459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/geliat-tanaman-purba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4274703455012149459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4274703455012149459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/geliat-tanaman-purba.html' title='Geliat Tanaman Purba'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFLx4K2yEI/AAAAAAAABYs/FblvBxDvWxY/s72-c/Pachypodium+7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6472674609051063779</id><published>2010-05-29T08:08:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T06:30:28.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Pachypodium Mutasi Gara-gara Sel Tak Terkendali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMEFNRspI/AAAAAAAABY0/zGpQPMzlFC0/s1600/Pachypodium+8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 265px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMEFNRspI/AAAAAAAABY0/zGpQPMzlFC0/s320/Pachypodium+8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476742254860284562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepot Pachypodium geayi gendut setinggi 40 cm tak membuat hati Edi Sebayang tergerak. Buat pengusaha tambak yang hobi mengoleksi tanaman hias itu, anggota famili Apocynaceae itu sekadar tanaman gurun berduri. Namun, pertemuan dengan Pachypodium lamerei kristata mengubah pendirian Edi. 'Ini baru cantik,' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas bila Edi berkomentar begitu. Mestinya lamerei berupa tanaman tunggal dengan daun hijau zaitun di ujung batang. Di sekujur tubuhnya bertebaran duri-duri tajam yang berpasangan. Terkadang muncul cabang di bagian pucuk. Namun, begitu berlabel kristata, sosoknya berubah 180o. Batang yang tunggal bersalin rupa jadi seperti lempengan yang bergelombang. Ukuran daun mengecil, sebagian duri berkumpul di tepi lekukan membentuk barisan rapi. Penampilan kerabat adenium itu pun jadi lebih ciamik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sepot lamerei kristatalah Edi mulai keranjingan mengoleksi. Total jenderal ada 10 pot lamerei kristata dikoleksi. 'Habis tidak pernah ada kristata yang bentuknya sama,' begitu Edi beralasan. Selain lafaz Allah, ia juga mengoleksi kristata berbentuk merak, kudalumping, dan kristata berdaun superkecil. Toh, penggemar ayam serama itu belum berniat berhenti. Edi mengidamkan lamerei kristata berbentuk keranjang. Sayang, sang pemilik belum mau melepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel bandel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga kepincut pachypodium kristata, Paulus Purwito Handoyo dan Dwiana Inawati. Pasangan suami istri itu empunya lamerei kristata berbentuk keranjang. 'Pachypodium kristata itu unik,' tutur Ina-sapaan Dwiana Inawati. Di kediaman nan asri, Trubus melihat lamerei kristata berbentuk seperti siput dan ulat. Pun yang melenggak-lenggok tak beraturan, tapi tetap cantik. Pachypodium-pachypodium berbentuk nyeleneh itu didapat dari hasil perburuan dari nurseri ke nurseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ir Yos Sutioso, pakar tanaman hias di Jakarta, kristata salah satu bentuk mutasi. Kristata terjadi karena percepatan pertumbuhan yang tidak merata pada seluruh sel. 'Misal hanya yang di dekat pucuk saja yang pertumbuhannya lebih cepat. Atau di batang saja,' ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Akibatnya bentuk tanaman berubah. Misal batang jadi bengkok atau membentuk kristata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percepatan pertumbuhan yang tidak merata itu muncul karena faktor genetik maupun gangguan dari luar. Menurut Yos, secara genetik memang ada tanaman yang relatif lebih peka terhadap faktor-faktor pemicu mutasi. Misal paparan sinar ultra violet yang sangat tinggi atau kekeringan. Yos mencontohkan, di daerah gurun-terutama yang jarang berawan-kerap ditemukan kaktus mutasi. Itu lantaran di sana paparan sinar ultra violet sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Yos, Lanny Lingga-pengamat tanaman hias alumnus Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, berpendapat kristata terjadi alami karena pembentukan cabang tidak sempurna. Musababnya, mutasi genetik yang berhubungan dengan pengendalian hormon. Dominasi apikal tanaman terhambat sehingga pertumbuhan menyamping. 'Diduga pada tanaman kristata aktivitas hormon auksin yang berperan pada dominasi apikal terhambat,' tutur Lanny. Mutasi lain berupa perubahan warna dan bentuk daun-jadi variegata atau alba dan bentuk membulat atau mlintir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamerei banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran bersifat mutasi genetik, peluang kemunculannya sangat kecil. Edi ingat, ia sempat iseng-iseng menyemai 1.000 biji lamerei. 'Tapi tak satu pun yang kristata,' katanya. Emiritus Temi Hernadi di Lembang, Bandung, menyebut angka 1:10.000 peluang mutasi lamerei. P. saundersii lebih jarang lagi, 1:100.000. Selain langka, pertumbuhan kristata sangat lambat. Pantas harganya jadi melangit ketimbang yang biasa. Di antara 16 spesies pachypodium, lamerei paling banyak ditemukan bermutasi. 'Itu karena lamerei paling banyak dibudidayakan. Jadi peluang untuk mendapatkan mutasi lebih besar,' ujat Handry Chuhairy, pekebun di Tangerang. Penelusuran Trubus, hampir semua kristata di tangan kolektor berasal dari lamerei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja kristata berbentuk seperti konde koleksi nurseri Nikku &amp; Lavira, bentuk kapal Titanic milik Soeroso Soemopawiro, kristata simetris koleksi Pami Hernadi, dan bentuk naga kepunyaan Rusli Hadinata. Mutasi jenis lain, P. rosulatum kristata milik nurseri Nikku &amp; Lavira dan Pami Hernadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutasi buatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis, sebetulnya mutasi bisa direkayasa tangan manusia. 'Mutasi bisa dibuat menggunakan kolkisin,' kata Yos. Kolkisin merupakan zat hasil ekstraksi dari umbi kembang sungsang Gloriosa superba yang punya sifat mencegah pembelahan miosis. Pembelahan miosis adalah pembelahan kromosom sel dari 2n menjadi 1n-misal pada pembentukan tepung sari dan sel telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolkisin menghambat pembelahan sehingga tepung sari dan sel telur tetap memiliki kromoson 2n. 'Bila sel telur itu dikawinkan bisa menghasilkan keturunan dengan jumlah kromosom 3n, 4n, bahkan lebih,' lanjut Yos. Wujudnya, tanaman baru yang bermutasi-misal membentuk kristata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara seperti itu pernah dilakukan oleh seorang Jepang yang tinggal di Hawaii, Amerika Serikat-Walter Omae-pada dendrobium di era 1960-an. Cara sederhananya, kolkisin diteteskan pada kapas, lalu dimasukkan ke dalam kenop bunga yang belum mekar. Hasilnya, dendrobium walter omae yang ukuran bunganya lebih besar, warna lebih putih, dan petal lebih lebar. Rekayasa lain, dengan menginduksi cobalt-60 melalui proses radiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tanaman mutasi didapat, lalu diduplikasi dengan perbanyakan vegetatif. Misal kultur jaringan, teknik sambung pucuk, atau tempel. Pada pachypodium yang lazim digunakan perbanyakan dengan teknik sambung. Perbanyakan vegetatif menjamin sifat mutasi menurun pada anakan. 'Dengan generatif, bila sifat mutasi resesif, anakan bisa jadi kembali normal,' tutur Yos. (Evy Syariefa/Peliput: Dyah Pertiwi Kusumawardani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6472674609051063779?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6472674609051063779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pachypodium-mutasi-gara-gara-sel-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6472674609051063779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6472674609051063779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pachypodium-mutasi-gara-gara-sel-tak.html' title='Pachypodium Mutasi Gara-gara Sel Tak Terkendali'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMEFNRspI/AAAAAAAABY0/zGpQPMzlFC0/s72-c/Pachypodium+8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-4501917426845163076</id><published>2010-05-29T08:07:00.002+07:00</published><updated>2010-05-30T00:18:06.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Telisik Pachypodium Lewat Ciri Fisik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMRu1hpSI/AAAAAAAABY8/kwkKcK9OUyQ/s1600/Pachypodium+5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMRu1hpSI/AAAAAAAABY8/kwkKcK9OUyQ/s320/Pachypodium+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476742489373254946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama lamerei dan geayi mulai akrab di telinga para hobiis. Namun, begitu diminta membedakan, banyak yang angkat bahu karena bingung. Maklum, sepintas 2 spesies pachypodium itu mirip. Padahal begitu ditelisik lebih detail, banyak ciri fisik lamerei dan geayi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau membedakan lamerei dan geayi yang sudah lazim saja sulit, apalagi jika mengidentifikasi jenis-jenis langka. Banyak pachypodium yang sosoknya mirip batang pohon dengan cabang di ujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah foto yang disodorkan Dyah Pertiwi Kusumawardani, wartawan Trubus, pada awal Juni 2007 sempat membuat kening Handry Chuhairy, pekebun di Tangerang, berkerut. 'Ini bisa jadi P. rosulatum atau P. densiflorum,' tutur pemilik nurseri Hans Garden waktu melihat sosok pachypodium setinggi 8 cm dengan diameter batang 7 cm dan 3 cabang itu. Direktur pemasaran sebuah pasar swalayan terkenal itu bakal lebih yakin jika tanaman sudah mengeluarkan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi madagascar palm bisa dilakukan dengan melihat sosok tanaman, duri, dan daun. Namun, yang paling sahih lewat bunga. Contohnya lamerei dan geayi. Bentuk batang kedua kerabat adenium itu termasuk golongan tree-like pachycaule. Bentuk tanaman seperti pohon dan cabang muncul seiring dengan pertambahan tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan terletak pada daun dan bentuk bunga. Daun lamerei berwarna hijau mengkilap di bagian atas. Sementara geayi, keperakan dengan diselimuti bulu. Bentuk daun geayi lebih ramping dan panjang dibandingkan lamerei. Bahkan daun geayi disebut-sebut sebagai yang terpanjang di antara spesies pachypodium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari bentuk bunga, lamerei termasuk model salverform. Bentuk bunga seperti lonceng dengan corong sangat sempit. Untuk melihat benang sari dan putik lebih jelas harus menyobek petal bunga. Beda dengan geayi yang bentuk bunganya rotate. Benang sari dan putik terlihat jelas tanpa harus merusak bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis lain yang mirip-mirip P. densiflorum, P. horombense, dan P. rosulatum. Sosok ketiga pachypodium itu termasuk dalam golongan shrubby pachycaule. Bonggol bercabang banyak seperti semak. Duri dan warna bunga pun sama. Densiflorum, horombense, dan rosulatum termasuk spesies dari Afrika Selatan sehingga memiliki duri panjang, tidak meruncing, dan berjumlah dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna bunga kuning, tapi bentuknya sangat berbeda. Bunga densiflorum seperti geayi, rotate. Sedangkan horombense, campanulate. Model campanulate mirip salverform, seperti lonceng, tapi lubang corong lebih lebar dan pendek. Rosulatum termasuk model funnelform. Bentuk bunga sama seperti campanulate, tapi corongnya lebih panjang dan sempit. Tak salah bila Handry merasa lebih mudah mengidentifikasi pachypodium bila ada kembang. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Dyah Pertiwi Kusumawardani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-4501917426845163076?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/4501917426845163076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/telisik-pachypodium-lewat-ciri-fisik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4501917426845163076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/4501917426845163076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/telisik-pachypodium-lewat-ciri-fisik.html' title='Telisik Pachypodium Lewat Ciri Fisik'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMRu1hpSI/AAAAAAAABY8/kwkKcK9OUyQ/s72-c/Pachypodium+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-657289330832664510</id><published>2010-05-29T08:06:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T00:19:06.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Tumbuh Lambat Harga Selangit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMgtMPoGI/AAAAAAAABZE/2XmiK3QsV7g/s1600/Pachypodium+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMgtMPoGI/AAAAAAAABZE/2XmiK3QsV7g/s320/Pachypodium+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476742746629709922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore di salah satu stan Pameran Trubus Agro Expo 2007. Enam pot Pachypodium namaquanum tanpa daun terselip di antara sukulen lain. Hanya kulit batang kecokelatan berbalut duri yang terlihat dari pachypodium berukuran 5-8 cm itu. Di dekat pot angka Rp750-ribu tercetak jelas di atas secarik kertas. Sehari berselang 5 pot namaquanum itu berpindah tangan ke kolektor. Di tempat sama, 2 pot P. brevicaule seukuran jempol yang dibandrol Rp450-ribu laku terjual. Pertumbuhan lambat dan daya kecambah rendah mendongkrak harga keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas namaquanum gundul berharga mahal itu menjadi buruan hobiis. Kita tak sekadar membeli tanaman, tapi membeli umur, kata Edi Sebayang, kolektor pachypodium, di Tangerang. Di kediaman Edi, wartawan Trubus Destika Cahyana dan Evy Syariefa melihat 2 pot namaquanum setinggi 8-10 cm menjadi klangenannya. Setiap hari Edi mengamati ujung batang menanti keluarnya daun yang bergelombang. Diduga namaquanum mini itu berumur 2 tahun. Bandingkan dengan geayi dan lamerei yang tingginya 20-25 cm pada umur setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu yang membuat namaquanum berharga tinggi. Daya kecambah biji rendah, paling hanya 25%, tutur Handry Chuhairy, pebisnis pachypodium di Tangerang. Artinya, dari 1.000 biji yang disemai hanya 250 berkecambah. Sementara P. brevicaule, dari 5.000 biji, tak satu pun berkecambah (baca: Yang Lahir di Atas Kapas, hal 28). Si bonggol kerdil itu pun pertumbuhannya sangat lambat, hanya 1-2 cm per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelusuran Trubus terdapat pachypodium lain yang masuk kategori medium. Artinya, tak sebongsor geayi dan lamerei, tapi tak selambat namaquanum dan brevicaule. Sebut saja ambongense, baronii, decaryi, dan succulentum. Mereka belum populer di kalangan hobiis karena penyebaran di alam terbatas. Pantas nurseri-nurseri di Amerika Serikat yang rajin membudidayakan madagascar palm itu tak punya banyak indukan. Andai pun biji didapat dari indukan, tingkat keberhasilan hanya 25%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. brevicaule&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gordon Rowley, pakar sukulen di Inggris, menggolongkan brevicaule sebagai pachypodium berbentuk cactiform. Artinya, bonggol melebar ke samping seperti kentang. Di kediaman Edi Sebayang, Trubus melihat 20 brevicaule 15-30 cm berjajar rapi di beranda samping. Menurutnya, bonggol selebar notes hingga buku tulis itu telah berumur 15-25 tahun. Di pasaran brevicaule seukuran itu bernilai Rp5-juta-Rp40-juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking lambatnya, Rusli Hadinata, kolektor di Tangerang, menyebut brevicaule sebagai si cebol. Lantaran itu Rusli memilih mengoleksi brevicaule yang disambung dengan P. lamerei. Yang disebut terakhir termasuk pachypodium bongsor. Penampilan brevicaule pun menjadi unik: batang bawah-lamerei-tegak berpadu bonggol di bagian atas yang melebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aris Budiman, pemilik nurseri Watuputih di Yogyakarta, dengan penyambungan, pertumbuhan brevicaule dapat didongkrak hingga 3-4 kali lipat. Itu karena perakaran batang bawah-lamerei dan geayi lebih kuat. Saat berdiameter 20 cm, batang bawah itu tak lagi kentara, sehingga sosoknya seperti brevicaule orisinil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. namaquanum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaquanum tergolong pachypodium berbentuk cereiform alias berbatang tegak dan lurus. Julukan namaquanum diambil dari Namaqualand, sebuah wilayah di selatan Arizona. Di habitatnya di daerah aliran Sungai Orange, namaquanum ditemukan dalam jumlah terbatas. Ketinggian habitat aslinya di kisaran 300-1.200 m dpl dengan curah hujan 5-12 cm/tahun. Di sana namaquanum yang baru berkecambah tumbuh sebagai parasit. Itulah sebabnya pertumbuhan namaquanum di pot lambat karena tumbuh tanpa inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di nurseri Watuputih, Yogyakarta, namaquanum setinggi 30 cm hanya bertambah 10 cm setelah dirawat 2 tahun. Rata-rata per tahun pertumbuhan 5 cm. Di pasaran namaquanum setinggi itu berharga Rp7,5-juta. Sedangkan, ukuran 8-10 cm, Rp750-ribu. Harga selangit karena pertumbuhan 3-4 kali lebih lambat ketimbang P. lamerei dan P. geayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. ambongense&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut ambongense karena ditemukan di daerah aliran Sungai Ambongo. Ia tergolong pendatang baru karena baru diperkenalkan pada 1995 oleh Prof W Rauh. Di alam, sosoknya menyerupai P. baronii dan P. decaryi. Uniknya, semaian menyerupai P. lamerei. Yang membedakan hanya tangkai daun hijau kelabu pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. baronii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok baronii sangat cantik, bagian bawah membesar, lalu mengecil ke atas, seperti botol. Sayang, ia jarang ditemui di alam. Habitat aslinya di Madagaskar bagian utara. P. baronii var baronii hidup di daerah bernama Ambogo-Boina. Sementara P. baronii var windsorii ditemukan 300 km dari Ambogo-Boina, tepatnya di Windsor Castle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya hidup di dua lingkungan berbeda. Barnoii var baronii ditemukan di batuan beku asam, sementara baronii var windsorii di tanah batu gamping alkali. Karena itu yang disebut pertama cocok hidup di media yang agak asam, pH 6,5. Terutama bila ditambahkan batuan kerikil untuk menambah porositas alias kemampuan melewatkan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. decaryi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelompok pachypodium, decaryi tergolong paling aneh. Dari jauh sosoknya terlihat tak berduri. Gordon Rowley menyebut decaryi sebagai jembatan antara pachypodium dengan adenium. Itu karena sosok bunga dan batangnya mirip mawar gurun. Penampilan tanaman cantik, caudex bawah membulat seperti bawang bombai, lalu cabang panjang dan kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P. succulentum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Succulentum tergolong pachypodium asal Afrika. Kekuatannya terletak pada akar yang membesar di media. Lantaran itu nurseri di Amerika kerap mengangkat akar agar terlihat. Di habitat asli cabang tumbuh 30 cm di atas permukaan tanah. Setelah dewasa ia disebut tanaman paling bandel yang mampu hidup di daerah panas. Di Indonesia, ia baru ditemukan di beberapa nurseri. Succulentum berukuran 22-25 cm dibandrol Rp750-ribu. (Destika Cahyana/Peliput: Dyah Pertiwi Kusumawardani, dan Argohartono Arie Raharjo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-657289330832664510?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/657289330832664510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/tumbuh-lambat-harga-selangit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/657289330832664510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/657289330832664510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/tumbuh-lambat-harga-selangit.html' title='Tumbuh Lambat Harga Selangit'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFMgtMPoGI/AAAAAAAABZE/2XmiK3QsV7g/s72-c/Pachypodium+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1102469371597436967</id><published>2010-05-29T08:05:00.004+07:00</published><updated>2010-05-30T00:23:47.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Yang Lahir Diatas Kapas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNmmEnc0I/AAAAAAAABZk/A5BHVin-wSY/s1600/Pachypodium+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNmmEnc0I/AAAAAAAABZk/A5BHVin-wSY/s320/Pachypodium+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476743947309511490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiga sendok makan, nilainya Rp15-juta. Itulah 5.000 biji Pachypodium brevicaule yang harganya Rp3.000 per benih. Ketika Handry Chuhairy, pebisnis pachypodium di Tangerang, Provinsi Banten, menyemai semua biji itu, tak satu pun tumbuh maka kerugiannya Rp15-juta. Padahal, berkali-kali ia sukses membibitkan Pachypodium lamerei dan P. geayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran biji Pachypodium brevicaule memang amat mungil, lebih kecil daripada biji bayam. 'Kita bernapas saja, biji brevicaule terbang,' ujar Handry Chuhairy melukiskan betapa kecil dan ringannya biji itu. Bandingkan dengan ukuran biji P. lamerei yang setara gabah alias bulir padi. Oleh karena itu jumlah 5.000 biji cuma setara 3 sendok makan. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara itu memperoleh benih brevicaule dari Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan setelah biji tiba di kediamannya di Serpong, Tangerang, pada awal Januari 2007, ia langsung menyemaikannya. Direktur pemasaran sebuah pasar swalayan itu memanfaatkan pasir malang sebagai media semai. Karena ukuran biji amat mungil, ia mengayak pasir malang dengan penyaring kopi. Tujuannya agar butiran pasir yang tak seberapa besar itu tidak menekan biji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik Hans Garden itu kemudian menghamparkan pasir malang halus di atas nampan. Lalu biji brevicaule ditebar. Namun, 2-3 pekan berselang semua biji gagal berkecambah. Handry bukan satu-satunya pekebun yang gagal membibitkan biji pachypodium. Di Lembang, Kabupaten Bandung, berketinggian 1.000 m dpl, Erminus Temi Hernadi juga gagal membibitkan biji tanaman sukulen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2007, pekebun kaktus itu menyemaikan 5.000 brevicaule secara bertahap. Ia juga menggunakan pasir malang sebagai media semai. Hasilnya sama saja, tak satu pun biji tumbuh. Dwiana Inawati hobiis di Tangerang, Banten, mempunyai pengalaman serupa. Perempuan 42 tahun itu menggunakan sekam bakar sebagai media semai, tapi tak satu biji pun berkecambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup menumpang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Handry, di antara 26 spesies pachypodium di dunia, brevicaule dan namaquanum paling sulit dibibitkan. 'Kemungkinan biji dari daerah tertentu yang infertil,' ujar Handry. Inawati menduga, secara genetis brevicaule sulit berkecambah. Di habitat aslinya, spesies itu tumbuh di bebatuan dan iklim yang terik. Pertumbuhannya juga amat lambat: cuma 1 cm per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu brevicaule jarang diperbanyak secara generatif dengan biji. Spesies itu umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan grafting alias sambung. Dengan teknik sambung, tanaman yang pertumbuhannya menyamping itu 'menumpang hidup' pada spesies lain yang dimanfaatkan sebagai batang bawah. Yang lazim sebagai batang bawah antara lain lamerei dan geayi. Dengan teknologi grafting, kedua spesies-brevicaule di atas; lamerei, bawah-disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpilihnya lamerei dan geayi sebagai batang bawah karena ketersediaan memadai, harga relatif murah, adaptif terhadap perubahan iklim, dan perakaran amat kuat. Sementara namaquanum lebih sulit digrafting ketimbang brevicaule lantaran berbatang lunak. Wajar jika di pasaran amat jarang brevicaule dan namaquanum. Akibatnya, harga pun lebih mahal ketimbang spesies lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, brevicaule seukuran kuku, berumur 2 tahun, dan setinggi 2 cm mencapai Rp400.000. Bandingkan dengan lamerei berumur sama, tetapi tingginya 15 cm, harganya Rp125.000. Selain geayi dan densiflorum, lamerei memang mendapat predikat paling mudah dibibitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapas basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membibitkan lamerei dan geayi, Handry menggunakan sekam bakar sebagai media semai. Ia menambahkan kapur dolomit untuk meningkatkan keasamaan media. Media yang terlalu asam-kisaran pH 6-6,5-kondusif bagi pertumbuhan cendawan. Setelah media semai diratakan di atas tray, ia membuat lubang tanam dengan jari. Di setiap lubang tanam, ia meletakkan satu biji. Sarjana ekonomi itu kemudian menutup kembali lubang tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua lubang tanam telah tertutup, Handry menyemprotkan larutan anticendawan dan vitamin B1 untuk merangsang perakaran. Konsentrasi keduanya sama: 1 ml per 1 liter air. Sepekan setelah semai, biasanya biji berkecambah. Namun, rata-rata perkecambahan pada pekan kedua. Handry menempatkan tray persemaian dalam sungkup plastik sejak hari pertama hingga siap dipotkan saat tanaman berumur 2 bulan terdiri atas 6-8 daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungkup dibuat di atas rak sepanjang 10 m dan lebar 1 m. Di atas rak besi setinggi 1 m itu, Handry membuat kerangka bambu membentuk setengah lingkaran. Plastik UV lantas dibentangkan menutupi kerangka bambu sehingga membentuk lorong, persis greenhouse mini berbentuk tunnel. Suhu di dalam sungkup amat panas, persis kondisi di habitat aslinya. Di kebun Hans Garden terdapat 5 sungkup yang berjajar dengan jarak 1 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara persemaian lain ditempuh oleh Dwiana Inawati. Ia memanfaatkan kapas yang dibasahi air hangat-tidak sampai menetes-sebagai media semai. 'Itu untuk menyesuaikan dengan kondisi asal pachypodium di gurun,' ujar sarjana Arsitektur itu. Kapas basah dibentangkan di dasar gelas plastik bekas agar-agar. Alumnus Universitas Katolik Atmajaya Yogyakarta itu menyemai biji berjarak 0,5 cm dan menutup gelas rapat-rapat. Selama penyemaian atau sepekan, biji tak disiram. 'Begitu keluar daun, langsung buka tutupnya,' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hans dan Inawati, persentase perkecambahan lamerei dan geayi mencapai 90%. Dari persemaian kapas dan pasir malang, bibit pachypodium dipindahkan ke pot berdiameter 10 cm. Media tanam berupa sekam bakar, pasir malang, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Handry membenamkan 2/3 tanaman agar lebih kokoh. Sebab, tergoyang sedikit saja mempengaruhi perakaran tanaman. (Sardi Duryatmo/Peliput: Kiki Rizkika)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1102469371597436967?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1102469371597436967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/yang-lahir-diatas-kapas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1102469371597436967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1102469371597436967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/yang-lahir-diatas-kapas.html' title='Yang Lahir Diatas Kapas'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNmmEnc0I/AAAAAAAABZk/A5BHVin-wSY/s72-c/Pachypodium+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1442379434491065938</id><published>2010-05-29T08:04:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T00:24:40.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Pachypodium Media Tepat Hasil Eksperimen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNynjEtDI/AAAAAAAABZs/2EtJ9sZ25eA/s1600/Pachypodium+7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNynjEtDI/AAAAAAAABZs/2EtJ9sZ25eA/s320/Pachypodium+7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476744153864123442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi pemain tanaman hias akhir tahun 90-an, pachypodium bukanlah barang asing. Namun, buat Aris Budiman, pemain adenium kawakan, madagascar palm tree itu harus dipelajari lagi walaupun masih sama-sama tanaman gurun seperti kamboja jepang. Adeng-begitu ia disapa-butuh waktu 3 bulan untuk menemukan media yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pachypodium memang pernah tren pada 1997. Ketika itu Adeng masih sibuk membuat laporan keuangan di salah satu perusahaan elektronika di Yogyakarta. Waktu luang ia habiskan untuk mentraining tanaman bonsai kesayangan. Tak terbersit sedikit pun tentang pachypodium dalam pikiran pemilik nurseri Watu Putih itu. Wajar bila kini bungsu dari 5 bersaudara itu terpaksa belajar kembali untuk menumbuhkan kerabat adenium itu dalam media tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adeng mencoba berbagai media sejak September 2006. Berbekal pengetahuan tentang adenium, mantan kepala cabang perusahaan elektronika terkemuka itu awalnya menggunakan media nonpupuk: campuran 3 bagian sekam bakar dan 1 bagian pasir malang. Untuk nutrisi tanaman, diberikan pupuk setiap satu minggu. Pupuk terdiri dari vitamin B1, NPK seimbang 20:20:20, Dekamon, dan pupuk dengan unsur kalsium cair. Hasilnya, 60 pot lamerei, geayi, namaquanum, dan rosulatum berumur 1,5 bulan tumbuh sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pertumbuhan pachypodium bagus, tapi hati Adeng masih waswas dengan campuran media nonpupuk tersebut. 'Kalau pekerja lupa memberi pupuk, kan berabe. Kasihan tanamannya,' ujarnya. Akhirnya pada November 2006, mantan akuntan itu kembali bereksperimen dengan media. Kali ini penelitian terbagi dalam 2 tahap. Tahap pertama menggunakan media campuran sekam setengah matang, pasir malang, dan pupuk kandang. Pupuk kandang terdiri dari kotoran kambing dan sapi yang terfermentasi sempurna dengan perbandingan 1:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama terdiri dari 3 model media dengan campuran bahan yang sama, tapi komposisi berbeda. Media model pertama, sekam setengah matang, pasir malang, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1; kedua, 2:2:1, dan ketiga, 2:1:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap campuran media diterapkan pada lebih dari 100 pot geayi dan lamerei. Pachypodium diletakkan di bawah plastik UV dan disiram setiap hari. Selama satu minggu pertumbuhan anggota famili Apocynaceae itu terus diamati. Hasilnya, 2 model media pertama yang dipakai terlalu porous sehingga mudah kering. Media pun cepat memadat. Akibatnya, penampilan tanaman sukulen itu tidak segar, daun menguning karena kekurangan air. Media pada model ketiga sudah mulai gembur. 'Namun, over pupuk sehingga tanaman mudah busuk,' kata Adeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas dengan hasil percobaan pertama, penggemar bonsai itu pun melanjutkan penelitiannya. Tahap kedua menggunakan campuran media yang sama dengan tahap pertama, tapi komposisi sekam setengah matang dinaikkan. Perbandingan media menjadi 3:1:1, 4:1:1, dan 5:1:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, campuran media pertama dan kedua masih terlalu banyak pupuk organik sehingga pachypodium busuk setengah. Bahan organik mengandung N tinggi memacu pertumbuhan. Namun, dinding sel lunak sehingga tanaman mudah ditembus hama dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media model ke-3 memberikan hasil paling maksimal. Pertumbuhan pachypodium baik dicirikan daun yang hijau dan segar. Risiko busuk pun sangat sedikit. 'Lebih dari 5.000 pachypodium yang menggunakan media terakhir (komposisi 5:1:1, red), hanya 10 tanaman yang busuk,' ujar pemilik nurseri Watu Putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Semarang, Jawa Tengah, di nurseri Gamacactus menggunakan media campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1/2. Plus kapur dolomit sebanyak 5% dari volume total media untuk menjaga pH agar tetap netral. Formula media yang aman bagi pachypodium itu tak langsung diperoleh begitu saja. Pemiliknya melakukan eksperimen selama 7 tahun sejak 1988-1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya dipakai media campuran pasir biasa yang kasar, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Semula pertumbuhan pachypodium bagus, tapi setelah 3-6 bulan berangsur busuk. Itu lantaran media mudah becek. Media lembap mengundang banyak penyakit. Lalu komposisi media diganti menjadi 2:1:1. Tanaman malah tumbuh bantet alias lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campuran media pun diubah kembali. Humus dipakai sebagai pengganti pupuk kandang dan sekam bakar diganti dengan sekam mentah. Komposisi pun bermacammacam. Namun, hasilnya tetap nihil. Pachypodium rosulatum yang dipakai sebagai eksperimen tak kunjung tumbuh optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan demi kegagalan dialami Gamacactus. Namun, pemiliknya tak patah arang sampai akhirnya titik terang muncul pada 1995. Ketika itu hadir pasir malang sebagai media tanam. Pasir malang membuat media porous dan mengandung mineral. Setelah lebih dari 7 kali percobaan, akhirnya Gamacactus menemukan media yang aman dipakai untuk pachypodium. Intinya, jangan memberikan pupuk kandang atau humus dengan volume lebih dari 20% dari total media. 'Musababnya membuat tanaman mudah busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, nurseri Gamacactus menggunakan campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1/2 ditambah 5% kapur dolomit. Hasilnya, pertumbuhan pachypodium prima. Daun hijau dan keluar terus, duri gendut, dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porous&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temi Hernadi di Lembang, Bandung, menggunakan media campuran pasir beton No.1, sekam bakar, dan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam atau kuda. Perbandingannya 1:1:1. 'Pokoknya porositasnya mencapai 70-80%,' kata Temi. Maklum, pachypodium berasal dari daerah gersang, kering, dan berpasir sehingga butuh media yang tidak menahan air terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, media harus remah. 'Media padat menghambat pertumbuhan akar sehingga pendek,' ujar anak sulung pemilik nurseri Venita itu. Akibatnya tanaman tak berkembang, daun pucat, rontok, batang keriput atau gembos meski disiram terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak mudah menemukan media yang tepat untuk pachypodium. Mereka harus dipelajari terlebih dahulu karakteristiknya. Itulah yang dilakukan Adeng triwulan pertama. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Hermansyah dan Imam Wiguna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-Online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1442379434491065938?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1442379434491065938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pachypodium-media-tepat-hasil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1442379434491065938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1442379434491065938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pachypodium-media-tepat-hasil.html' title='Pachypodium Media Tepat Hasil Eksperimen'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNynjEtDI/AAAAAAAABZs/2EtJ9sZ25eA/s72-c/Pachypodium+7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-1563180479453833130</id><published>2010-05-29T08:01:00.001+07:00</published><updated>2010-05-30T00:22:37.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Supaya Generasi Baru Lahir Sempurna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNVL_r40I/AAAAAAAABZc/CSV1MY7aBnI/s1600/Pachypodium+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNVL_r40I/AAAAAAAABZc/CSV1MY7aBnI/s320/Pachypodium+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476743648251732802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Musnah sudah harapan Frans Kusdianto Wiratmahusada menuai laba cepat dari pachypodium. Puluhan ribu biji Pachypodium lamerei dan geayi malas tumbuh. Sejak semai butuh waktu 6-7 bulan sampai siap jual. Setelah 5 kali gonta-ganti media, tanaman siap jual lebih cepat: cukup 3-4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun penuh Frans menggonta-ganti media semai sampai menemukan ramuan paling pas: sekam bakar dan pasir malang berkomposisi 3 : 1 plus 5% dolomit. Menurut Frans komposisi itu mendekati habitat asli pachypodium. Di alam sukulen itu hidup di daerah gersang berbatu, berpasir, dan cenderung berkapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans yakin, sekam mampu menyerap asam berlebih, tak mudah lapuk, dan kadar organik rendah. Sementara porositas pasir malang cukup tinggi sehingga mencegah air tergenang. Pasir malang juga mengandung mineral yang berfaedah menguatkan dinding sel sehingga resisten serangan hama dan penyakit. Ketiga bahan itu diaduk rata dan ditaruh di atas tray plastik berlubang di bawahnya. Biji dipendam sedalam 0,5 cm. Setelah 2-3 bulan baru mulai disiram. Hasilnya 70% biji bersemai prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi media itu juga digunakan oleh para pekebun lain seperti Aris Budiman di Yogyakarta, Soeroso Soemopawiro di Jakarta, dan Temi Hernadi di Bandung. Lanny Lingga, pekebun di Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan arang sekam, peatmoss, dan perlit. Lapisan arang sekam di permukaan atas; bawah, campuran peatmoss dan perlit yang berkelembapan tinggi. Dengan kelembapan tinggi, ia hanya menyiram sekali sepekan. Alumnus University of New South Wales itu membuat 2 lapisan agar tingkat kelembapan terkontrol. Campuran peatmoss dan perlit cenderung berkelembapan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanny menyemai biji pachypodium dalam kompot styrofoam ukuran 40 cm x 50 cm. Populasinya 200 biji. Sebelum penyemaian Lanny merendam biji dalam air hangat suam kuku sekitar 40oC ditambah 10 cc zat perangsang tumbuh, selama 1 jam. Setiap 20 menit ia mengganti air agar tetap hangat. Kemudian biji direndam lagi dalam air bersih selama 1 jam. Dalam air bersih, perempuan 38 tahun itu menambahkan setetes giberelin per 200 ml. Setelah itu biji disebar dalam kompot. Dengan cara itu, tingkat perkecambahan biji mencapai 80%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persentase perkecambahan juga dipengaruhi faktor genetis. Jenis tertentu seperti brevicaule, misalnya, sohor sebagai biji yang sulit berkecambah. Persentasenya cuma 5%. Jenis densiflorum, horumbense, dan mikea mencapai 40%; soundersii dan geayi, 60%. Secara genetis persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada jenis lamerei, sekitar 70-90%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang mempengaruhi adalah lama penyimpanan biji. Semakin lama disimpan makin lama pertumbuhan. Sebab biji perlu penyesuaian untuk menghilangkan masa dorman. Pekebun lazim menggunakan giberelin untuk mempercepat hilangnya masa dorman. 'Paling lama benih disimpan 2 bulan untuk mendapatkan hasil maksimal,' kata Frans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemasan yang kurang baik juga mempengaruhi tingkat keberhasilan pertumbuhan. Plastik pembungkus sebaiknya divacum dan diberi pengering. Selama masa pengiriman seharusnya ada dalam refrigerator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lani, di daerah bersuhu tinggi seperti Semarang pertumbuhan pachypodium relatif cepat. Namun, pertumbuhan duri lambat dan bonggolnya tidak sebesar di daerah bersuhu dingin. Biasanya 6 hari pascasemai lahir daun. Namun, daun sejati baru muncul 4 hari kemudian. Dua bulan berikutnya pachypodium dapat dipindah dalam polibag dengan mengikutsertakan media semai ditambah sekam bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman berduri itu bisa juga diperbanyak dengan setek. Sayangnya setek cenderung membuat bonggol tidak keluar, risiko kegagalan lebih besar, sulit keluar akar, bentuk tajuk kurang bagus, dan hasil perbanyakannya lebih sedikit. Jenis kristata biasa dilakukan grafting (sambung pucuk) karena merupakan jenis yang langka dan lambat pertumbuhannya. Penyambungan dilakukan dengan batang bawah jenis lamerei karena lebih mudah tumbuh. Tingkat kegagalan grafting relatif rendah. (Dyah Pertiwi Kusumawardani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Trubus-online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-1563180479453833130?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/1563180479453833130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/supaya-generasi-baru-lahir-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1563180479453833130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/1563180479453833130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/supaya-generasi-baru-lahir-sempurna.html' title='Supaya Generasi Baru Lahir Sempurna'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNVL_r40I/AAAAAAAABZc/CSV1MY7aBnI/s72-c/Pachypodium+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-2371007314635020513</id><published>2010-05-29T07:59:00.001+07:00</published><updated>2010-05-30T00:21:35.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Pachypodium'/><title type='text'>Pachypodium Mulai Mengintai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNFdgJmeI/AAAAAAAABZU/glOnQpZShc4/s1600/Pachypodium+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNFdgJmeI/AAAAAAAABZU/glOnQpZShc4/s320/Pachypodium+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476743378073393634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seribu bibit tanaman setinggi 1-4 cm berbaris rapi di atas rak berukuran 5 m x 1 m dengan tinggi 80 cm. Adenium duri yang berada di rak kelima sebelah kanan pintu masuk greenhouse itu terlihat asri dengan daun ramping berwarna hijau. Itulah Pachypodium lamerei milik Pami Hernadi di Lembang, Bandung, yang disemai sejak 4 bulan silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pachypodium memang mulai mengintai hobiis tanaman hias. Tak hanya di Jawa Barat, tapi juga Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Terbukti beberapa pekebun secara diam-diam sudah mulai menyemai biji anggota famili Apocynaceae itu. Sebut saja Fransiskus Wiratmahusada di Semarang. Pemilik Gamacactus Nursery itu menyemai biji Pachypodium geayi dalam 4 wadah plastik berukuran 30 cm x 40 cm. Masing-masing wadah diisi 200-300 biji. Mereka tersembunyi di antara aglaonema yang terletak di belakang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Yogyakarta, Aris Budiman memiliki lebih dari 3.000 bibit P. geayi berumur 2-12 minggu. Mereka diletakkan di atas rak bambu setinggi 50 cm dalam rumah plastik di pojok kiri kebun. Di Tangerang, ada Handry Chuhairy yang telah mengoleksi P. rosulatum sejak pertengahan 2006. Menurut Adeng-sapaan Aris Budiman-pachypodium dilirik lantaran berbonggol dan sifat tanaman mirip adenium. Bandel dan mudah dirawat, ujar Frans-sapaan Fransiskus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, pachypodium mudah masuk di hati hobiis adenium yang tergila-gila dengan bonggol unik. Itu yang tengah terjadi di Jawa. Daya tarik lain terdapat pada bunga. Pachypodium memiliki warna bunga yang jarang ditemui di mawar gurun, yaitu kuning. Dengan demikian dapat dikatakan kalau pachypodium generasi adenium berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, biji masih didatangkan dari luar negeri. Menurut Pami, biji pachypodium di negara asal, Madagaskar, dipanen hanya pada bulan tertentu, Desember-Februari, sehingga ketersediaannya terbatas. Selain itu, daya kecambah biji sangat rendah, cuma 70%. Bahkan ada yang hanya 30%, yaitu jenis P. brevicaule. Dari 1.000 biji yang disemai hanya 300 yang berhasil tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan mawar gurun, pertumbuhan pachypodium lebih lambat. Untuk memperoleh rosulatum setinggi 5-7 cm dibutuhkan waktu 8 bulan dari tebar biji. Sedangkan adenium hanya 1-1,5 bulan untuk mencapai tinggi yang sama. Dengan keterbatasan itu wajar bila harga pachypodium lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamerei berumur 3-4 bulan dengan tinggi batang 4 cm seharga Rp30.000-35.000/pot. Bandingkan dengan adenium obesum dengan umur yang sama harganya hanya Rp5.000/pot. P. geayi berumur 3 bulan dengan tinggi 17-18 cm dijual seharga Rp60.000-75.000/pot. P. rosulatum lebih mahal lagi. Bibit umur 8 bulan dari semai biji yang tingginya 5-7 cm seharga Rp200.000/pot. Adenium obesum berumur sama hanya seharga Rp10.000-15.000/pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara lebih dari 20 jenis pachypodium, P. lamerei, P. geayi, dan P. rosulatum paling banyak dibudidayakan di tanahair lantaran biji mudah didapat. Dua jenis yang disebut pertama itu tumbuh pada habitat yang sama. Mereka tahan terhadap panas, udara kering, dan butuh sinar matahari penuh. Pertumbuhan tanaman tegak dan cepat. Di Singapura, lamerei umur 14 bulan mencapai tinggi 50 cm. Menurut Adeng, lamerei dan geayi termasuk kategori giant lantaran tinggi tanaman bisa mencapai 20 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamerei dan geayi berbunga setelah berumur 2 tahun atau ketika keluar cabang pertama. Bunga lamerei berwarna putih dan tengahnya kuning; geayi, putih. Daun hanya menutupi batang paling atas. Bentuknya panjang dan ramping. Di antara semua genus, daun geayi paling panjang, bisa mencapai 40 cm bahkan lebih, tapi lebar hanya 2 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulatum termasuk dalam kategori dwarf. Tinggi tanaman maksimal 1 m. Pertumbuhan anggota famili Apocynaceae itu melebar. Sosok tanaman sukulen itu seperti arabicum, diameter bonggol bisa mencapai 2 m. Bentuk daun lebih oval dan pendek dibandingkan tipe giant. Dalam satu titik terdapat 1-2 duri pendek dan gemuk. Rosulatum dapat berbunga pada umur 1 tahun. Bunga berwarna kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis lain yang tak kalah cantik ada di tangan kolektor dengan jumlah terbatas dan harganya mahal karena pertumbuhannya lama. Sebut saja bispinosum dan brevicaule. Yang disebut pertama merupakan spesies asal Afrika. Sosok tanaman pendek seperti bonsai dan berbonggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brevicaule adalah spesies asli Madagaskar yang pertumbuhannya paling lambat. Ia tidak tumbuh ke atas, tapi ke samping. Dalam 4 tahun, lebar salah satu anggota famili Apocynaceae itu hanya bertambah 2 ruas jari. Itu yang Trubus lihat di kebun Pami. Pachypodium berumur 20 tahun itu hanya setinggi 10 cm dan lebar 21 cm. Batang pendek itu sensitif terhadap dingin, sehingga lingkungan sekitar harus dijaga tetap hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pertumbuhannya lambat, tapi penampilan pachypodium memikat. Batang berbonggol dan warna bunga menarik, kuning dan putih. Pantas bila anggota famili Apocynaceae itu mulai dilirik. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Dian Adijaya, Destika Cahyana, dan Syah Angkasa)&lt;br /&gt;Dari : Trubus-online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-2371007314635020513?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/2371007314635020513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pachypodium-mulai-mengintai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2371007314635020513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/2371007314635020513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pachypodium-mulai-mengintai.html' title='Pachypodium Mulai Mengintai'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAFNFdgJmeI/AAAAAAAABZU/glOnQpZShc4/s72-c/Pachypodium+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3301021704796274168</id><published>2010-05-29T07:27:00.004+07:00</published><updated>2010-05-29T08:22:45.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Pachypodium'/><title type='text'>Harga Pachypodium</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABfusnI4wI/AAAAAAAABX8/lIZ7UEH7Rpk/s1600/Pachipodium.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABfusnI4wI/AAAAAAAABX8/lIZ7UEH7Rpk/s320/Pachipodium.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476482402736464642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ukuran : Tinggi sekitar 50 cm&lt;br /&gt;Harga Rp 50.000,- per pohon belum termasuk ongkos kirim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3301021704796274168?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3301021704796274168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-pachipodium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3301021704796274168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3301021704796274168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-pachipodium.html' title='Harga Pachypodium'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABfusnI4wI/AAAAAAAABX8/lIZ7UEH7Rpk/s72-c/Pachipodium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5117294273252412701</id><published>2010-05-29T05:44:00.002+07:00</published><updated>2010-05-29T06:06:49.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Puring'/><title type='text'>PURING APEL YANG LOKAL DAN IMPORT SAMA CANTIKNYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABMf9FLkDI/AAAAAAAABX0/fA5b86lSwyk/s1600/Puring+telor.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABMf9FLkDI/AAAAAAAABX0/fA5b86lSwyk/s320/Puring+telor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476461258738470962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 12, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala keunikannya, tanaman Puring kini sudah mulai merangkak kembali dan pantas dijadikan idola. Tak terkecuali Puring Apel, bentuk daun yang menyerupai buah apel ini memiliki bentuk eksotis dipadu dengan variasi warna yang serasi hingga mampu menyihir penggemarnya. Ada 2 Puring Apel yang saat ini tersedia di pasaran tanaman hias, yaitu lokal dan Thailand. Meski namanya sama, tapi tampilannya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya, puring Apel lokal tidak kalah dengan ke-eksotikan puring apel Thailand. Pada prinsipnya puring Apel dari Thailand memiliki kemenangan pertama pada kata “Import”,” ungkap Subur Prasetyo, 31, pedagang bunga dari Kota Blitar, Jawa Timur. Dan sudah menjadi sebuah tradisi, segala sesuatu yang import akan dikatakan lebih bagus. Kenyataannya sebagian besar memang begitu, termasuk juga yang menyangkut tanaman.&lt;br /&gt;Lebih lanjut pria tambun ini menjelaskan bahwa pada sisi warna kedua Puring ini memiliki perbedaan. Puring Apel lokal warnanya cerah, sedangkan Puring Apel Thailand warnanya mengkilat. Bila terkena sinar matahari, maka warna dari puring Thailand ini akan muncul lebih sempurna.&lt;br /&gt;Selain pada warna, daun dari masing-masing varian beda Negara ini juga memiliki perbedaan. Puring Apel Thailand memiliki jenis daun yang tebal, sedangkan puring apel lokal daunnya lebih tipis. Sekilas memang nampak sama, tapi ketika diraba akan terasa perbedaannya.&lt;br /&gt;Dengan perbedaan ketebalan yang mendasar itu, daun pada puring juga memiliki karakteristik yang berbeda pula. Puring Apel lokal daunnya kasar. Sedangkan puring apel Thailand bila diraba daunnya seperti plastik, halus dan agak licin. “Makanya warna Puring ini nampak mengkilap,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Mengenai harga, jelas memiliki perbedaan. “Perbandingan yang mencolok apabila kita berbicara soal harga. Karena puring import juga membutuhkan biaya pada sisi transportasi sedangkan lokal begitu mudahnya di dapat. Untuk perbandingan harga yang ada 1:10,” jelasnya.&lt;br /&gt;Bila di pasaran lokal, Puring Apel lokal seharga Rp 15.000 – Rp 20.000, sementara Puring Apel Thailand minimal seharga Rp 100 ribu. Dari perbedaan yang ada tersebut, juga mempengaruhi penjualan. Terutama pada varian warna. “Untuk kedua jenis Puring itu, varian warna yang sering di buru kolektor adalah kolaborasi warna merah,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Sedangkan puring apel lokal selain kolaborasi warna merah, di pasaran yang menunjukkan geliatnya adalah Puring Apel warna kuning telur. Kecenderungan tren tanaman Puring Apel baik lokal maupun import masih banyak digilai para kolektor. Tapi bagi kolektor tanaman yang memiliki citarasa seni, dedaunan puring ini bisa menjadi alternatif. Harganya juga masih relatif terjangkau dibanding jenis tanaman koleksi lain tapi keindahan daun puring juga tak kalah bila dipajang maupun dipamerkan. ton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://www.duniapot.com/news_detail.php?id=101&gt;duniapot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5117294273252412701?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5117294273252412701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-apel-yang-lokal-dan-import-sama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5117294273252412701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5117294273252412701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-apel-yang-lokal-dan-import-sama.html' title='PURING APEL YANG LOKAL DAN IMPORT SAMA CANTIKNYA'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABMf9FLkDI/AAAAAAAABX0/fA5b86lSwyk/s72-c/Puring+telor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-442665221594487384</id><published>2010-05-29T05:20:00.003+07:00</published><updated>2010-05-29T05:25:25.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Puring'/><title type='text'>Puring Roro Wilis Jadi Primadona</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABCfxLLLpI/AAAAAAAABXk/YnC6zO9MJOE/s1600/Puring+Roro+Wilis.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABCfxLLLpI/AAAAAAAABXk/YnC6zO9MJOE/s320/Puring+Roro+Wilis.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476450260426108562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kontes Puring kali pertama yang digelar Plaza Araya mendapat tanggapan baik khususnya dari kalangan kolektor Malang. Terbukti, tanaman Puring yang dibawa sebagian bahkan belum pernah diperlihatkan pada publik. Deretan Puring ini dipamerkan di atas panggung di halaman depan Plaza Araya. Selama penjurian kemarin, pengunjung plaza selalu berhenti untuk sekadar mengamati jenis Puring yang susunan daunnya tampak proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penyelenggara Kontes Puring, Nanang Mukholis Anwar mengatakan, sebelumnya juga digelar kontes serupa di Tumpang. Namun peserta kontes di Plaza Araya, bukanlah orang yang sama dengan kontes serupa tersebut. “Banyak peserta baru yang memang kolektor. Sebelumnya mereka bahkan tidak keluar untuk melakukan pameran,” kata Nanang yang ditemui Malang Post disela penjurian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total peserta, lanjutnya, memang tidak sebanyak yang diprediksikan sebelumnya. Menurutnya, banyak peserta yang menarik diri dari kontes sehingga menyisakan 25 peserta. “Namun dari jumlah ini, 80 persen mengikutikan Puring jenis impor yang cukup langka. Jadi bukan sekadar Puring yang kerap menghias kuburan dan Puring ini juga tidak mudah ditemukan di pasaran,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Puringnya yang mengikuti kontes kecantikan tanaman tersebut cukup unik. Di antaranya Green Apple, Santa Helena, Oscar Ruby, Oscar Madu, Banglor, Tanduk, Sahara, Sakura, Lipstik dan masih banyak lagi. Meski Puring berkualitas kebanyakan merupakan Puring jenis impor, namun bukan berarti Puring lokal kalah pamor. Misalnya saja Puring Roro Wilis yang juga menjadi primadona di kalangan penggemar Puring karena kelangkaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GM Plaza Araya, Priali M Basa yang juga menjadi juri dalam Kontes Puring tersebut mengatakan, harga Puring yang dipamerkan tidak menjadi pertimbangan utama. Pasalnya, kegiatan hobi seperti ini tidak memiliki batasan harga. “Namanya juga hobi, berapapun akan dibeli. Puring Lidah Api terakhir dijual dengan harga Rp 15 juta dan tetap ada pembelinya,” terang dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam Puring yang sudah berlangsung delapan bulan tersebut hingga kini masih diminati pecinta tanaman. Pasalnya, Puring merupakan tanaman yang akrab dengan keseharian karena biasa ditemukan di taman, dan juga pernah populer sebagai tanaman kuburan. Hanya saja, untuk jenis yang berharga tinggi tentunya merupakan Puring yang langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanang sendiri memprediksi, booming Puring akan cukup lama bertahan. Pasalnya, berbeda dengan Anthurium, perbanyakan tanaman Puring terbilang lebih sulit meski perawatannya paling mudah di antara tanaman hias lainnya. Dibiarkan pun, tanaman ini tetap tumbuh dengan kondisi luar ruangan. “Justru jika terlalu dimanja, tanaman ini akan mati,” pungkasnya. (fio/lim) (Fiona Mediony/malangpost)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://malangraya.web.id/2008/10/20/puring-roro-wilis-jadi-primadona/&gt;malangraya.web.id &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-442665221594487384?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/442665221594487384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-roro-wilis-jadi-primadona.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/442665221594487384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/442665221594487384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-roro-wilis-jadi-primadona.html' title='Puring Roro Wilis Jadi Primadona'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TABCfxLLLpI/AAAAAAAABXk/YnC6zO9MJOE/s72-c/Puring+Roro+Wilis.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6887679338625459271</id><published>2010-05-29T04:58:00.001+07:00</published><updated>2010-05-29T05:01:47.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Puring'/><title type='text'>Keindahan Walet Merah Kristata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAA9QBS8W5I/AAAAAAAABXc/YbyP9X_Z080/s1600/Puring+Walet+Kristata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAA9QBS8W5I/AAAAAAAABXc/YbyP9X_Z080/s320/Puring+Walet+Kristata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476444492317612946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;May 10, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tanaman hias memang aneh, dimana bila memiliki kelainan justru meningkatkan nilai jualnya. Kristata merupakan salah satu kelainan yang dimiliki oleh tanaman, hampir semua jenis tanaman hias dari ribuan jumlahnya kemungkinan salah satunya memiliki kelainan baik daunnya atau yang sering disebut variegata ataupun kelainan bentuk yang ngetrend disebut kristata.&lt;br /&gt;Bagi kolektor tanaman hias, variegata ataupun kristata selalu menjadi bahan buruan, tak peduli dimanapun tempatnya, bila hati sudah berhasrat kemanapun pasti dikejar juga. Karena jumlahnya tidak banyak secara otomatis harga jualnya cukup mahal. Betapa beruntungnya Anda jika memiliki tanaman hias berkarakter unik (kristata,red).&lt;br /&gt;Puring kristata, rasanya masih asing terdengar di telinga, bahkan baru kali ini Go Green menemuinya. Inilah sebuah bukti bahwasannya tanaman kristata dimiliki oleh hampir semua jenis tanaman hias. Tapi jangan bilang jumlahnya banyak, pasalnya dari seribu tanaman, mungkin hanya satu yang memiliki karakter tersebut.&lt;br /&gt;Dari keunikan dan minimnya jumlah, pada akhirnya memposisikan kristata menjadi tanaman eksklusif. Bila sudah demikian tak ada bedanya mau puring lokal ataupun import, harganya sama tingginya. Walet merah kristata milik Amin Thohari, meski termasuk puring lokal, namun harganya dapat terangkat berkat kelainannya.&lt;br /&gt;Walet merah kristata tanpa sengaja didapatkan oleh Thohari beberapa bulan yang lalu. Saat ini puring kristata tersebut menjadi kebanggaannya. Sebagai pelaku bisnis tanaman hias, tak jarang ia mengikuti bursa. Sebagai salah satu andalannya walet merah kristata selalu dibawa saat mengikuti bursa tanaman hias.&lt;br /&gt;Awalnya tak kelihatan puring tersebut memiliki kelainan, karena kristata pada batangnya tertutup oleh rimbun daun puring. Tapi setelah didekati dan diperhatikan ujung batang membentuk sebuah kipas yang merupakan ciri tanaman kristata. Meski tak bisa dibilang spektakuler, tapi tetap saja puring tersebut memiliki daya magnet luar biasa.&lt;br /&gt;Usia Walet merah kristata termasuk masih muda, hal ini dapat dilihat dari besar batang bawah tanaman. Diameter batang bawah tak lebih dari 5 cm, tinggi tanaman kurang lebih hanya sekitar 80-90 cm. Untuk mengetahui bahwa puring tersebut kristata, anda harus memperhatikan dari dekat, seperti dikatakan diatas, bila dilihat dari jauh kristata tak tampak akibat rimbunnya daun puring.&lt;br /&gt;Sebenarnya membelahnya batang tanaman hampir dimulai dari pangkalnya, namun terlihat membuka pada bagian atas batang. Batang tanaman membelah menjadi dua dan pada batang membelah tersebut ditumbuhi batang baru yang membentuk seperti kipas dengan kulit batang warna hijau.&lt;br /&gt;Dinamakan walet merah karena daun puring tersebut lebih didominasi oleh warna merah darah, semakin serasi karena berkombinasi dengan warna hitam, hijau dan kuning. Struktur daun puring kecil dan memanjang, mirip sebuah pita rambut. Meski termasuk puring lokal, keindahannya cukup memuaskan mata, apalagi didukung dengan kelainan yang dimilikinya. Makin menambah kesempurnaan puring lokal tersebut.her &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://duniapot.com/news_detail.php?id=33&gt;duniapot.com &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6887679338625459271?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6887679338625459271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/keindahan-walet-merah-kristata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6887679338625459271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6887679338625459271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/keindahan-walet-merah-kristata.html' title='Keindahan Walet Merah Kristata'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAA9QBS8W5I/AAAAAAAABXc/YbyP9X_Z080/s72-c/Puring+Walet+Kristata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5731640173281362327</id><published>2010-05-29T04:39:00.007+07:00</published><updated>2010-05-29T05:07:24.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Puring'/><title type='text'>Puring India dan Puring Lokal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAA6VrUd2TI/AAAAAAAABXU/zuFi-_4Kaz0/s1600/Puring+Jet+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAA6VrUd2TI/AAAAAAAABXU/zuFi-_4Kaz0/s320/Puring+Jet+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476441290962753842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Puring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puring pertama kali diidentifikasi di wilayah laut Seram, Maluku, pada 1600 dengan nama codiaeum mollucanum. Di Eropa, puring mulai dikenal pada 1804 ketika perahu East Indies berlabuh di London, Inggris. Kecantikan puring membuat kaum bangsawan Inggris menggandrunginya. Lantaran tanaman ini masih langka dan hanya dimiliki kaum bangsawan, maka dinamakan King of Plant. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak lukisan, tanaman puring memiliki warna-warni yang indah, cerah dan cantik. Tanaman dengan nama latin Codiaeum -- sebuah nama yang diberikan oleh seorang botaniawan asal belanda GE Rumphius pada 1660 -- ini merupakan tanaman asli tropis. Namun dalam perkembangannya, tanaman ini lebih banyak dikembangkan di daratan Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Sedangkan di kampung halamannya, yakni Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, Srilangka dan India, tanaman ini masih dianggap tanaman liar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah berjaya di Eropa dan Amerika pada abad 18, terutama setelah kelahiran puring varietas-varietas baru hasil persilangan, mulailah kaum petani tanaman hias Asia melakukan pembudidayaan. Tidak jelas sejak tahun berapa, namun dalam perkembangannya kini banyak bermunculan varietas baru yang cantik dan unik, seperti puring apel merah dan kura-kura asal Thailand, dust ruby asal Filipina, puring tokek asal Malaysia, dan puring oscar, puring concord brazil asal Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asal-usul puring dan habitatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puring dikenal dengan nama ilmiah Codiaeum alias Crozophyla, Junghuhnia, Phyllaurea, dan Synaspisma. Oleh para pakarnya, ia diklasifikasikan seagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kingdom : Plantae&lt;br /&gt;Divisi : Magnoliophyta&lt;br /&gt;Kelas : Magnoliophyta&lt;br /&gt;Ordo : Malpighiales&lt;br /&gt;Famili : Euphorbiaceae&lt;br /&gt;Subfamili : Crotonoideae&lt;br /&gt;Rumpun : Codiaeae&lt;br /&gt;Genus : Codiaeum A.Juss&lt;br /&gt;Spesies : Codiaeum affine&lt;br /&gt;Codiaeum hirsutum&lt;br /&gt;Codiaeum megalanthum&lt;br /&gt;Codiaeum tenerifolium&lt;br /&gt;Codiaeum veriegatum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puring India&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puring Thailand, kini giliran puring dari negerinya Sharukh Khan, India,  berjaya. Spesialis puring berdaun lebar dan tebal dengan warna-warni yang cerah ini banyak diburu kolektor. Harganya pun jutaan rupiah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Heri Saepudin, pemilik Gonku Landscape and Stock Plant di Sawangan Depok, Jawa Barat, mengatakan, saat ini puring yang tengah menjadi leader dan banyak diburu para kolektor adalah puring asal India atau lebih dikenal puring tipe flat, berdaun lebar dan tebal dengan warna terang dan cerah.  Salah satunya puring fantastic alias temu ireng atau dikenal puring banglor. Puring banglor memiliki daun yang lebar, tebal dan memanjang, dengan struktur tulang yang besar dan kokoh. Keunikan lain, warnanya yang cerah, merah tua dengan garis tengah berwarna merah muda. Untuk daun yang masih muda berwarna hijau tua dengan garis tengah berwarna kuning. Jika telah tua, warnanya akan semakin menyala dan cantik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bentuknya unik, warnanya dan juga masih langka, belum banyak yang membudidayakan membuat puring banglor ini mahal, dan disenangi para kolektor,” ungkap Heri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal senada juga dikatakan Amdanih yang juga pembudidaya puring di Sawangan. Menurut Amdanih, banglor dengan daunnya lebar membuat tanaman ini menjadi buruan kolektor. Selain itu, puring  ini juga memiliki warna yang cantik. Maka tak heran jika harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Untuk ukuran kecil – yang tinggi batangnya 4-5 cm, belum termasuk daunnya -- para kolektor harus merogoh koceknya hingga Rp600 ribu per pot. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puring asal India lainnya yang kini digandrungi adalah varietas yellow queen. Puring jenis ini terdiri dari dua batang besar dengan warna daun dominan hijau dihiasi kuning keemasan di tengah daun.  Selain itu ada juga puring patricia, yaitu puring berdaun kuning dan hijau dengan struktur tulang yang tebal sehingga guratannya terlihat. Seperti banglor, jenis ini juga memiliki daun yang lebar-lebar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian ada puring legacy, berwarna merah tua dengan struktur daun yang kokoh, dan puring Indiana yang juga merupakan puring koleksi. Jenis ini terlihat elegan dan fantastik dengan daun yang kurus memanjang berwarna merah tua dengan sedikit titik pada daunnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puring Lokal Naik daun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain puring-puring India, kata Amdanih, ada beberapa jenis puring lokal yang masih mendapat tempat di hati masyarakat. Salah satunya puring oscar dan concord brazil. Harga yang ditawarkan untuk puring lokal ini tidak setinggi puring – puring asal India. Harganya berada dalam kisaran Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per pohon ukuran kecil. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puring oscar terdiri dari tiga jenis, yakni: oscar madu, oscar batik, dan oscar sukabumi. Bapak dua anak ini mengatakan,  puring oscar memiliki permukaan daun yang melebar dan menggelembung di tengah dengan ujung daun yang lancip. Puring ini memiliki warna kuning kemerahan dan hijau. Khusus oscar batik, pada daunnya terdapat bintik-bintik, mirip batik. Dari ketiga jenis oscar ini, yang paling banyak diminati kolektor dan konsumen adalah oscar batik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dibanding tanaman lainnya pembudidayaan puring oscar membutuhkan waktu relatif lebih lama.  Sama dengan puring kura-kura asal Thailand yang memakan waktu 1,5 - 2 bulan hingga tumbuh akarnya dan siap tanam. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Oscar memang lambat budidayanya, baik distek maupun dicangkok. Mungkin karena sulit dan lambat itulah yang membuat jenis ini langka dan banyak dicari,” ucap Amdanih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jenis lokal lainnya yang juga naik daun adalah jenis concord brazil. Jenis ini memiliki 3 varian, yakni concord merah, concord kuning dan concord brazil. Dinamakan concord brazil karena warna daunnya menyerupai seragam tim sepakbola Brazil, merah dan kuning.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5731640173281362327?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5731640173281362327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-india-dan-puring-lokal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5731640173281362327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5731640173281362327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/puring-india-dan-puring-lokal.html' title='Puring India dan Puring Lokal'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/TAA6VrUd2TI/AAAAAAAABXU/zuFi-_4Kaz0/s72-c/Puring+Jet+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-6057823699715945950</id><published>2010-05-28T20:25:00.004+07:00</published><updated>2010-05-30T06:32:47.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Media Tanam'/><title type='text'>Pilihan Nyaman Buat Karotong - Media Tanam Puring</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S__EgQfTzDI/AAAAAAAABXE/N3sTD2cun5c/s1600/Puring+Jet+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S__EgQfTzDI/AAAAAAAABXE/N3sTD2cun5c/s320/Puring+Jet+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476311730366958642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiga pasang tangan kekar terlihat susah payah mengangkat pot berdiameter 50 cm berisi puring polkadot. Pot dengan Codiaeum variegatum setinggi 1 m itu ajek meski digeser ke kiri dan kanan. Musababnya, si empunya tanaman menggunakan media berupa campuran tanah merah dan pupuk kandang. 'Media itu bagus, tapi terlalu berat untuk tanaman dalam pot,' kata Fredy Wiyanto, pekebun di Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media tanah merah memang banyak dipakai pekebun puring. Menurut Ir Arie Wijayani Purwanto MS, tanah merah dipilih karena puring dianggap tanaman bandel. 'Di tanah merah lapisan bawah (seperti di pemakaman, red) pun dapat tumbuh,' kata dosen Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Yogyakarta itu. Puring pun mampu beradaptasi di tanah liat hingga berpasir. Tanah liat mengikat air dengan kuat, tapi sulit dilewati air. Sebaliknya tanah berpasir kurang mengikat air, tapi mudah dilewati air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran bandel, banyak kolektor dan pekebun meniru media tumbuh puring di alam untuk penanaman di pot tanpa modifikasi sama sekali. Lazimnya mereka membuat campuran 50-80% tanah merah dan sisanya pupuk kandang atau kompos. 'Padahal kondisi mikro di pot dengan di lahan berbeda,' kata Fredy. Di pot jumlah air, hara, dan udara serbaterbatas. Karena itu dibutuhkan media porous, artinya mudah memegang air sekaligus gampang dilewati air. Bila media terlalu kuat mengikat air, daerah perakaran becek sehingga akar gampang busuk. Sebaliknya bila terlalu mudah dilewati air, daerah perakaran kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media terlalu basah atau kering berisiko kematian bagi puring muda yang baru dipindahkan. Setahun silam, seorang eksportir di Tangerang gagal menanam croton impor karena menganggap enteng media. Dari 1.000 tanaman yang diimpor hanya setengahnya selamat. Media tanah pun punya kelemahan: berat. Padahal sebagai potplant tanaman harus mudah dipindah, digeser, dan diputar. Yang disebut terakhir agar arah tumbuh daun merata ke segala arah. 'Media ringan penting agar perawatan mudah,' kata Arie.&lt;br /&gt;Porous dan ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pekebun sukses bisa jadi rujukan memilih media tepat untuk puring. Fredy memilih media campuran cocochip alias potongan sabut kelapa, humus bambu, dan tanah merah dengan komposisi 60:15:25. Tanah merah tetap digunakan karena berperan mengikat akar. 'Bila media tak mengikat akar, tanaman gampang roboh,' ujarnya. Komposisi media itu mirip dengan yang dipakai pekebun di Bangkruey, Thailand. Di sana cocochip memang populer sebagai campuran utama media tanam. Agar tanin pada cocochip hilang, pastikan sebelum dipakai direndam air selama seminggu, lalu dikeringkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof Dr Dedik Budianta, pakar ilmu tanah di Jurusan Tanah Universitas Sriwijaya, cocochip mempunyai sifat khas. Ia bahan organik berbahan sabut kelapa yang mudah mengikat air. Namun, karena dibentuk berupa potongan maka cocochip mudah dilewati air. Itu karena permukaan antarpotongan saling bersentuhan membentuk pori makro. Ruang itu diisi oleh udara dan menjadi saluran keluarnya air. Berbeda dengan cocopeat yang berbahan sabut kelapa tapi berbentuk serbuk. Cocopeat kuat memegang air tapi sulit dilewati air sehingga rawan menggenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Yogyakarta, Linda Irawati memilih campuran media lain yang juga ringan. Pemilik nurseri Camelia itu menggunakan campuran humus bambu dengan pupuk kandang. Perbandingannya 5:1. Humus bambu merupakan serasah daun bambu yang telah melapuk dan banyak ditemukan di lantai kebun bambu. 'Bentuk fisiknya sudah seperti tanah,' kata Linda. Agar air mudah keluar dari pot, Linda membuat lubang di dasar dan pinggir pot lebih banyak. Dengan campuran itu kura dan oscar koleksi Linda tumbuh subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dedik, humus bambu kaya hara makro dan mikro yang siap dipasok ke tanaman saat dibutuhkan. 'Humus memiliki sifat mengikat hara agar tak mudah tercuci, tapi dapat diserap tanaman saat dibutuhkan,' ujar Dedik. Bobot jenis bahan organik pun lebih rendah ketimbang tanah merah sehingga humus bambu lebih ringan. Kini humus bambu populer di kalangan pemain dan kolektor puring di seputaran Yogyakarta dan Jawa Tengah lantaran banyak tersedia.&lt;br /&gt;Berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Handry Chuhairy, pemilik nurseri Hans Garden, tak ada media mutlak agar puring prima. 'Prinsipnya porous dan harus banyak tersedia sehingga mudah didapat,' kata mantan atlet renang itu. Artinya, bahan lain yang sudah lazim seperti arang sekam, pupuk kandang, dan pasir bisa digunakan. Arang sekam matang mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, dan tidak gampang menggumpal. Peran pasir agar campuran media porous.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bahan itu yang dipakai, komposisinya menjadi tanah, arang sekam, pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Atau tanah, pasir, dan kompos dengan komposisi 2:1:1. Toh itu pun masih bisa diutak-atik. 'Pilih yang paling cocok dengan lingkungan mikro di tempat masing-masing,' kata Handry. Bila lingkungan terlalu kering, tambahkan bahan yang mudah mengikat air. Sebaliknya bila lingkungan basah, berikan media yang mudah dilewati air dan perbanyak lubang pot. (Destika Cahyana/Peliput: Imam Wiguna dan Nesia Artdiyasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : www.trubus-online.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-6057823699715945950?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/6057823699715945950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pilihan-nyaman-buat-karotong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6057823699715945950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/6057823699715945950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/pilihan-nyaman-buat-karotong.html' title='Pilihan Nyaman Buat Karotong - Media Tanam Puring'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S__EgQfTzDI/AAAAAAAABXE/N3sTD2cun5c/s72-c/Puring+Jet+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-3232823213468353706</id><published>2010-05-28T05:43:00.003+07:00</published><updated>2010-05-28T06:15:41.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harga Sirih Merah'/><title type='text'>Harga Sirih Merah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_72I52G5DI/AAAAAAAABW8/6HrUItn__9s/s1600/27052010(005).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_72I52G5DI/AAAAAAAABW8/6HrUItn__9s/s320/27052010(005).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476084829756253234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harga Rp 5000,- perpohon, belum termasuk ongkos kirim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-3232823213468353706?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/3232823213468353706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-sirih-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3232823213468353706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/3232823213468353706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/harga-sirih-merah.html' title='Harga Sirih Merah'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_72I52G5DI/AAAAAAAABW8/6HrUItn__9s/s72-c/27052010(005).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975092319334384546.post-5886998825341671279</id><published>2010-05-28T05:28:00.001+07:00</published><updated>2010-05-28T05:34:26.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Zodia'/><title type='text'>Bertanam Tanaman Pengusir Nyamuk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_7zEpGGraI/AAAAAAAABW0/xlq_w9Oclx0/s1600/Zodia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 259px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_7zEpGGraI/AAAAAAAABW0/xlq_w9Oclx0/s320/Zodia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476081458005585314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi pehobi tanaman, tentunya tak asing dengan tanaman pengusir nyamuk. Tanaman ini sekarang banyak dijual di kios-kios tanaman. Dalam pameran Agro Expo 2008 di Senayan Jakarta, tanaman dimaksud juga tengah dipamerkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Zodia, yang merupakan tanaman perdu berasal dari Papua. Tanaman ini bisa mengusir nyamuk, baik di dalam ruangan maupun di pekarangan. Tanaman tersebut mempunyai kandungan evodiamine dan rutaecarpine yang tidak disukai serangga. Tanaman Zodia ini dapat mengeluarkan aroma tajam yang tidak disukai nyamuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang tingginya sekitar 20 centimeter itu dijual Rp 10.000 per potnya. Bila kita ingin membeli yang lebih besar, dengan ukuran tinggi mencapai 1,5 meter dibanderol harga Rp 150.000. Tukiyat, penjual tanaman menjelaskan bahwa tanaman zodia adalah jenis pohon yang sangat mudah perawatannya. Asal diberi air yang cukup maka pohon ini akan tumbuh subur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan bahwa dalam memelihara zodia, diusahakan agar tidak berlebihan airnya. Cukup disiram sedikit, agar pohon itu tidak layu. Kemudian, dalam penempatannya juga harus di ruangan yang memiliki ventilasi udara yang cukup baik agar tanaman ini tetap tumbuh dengan subur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zodia punya satu keunikan lain. Pohon ini akan berubah warna daunnya bila ditempatkan di tempat yang mempunyai suhu yang berbeda. Bila ditanam di Bogor misalnya, zodia akan berdaun hijau muda terang. Akan berbeda dengan zodia yang ditanam di Jakarta, yang akan berdaun hijau tua. Tetapi menurut Tukiyat, zodia yang berdaun hijau muda maupun hijau tua mempunyai tingkat khasiat yang sama untuk mengusir nyamuk. Untuk penanaman di Bogor, dari biji hingga setinggi 20 cm dibutuhkan waktu sekitar 8-9 bulan. Sedangkan untuk di daerah Jakarta, memakan waktu yang lebih lama. Biasanya hingga satu tahun. Itu karena udara di Bogor lebih lembab, terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut analisis yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Baittro) dengan gas kromatografi, minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool 46 persen dan alpha-pinene 13,26 persen yang sudah sangat dikenal sebagai pengusir (repellent) nyamuk. Pengujian terhadap nyamuk demam berdarah menunjukkan bahwa lengan yang telah digosok dengan daun zodia terlindungi dari nyamuk tersebut selama enam jam dibandingkan dengan lengan yang tidak digosok. Daya halau zodia terhadap nyamuk tersebut sebesar 70 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva, salah satu pengunjung pameran mengatakan memang sengaja datang jauh-jauh dari Bekasi untuk mencari tanaman pengusir nyamuk. Di tempat lain, Mega, karyawan salah satu Bank swasta mengaku setelah mendengar informasi tentang tanaman anti nyamuk dari temannya, dia langsung mendatangi pameran ini. Dia berencana akan membibitkan sendiri tanaman itu, karena dirumahnya memiliki pekarangan yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antipolutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tanaman antinyamuk, pagi pehobi tanaman yang mempunyai masalah dengan udara yang kotor, dalam pameran tersebut ada banyak jenis tanaman yang mampu untuk mengurangi polutan yang sekaligus juga memberikan solusi jitu yang ramah lingkungan. Seperti : paku boston, palem bambu, lili air, sirih belanda, kastuba dan kemudian yang paling terkenal adalah Sansevieria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sansevieria merupakan nama latin dari tanaman hias lidah mertua yang memiliki keunggulan di antaranya, sangat tahan terhadap polutan dan bahkan dapat menyerap udara kotor itu. Begitu pula dengan asap rokok dan hasil pembakaran, radiasi dari berbagai peralatan elektronik seperti komputer, televisi, handphone, juga perlengkapan yang memanfaatkan gelombang cahaya dan elektromagnetik mampu diminimalisir sehingga tidak berbahaya lagi bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tanaman ini mampu bertahan hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, dan mampu bertahan hidup dalam suhu yang ekstrim sekalipun tanaman lain tidak dapat bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran udara tak hanya keluar dari cerobong asap maupun knalpot kendaraan di jalan raya. Seperti musuh dalam selimut, senyawa berbahaya juga banyak bergentayangan di dalam ruangan atau kantor. Senyawa itu mudah terhirup hidung saat kita bersantai maupun bekerja. Banyak benda di dalam kantor dan rumah yang bisa menjadi sumber gas beracun. Semisal lapisan plitur, cat dan vernis pembalut meja-kursi antik kesayangan Anda. Bukan itu saja, tisu, kertas, kayu lapis, cairan pembersih, asap rokok, uap tinta, uap lem, plastik, detergen beserta remukan fiber glass juga bisa menjadi sumber gas polutan berisiko tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djaelani, pemerhati tanaman sansevieria, yang juga membuka gerai dalam pameran ini mengatakan, sansevieria saat ini adalah tanaman yang banyak dicari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi Anda pengkoleksi tanaman langka, saat ini yang sedang banyak dicari oleh kolektor adalah nepenthes (kantong semar). Awalnya, nepenthes adalah sejenis tanaman parasit, yang tumbuh melilit di batang pohon lain. Tetapi lama-kelamaan dibudidayakan di dalam pot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Rosyid, pemilik stan yang khusus menjual kantong semar menjelaskan bahwa kelangkaan nepenthes disebabkan karena pohon ini jangka waktu pertumbuhannya lama. Untuk nepenthes jenis andreani dibudidayakan dari biji hingga dapat ditaruh di pot seukuran sedang, membutuhkan waktu tumbuh sekitar tiga sampai empat tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Rosyid menjual nepenthes jenis grisalis seharga Rp. 150.000 sampai dengan Rp.300.000 per pot. Dia juga mengatakan bahwa untuk memelihara nepenthes dibutuhkan ketelatenan. Pohon ini hanya dapat tumbuh di tempat yang lembab, teduh serta banyak air. Untuk perawatan, tanaman ini membutuhkan lumut untuk perkembangannya. Pupuk lain yang harus disertakan adalah sekam bakar dan kopolit (sabut kelapa yang sudah digiling).[YRSN-5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href=http://www.suarapembaruan.com/News/2008/03/09/Hobi/hobi01.htm&gt;suarapembaruan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975092319334384546-5886998825341671279?l=www.petanibunga.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.petanibunga.com/feeds/5886998825341671279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/bertanam-tanaman-pengusir-nyamuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5886998825341671279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975092319334384546/posts/default/5886998825341671279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.petanibunga.com/2010/05/bertanam-tanaman-pengusir-nyamuk.html' title='Bertanam Tanaman Pengusir Nyamuk'/><author><name>Teguh</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_CnU5eto5I/AAAAAAAABFM/YNQCcpvi8lE/S220/Setan+Angop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3wGkVFVgesk/S_7zEpGGraI/AAAAAAAABW0/xlq_w9Oclx0/s72-c/Zodia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
